0
News
    Home Berita Dunia Internasional Featured Jepang Kuil Kyoto Spesial

    Di Balik Terwujudnya Pemakaman Muslim di Kuil Kyoto Jepang - Tribunnews

    10 min read

     

    Di Balik Terwujudnya Pemakaman Muslim di Kuil Kyoto Jepang

    Di tengah dominasi kremasi di Jepang, sebuah kuil di Kyoto membuka pemakaman Muslim dan memicu harapan baru bagi komunitas Islam



    Ringkasan Berita:

    Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

    TRIBUNNEWS.COM, KYOTO -  Di tengah meningkatnya jumlah pekerja asing di Jepang dan kebutuhan untuk membangun kehidupan bersama (kyosei) dengan masyarakat internasional, sebuah kuil di wilayah pegunungan selatan Prefektur Kyoto menjadi sorotan karena menyediakan area pemakaman tanah bagi umat Muslim.

    Di Jepang, hampir seluruh proses pemakaman dilakukan melalui kremasi. Namun bagi umat Islam, pemakaman secara tanah (burial) merupakan kewajiban agama. Karena itu, keberadaan tempat pemakaman seperti ini menjadi isu penting bagi komunitas Muslim yang tinggal di Jepang.

    Kuil  Koraiji Temple, Minamiyamashiro, Kyoto   mulai menyediakan pemakaman tanah bagi Muslim sejak 2022.

    Di area yang digali di lereng gunung di belakang aula utama kuil, terdapat papan bertuliskan “Distrik Islam” dengan deretan petak pemakaman yang dikelilingi batu bata. 

    Hingga kini, sekitar 43 petak telah dikontrak oleh berbagai komunitas agama, termasuk umat Muslim dan Kristen.

    Salah satu makam bahkan berisi janin yang meninggal akibat keguguran dari pasangan Jepang dan Indonesia.

    Baca juga:  Curhatan Billy di Makam Olga Syahputra: Sekarang Aku Udah Punya Anak

    Dukungan dari Komunitas Lokal

    Kuil yang didirikan pada 1975 ini dipimpin oleh seorang warga keturunan Korea yang telah lama tinggal di Jepang. Ia menegaskan bahwa agama dan kebangsaan tidak seharusnya menjadi penghalang.

    “Tidak peduli kewarganegaraan, ras, atau agama. Ketika manusia meninggal, semuanya sama,” ujarnya.

    Untuk mewujudkan pemakaman tersebut, pihak kuil lebih dulu memperoleh persetujuan dari pemilik lahan sekitar serta berbagai distrik di desa. Persetujuan resmi dari pemerintah desa akhirnya diperoleh pada Desember 2021.

    Sebagian warga setempat mendukung proyek tersebut dengan harapan dapat memberi dampak positif bagi wilayah yang mengalami depopulasi dan penuaan penduduk.

    Populasi desa ini telah berkurang lebih dari 40 persen dalam 30 tahun terakhir, sekitar 1.700 orang. Dengan meningkatnya kunjungan keluarga Muslim yang datang untuk berziarah, beberapa warga berharap infrastruktur jalan menuju desa juga akan diperbaiki.

    Seorang warga berusia 76 tahun mengatakan bahwa perkembangan kuil juga dapat memberikan efek ekonomi bagi komunitas setempat.

    Solusi bagi Muslim yang Tinggal Lama di Jepang

    Bagi komunitas Muslim di Jepang, pemakaman di dalam negeri sangat penting. Selama ini banyak keluarga harus mengirim jenazah kembali ke negara asal dengan biaya tinggi karena memerlukan proses pengawetan khusus.

    Perwakilan organisasi  Islamic Research Center Japan, IRCJ   di Kota Yawata, Kyoto, mengatakan bahwa keberadaan pemakaman ini menjadi solusi besar.

    “Masalah kami akhirnya terpecahkan. Namun kami juga harus memastikan masyarakat setempat dapat menerimanya,” ujarnya.

    Debat Nasional tentang Pemakaman Muslim

    Di berbagai daerah Jepang, rencana pembangunan pemakaman Muslim sering memicu perdebatan.

    Di Kota Hiji, Prefektur Oita, proyek serupa sempat dihentikan setelah calon kepala daerah yang menolak rencana tersebut memenangkan pemilihan.

    Di Prefektur Miyagi, rencana gubernur untuk membangun pemakaman Muslim guna mendukung penerimaan tenaga kerja dari negara Islam juga akhirnya dibatalkan setelah mendapat penolakan dari sejumlah pemerintah daerah.

    Menurut Kementerian Kesehatan Jepang, pada tahun fiskal 2024 terdapat sekitar 1,67 juta kremasi di Jepang, sementara pemakaman tanah hanya 383 kasus. Tingkat kremasi mencapai 99,97 persen.

    Namun di Desa Minamiyamashiro sendiri, pemakaman tanah sebenarnya memiliki sejarah panjang. 

    Pemerintah Prefektur Kyoto bahkan telah memberikan izin kepada Kuil Komaiji untuk praktik tersebut sejak hampir 50 tahun lalu.

    Pemimpin kuil menutup pembicaraan dengan kalimat sederhana namun kuat.

    “Kita menyambut mereka untuk bekerja demi Jepang. Jadi setelah mereka meninggal, kita tidak bisa mengatakan ‘pulanglah ke negaramu’.”

    Saat ini ada sekitar 350.000 umat muslim di Jepang dan sekitar 13 pemakaman kaum muslim di Jepang dan beberapa tempat yang sering disebut antara lain: Yawara Muslim Graveyard – Prefektur Ibaraki;  Yamanashi Muslim Graveyard – Prefektur Yamanashi;  Shimizu Islamic Cemetery – Prefektur Shizuoka;  Yoichi Cemetery – Hokkaido

    Kemudian Tama Muslim Graveyard – Tokyo;  Hashimoto Muslim Graveyard – Wakayama;  Kobe Foreigners Cemetery – Hyogo (ada area Muslim).

    Diskusi  beasiswa  di Jepang dilakukan Pencinta Jepang gratis bergabung. Kirimkan nama alamat dan nomor whatsapp ke email: tkyjepang@gmail.com


     .

     

     


    Komentar
    Additional JS