0
News
    Home Autofagi Berita Dokter Gia Pratama Featured Kesehatan Puasa Puasa Romadhon Romadhon Spesial

    Dokter Gia Pratama Sebut Puasa Bisa Picu Autofagi yang Bermanfaat untuk Tubuh, Apa Itu? - Viva

    4 min read

     

    Dokter Gia Pratama Sebut Puasa Bisa Picu Autofagi yang Bermanfaat untuk Tubuh, Apa Itu?

    Jakarta, VIVA – Bulan Ramadhan bukan hanya menjadi momen memperkuat spiritualitas, tetapi juga kesempatan untuk memperbaiki kualitas kesehatan. Pola makan yang lebih teratur, jeda waktu tanpa asupan selama belasan jam, hingga kesempatan mengontrol jenis makanan yang dikonsumsi bisa menjadi titik awal membangun gaya hidup lebih sehat. Namun, agar manfaat tersebut benar-benar optimal, pemilihan nutrisi saat sahur dan berbuka perlu diperhatikan secara serius.

    Dokter dan edukator kesehatan, Gia Pratama, menekankan bahwa puasa dapat memberikan dampak positif bagi tubuh jika dijalani dengan asupan gizi yang seimbang. Lalu, apa saja yang harus dikonsumsi? Scroll untuk tahu lebih lanjut, yuk!

    GULIR UNTUK LANJUT BACA

    Menurut dr. Gia, selama menjalani puasa, tubuh mengalami perubahan pola makan dan waktu istirahat. Kondisi ini membuat kebutuhan nutrisi berkualitas menjadi semakin penting agar tubuh tetap bugar menjalani aktivitas harian sekaligus ibadah.

    “Selama berpuasa dan melaksanakan aktivitas yang padat di bulan Ramadhan, tubuh mengalami perubahan pola makan dan istirahat. Karena itu, pemenuhan zat gizi yang seimbang dan berkualitas, serta pengaturan waktu antara aktivitas dan ibadah menjadi semakin penting. Termasuk meluangkan waktu berinteraksi dengan keluarga dan orang-orang terdekat agar tujuan Ramadhan untuk menjadi pribadi yang lebih baik dapat tercapai,” jelas dr. Gia di acara Ramadan 2026 Media Gathering bertajuk “Raih Kebaikan dan Kehangatan Ramadan bersama Frisian Flag” di Jakarta, baru-baru ini.

    Ia menambahkan bahwa sahur dan berbuka bukan sekadar waktu makan, melainkan momen strategis untuk mengisi kembali energi tubuh. Asupan protein dan zat gizi esensial sangat diperlukan untuk menjaga vitalitas selama berpuasa.

    “Saat berpuasa, tubuh memasuki fase autofagi, proses alami di mana sel-sel rusak dibersihkan, toksin diurai, dan tubuh membangun sel-sel baru yang lebih sehat. Puasa bukan hanya tentang menahan lapar, tetapi memberi kesempatan bagi tubuh untuk memperbaiki dirinya sendiri. Saat sahur dan berbuka, penting memberikan asupan protein yang tepat untuk mendukung kembali pertumbuhan sel-sel baik dalam tubuh," jelasnya.

    Selain protein, ia menyoroti pentingnya kalsium dan vitamin D. Kalsium berperan dalam menjaga fungsi otot dan kekuatan tulang, sedangkan vitamin D membantu proses penyerapan kalsium sekaligus mendukung sistem imun. Kombinasi nutrisi tersebut dinilai penting agar tubuh tidak mudah lemas selama menjalani puasa.

    GULIR UNTUK LANJUT BACA

    Lebih lanjut, dr. Gia juga mengingatkan agar masyarakat tidak melupakan aktivitas fisik ringan selama Ramadhan. Olahraga dengan intensitas rendah hingga sedang tetap dianjurkan untuk menjaga metabolisme tubuh tetap aktif dan stamina terjaga.

    “Konsumsi makanan bergizi seimbang saat sahur membantu menjaga energi, fokus, dan daya tahan tubuh. Berolahraga ringan tetap sangat dianjurkan selama bulan puasa agar tubuh tetap bugar, metabolisme aktif, dan stamina terjaga,” lanjut dr. Gia.


    Komentar
    Additional JS