0
News
    Home Berita Featured Spesial Sritex Sukoharjo

    Di Sukoharjo, Eks Buruh Bentangkan Spanduk "Setahun Sritex Tumbang, Setahun Hak Tak Kunjung Datang" - Tribunnews

    6 min read

     

    Di Sukoharjo, Eks Buruh Bentangkan Spanduk "Setahun Sritex Tumbang, Setahun Hak Tak Kunjung Datang"

    Kedatangan mereka bukan untuk membuat kericuhan, melainkan untuk mengingatkan kurator agar segera membayarkan hak-hak pekerja

    Ringkasan Berita:
    • Sebanyak 50 orang yang tergabung dalam Solidaritas Eks Karyawan Sritex menggelar aksi doa bersama di depan gerbang pintu masuk gedung PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex), Sabtu (28/2/2026).
    • Memperingati setahun PHK massal yang mereka alami, mereka membentangkan spanduk bertuliskan, “Satu Tahun Sritex Tumbang, Satu Tahun Hak Tak Kunjung Datang.” 
    • Mereka menagih sekaligus mengingatkan pihak kurator agar segera membayarkan hak-hak buruh yang hingga kini belum diterima.

     

    Laporan Wartawan TribunSolo.com, Anang Ma'ruf

    TRIBUNSOLO.COM, SUKOHARJO - Sebanyak 50 orang yang tergabung dalam Solidaritas Eks Karyawan Sritex menggelar aksi doa bersama di depan gerbang pintu masuk gedung PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex), Sabtu (28/2/2026).

    Aksi tersebut dilakukan untuk memperingati satu tahun pemutusan hubungan kerja (PHK) massal yang mereka alami, sekaligus mengingatkan pihak kurator agar segera membayarkan hak-hak buruh yang hingga kini belum diterima.

    Di depan pabrik, para eks karyawan membentangkan spanduk bertuliskan, “Satu Tahun Sritex Tumbang, Satu Tahun Hak Tak Kunjung Datang.” 

    Suasana aksi berlangsung tertib dengan doa bersama sebagai bentuk harapan agar persoalan hak pekerja segera terselesaikan.

    AKSI DOA BERSAMA - Sebanyak 50 orang yang tergabung dalam Solidaritas Eks Karyawan Sritex menggelar aksi doa bersama di depan gerbang pintu masuk gedung PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex), Sabtu (28/2/2026). Aksi tersebut dilakukan untuk memperingati satu tahun pemutusan hubungan kerja (PHK) massal yang mereka alami. Di depan pabrik, para eks karyawan membentangkan spanduk bertuliskan, “Satu Tahun Sritex Tumbang, Satu Tahun Hak Tak Kunjung Datang.” 
    AKSI DOA BERSAMA - Sebanyak 50 orang yang tergabung dalam Solidaritas Eks Karyawan Sritex menggelar aksi doa bersama di depan gerbang pintu masuk gedung PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex), Sabtu (28/2/2026). Aksi tersebut dilakukan untuk memperingati satu tahun pemutusan hubungan kerja (PHK) massal yang mereka alami. Di depan pabrik, para eks karyawan membentangkan spanduk bertuliskan, “Satu Tahun Sritex Tumbang, Satu Tahun Hak Tak Kunjung Datang.”  (TribunSolo.com/Anang Maruf Bagus Yuniar)

    Koordinator eks karyawan Sritex, Agus Wicaksono, mengatakan momen satu tahun PHK menjadi pengingat perjalanan para buruh yang pernah bekerja dan menggantungkan hidup di perusahaan tekstil tersebut.

    “Pada hari ini genap satu tahun kami menjalani PHK. Ini menjadi pengingat bahwa kami pernah berada di dalam pabrik dan sekarang kami di-PHK,” ujarnya, Sabtu (28/2/2026).

    Baca juga: Setahun PHK Massal Sritex di Sukoharjo, Pencairan Pesangon dan THR Masih Ditunggu Para Eks Karyawan

    Tak Berniat Buat Kericuhan

    Ia menegaskan, kedatangan mereka bukan untuk membuat kericuhan, melainkan untuk mengingatkan kurator agar segera membayarkan hak-hak pekerja yang sudah setahun dinanti dengan penuh ketidakpastian.

    “Kami hanya mengingatkan kepada kurator, segerakanlah pembayaran hak-hak kami karena sudah setahun lamanya kami menunggu,” tegasnya.

    Selain itu, pihaknya juga berharap adanya transparansi informasi terkait progres pemberesan aset perusahaan. 

    Menurut Agus, hingga saat ini telah dilakukan dua kali lelang kendaraan, namun hasilnya dinilai belum signifikan.

    Baca juga: Ketidakjelasan Pesangon Bikin Eks Karyawan Sritex Sukoharjo Harus Jual Barang Berharga Hingga Motor

    “Lelang pertama hanya laku lima unit, lelang kedua kemarin hanya enam unit dari 72 unit yang dilelang. Ini sangat mengecewakan kami,” ungkapnya.

    Para eks karyawan kini menunggu pelaksanaan lelang ketiga dengan harapan hasilnya lebih maksimal dibandingkan dua lelang sebelumnya. 

    Mereka berharap dana hasil lelang tersebut dapat segera digunakan untuk membayarkan hak-hak buruh yang masih tertunda.

    (*)


    Komentar
    Additional JS