0
News
    Home Berita Featured Jakarta Spesial

    DPRD DKI: Pendatang Baru ke Jakarta Usai Lebaran Jangan Jadi Beban - Kompas

    7 min read

     

    DPRD DKI: Pendatang Baru ke Jakarta Usai Lebaran Jangan Jadi Beban

    JAKARTA, KOMPAS.com – Anggota DPRD DKI dari Fraksi PDI Perjuangan, Hardiyanto Kenneth mengingatkan bagi pendatang baru ke Jakarta usai Lebaran Idul Fitri 2026 agar tidak menjadi beban.

    Kenneth menilai, kehadiran pendatang sebenarnya bisa membawa dampak positif bagi ibu kota jika disertai niat, bekal yang jelas dan kesiapan, bukan sekadar mencari peruntungan.

    Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

    "Jadi bagi pendatang yang ke Jakarta membawa semangat, membuka usaha, kemudian bisa memberdayakan UMKM, hingga menciptakan lapangan kerja,” ujar Kenneth kepada Kompas.com, Minggu (29/3/2026).

    Baca juga: Pramono Prediksi 12 Ribu Pendatang Baru Masuk Jakarta Usai Mudik Lebaran 2026

    Menurut Kenneth, kontribusi tersebut akan membantu perekonomian sekaligus mendukung program Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

    Genap Satu Bulan Perang AS-Israel Vs Iran, Hizbullah dan Houthi Ikut Lancarkan Serangan

    Sebab, Ia mengingatkan soal potensi masalah jika para pendatang tak memiliki kesiapan yang cukup.

    “Ini harus menjadi perhatian bersama. Saya tidak ingin justru pendatang ke sini (Jakarta) malah berakhir menjadi Pak Ogah, manusia gerobak, atau bahkan terjerumus ke dalam tindakan kriminal," kata Kenneth.

    Baca juga: Anggota Komisi III Minta Polri Perbanyak Kamera ETLE

    Pendatang dari kampung halaman ke Jakarta dianggap harus mampu menjadi bagian dari solusi bagi kota, bukan justru menambah beban sosial.

    Kenneth juga mengingatkan bahwa Jakarta bukan hanya tempat mencari penghidupan, tetapi ruang untuk berkembang dan berkontribusi.

    Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

    “Kota Jakarta bukan hanya tempat mencari penghidupan, tapi juga ruang untuk berkontribusi dan tumbuh bersama,” katanya.

    Baca juga: Anggota DPRD DKI Minta Pendatang Baru Didata Ketat, Harus Punya Identitas dan Tujuan Jelas

    Karena itu, ia meminta para pendatang baru benar-benar mempersiapkan diri sebelum datang ke ibu kota.

    “Jadi, pendatang baru harus benar-benar mempersiapkan diri dengan baik. Bekal utama yang harus dimiliki adalah keahlian, kompetensi, serta tujuan yang jelas,” ucap Kenneth.

    Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, memprediksi jumlah pendatang baru yang masuk ke Ibu Kota pada arus balik Lebaran 2026 bisa mencapai 10.000 hingga 12.000 orang.

    Baca juga: Pendatang ke Tangsel Usai Lebaran Wajib Lapor RT/RW, Antisipasi Lonjakan Urbanisasi

    Angka tersebut diperkirakan berasal dari pemudik yang kembali ke Jakarta sambil membawa kerabat atau anggota keluarga untuk mencari pekerjaan.

    “Jadi data yang ada sampai dengan hari ini, kami memprediksi memperkirakan akan ada kenaikan kurang lebih pemudik yang ikut saudaranya balik ke Jakarta kurang lebih 10 sampai dengan 12 ribu,” ucap Pramono di Halte Tosari, Jakarta Pusat, Jumat (27/3/2026).

    Pramono menegaskan, angka tersebut masih bersifat sementara dan belum final.

    Baca juga: Ormas di Bojongsari Incar Pendatang Baru untuk Tarik Pungli

    Pemerintah Provinsi DKI Jakarta masih akan memantau perkembangan data lanjutan, termasuk dari tren pemesanan transportasi dan mobilitas masyarakat selama arus balik.

    “Tetapi ini belum final ya, nanti kita lihat data yang ada,” kata dia.

    Ia juga mengingatkan para pendatang yang ingin mengadu nasib di Jakarta agar mempersiapkan diri dengan matang.

    Baca juga: Pramono Wajibkan ASN DKI Masuk Kantor 30 Maret, Absen Tanpa Alasan Siap Disanksi

    Meski tidak ada operasi yustisia, kesiapan individu tetap menjadi hal penting.

    “Jakarta tidak ada operasi yustisia, tetapi Jakarta tentunya meminta siapa pun yang ingin mengadu nasib bekerja di Jakarta mereka harus mempersiapkan diri,” tuturnya.

    berdasarkan data Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil DKI Jakarta, jumlah pendatang baru yang tercatat pada 25 hingga 26 Maret 2026 mencapai 365 jiwa.

    Rinciannya, sebanyak 186 laki-laki dan 179 perempuan.

    KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

    Komentar
    Additional JS