0
News
    Home Berita Featured Karanganyar Spesial THR

    Desa Terkaya di Karanganyar Bagi THR Lebaran, Semua Keluarga di Berjo Kebagian Rp500 Ribu - Viva

    6 min read

     

    Desa Terkaya di Karanganyar Bagi THR Lebaran, Semua Keluarga di Berjo Kebagian Rp500 Ribu

    KARANGANYAR, VIVA Jogja - Desa Berjo kembali menunjukkan kelasnya sebagai desa dengan pendapatan asli desa (PAD) terbesar di Karanganyar. 

    Sidak Komisi B DPRD Karanganyar di Pasar Kwadungan, Harga Ramadhan Dipantau dan Toilet Tanpa Pintu Terungkap

    Menjelang Idulfitri 2026, pemerintah desa menyalurkan THR Lebaran berupa bantuan tunai Rp500.000 kepada seluruh keluarga yang tercatat sebagai warga desa.

    Sebanyak 1.446 kepala keluarga menerima bantuan tersebut. Total dana yang disalurkan mencapai Rp723 juta dan sepenuhnya bersumber dari PAD Desa Berjo. Penyaluran dilakukan selama dua hari di balai desa dan berlangsung tertib.

    Pelantikan Senyap Dua Pejabat Eselon II Karanganyar, Tak Masuk Agenda Resmi Bupati

    Kepala Desa Berjo, Dwi Haryanto, mengatakan bantuan ini sudah menjadi kebijakan rutin desa. Secara administratif, program tersebut masuk dalam pos bantuan pangan dan ketahanan pangan desa yang telah dianggarkan dalam APBDes.

    “Lebaran selalu jadi momen ketika pengeluaran warga meningkat. Bantuan ini kami siapkan agar beban warga sedikit lebih ringan,” ujarnya, Senin (2/3/2026). 

    Kapolres Karanganyar Copot Bripka Hajar, Hilang Lebih 30 Hari Tanpa Jejak

    Julukan desa terkaya tidak hanya tercermin dari besarnya anggaran, tetapi juga dari cara anggaran itu dibelanjakan. Berjo memilih menyalurkan kekuatan fiskalnya langsung ke masyarakat, bukan hanya lewat pembangunan fisik.

    THR Lebaran ini menjadi bagian dari program 3 SBS (Semua Bisa Sarjana, Semua Bisa Sehat, Semua Bisa Sejahtera) yang telah berjalan sejak 2024.

    Ketua Percepatan Desa Berjo, Wahyu Budi Utomo, menyebut desa sengaja menempatkan warga sebagai pusat pembangunan.

    “Kalau desa punya kemampuan, prioritasnya harus ke kebutuhan paling dasar warga. Pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan,” katanya.

    Melalui program Semua Bisa Sarjana, ratusan anak desa menerima beasiswa hingga perguruan tinggi. 

    Di sektor kesehatan, layanan ambulans dan mobil siaga desa tersedia gratis selama 24 jam. Sementara untuk warga rentan, bantuan tunai rutin juga disalurkan dari PAD.

    Bupati Karanganyar, Rober Christanto, menilai pola pengelolaan Desa Berjo patut menjadi rujukan bagi desa lain. Optimalisasi aset dan potensi lokal dinilai berhasil menciptakan kemandirian fiskal yang berdampak langsung pada warga.

    “Ini contoh desa yang kuat secara ekonomi dan manfaatnya dirasakan langsung masyarakat,” ujarnya.

    Bagi warga, THR desa ini bukan soal status desa kaya, melainkan manfaat nyata. Tambahan Rp500 ribu menjelang Lebaran menjadi penopang belanja dapur, kebutuhan anak, hingga persiapan hari raya.

    Di tengah tekanan harga kebutuhan pokok, Berjo menunjukkan bahwa kekuatan desa tidak diukur dari besarnya anggaran semata, tetapi dari seberapa jauh anggaran itu hadir di kehidupan warganya.


    Komentar
    Additional JS