0
News
    Home Bais TNI Berita Featured Kasus Spesial TNI

    Drama di Markas TNI, Kabais 'Tanggalkan' Jabatan, Kapuspen Bungkam Soal Status Pencopotan - Tribunnews

    4 min read

     

    Drama di Markas TNI, Kabais 'Tanggalkan' Jabatan, Kapuspen Bungkam Soal Status Pencopotan

    Markas Besar TNI akhirnya mengambil langkah drastis menyusul skandal penyiraman air keras yang melibatkan anggota intelijen militer. 

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Markas Besar TNI akhirnya mengambil langkah drastis menyusul skandal penyiraman air keras yang melibatkan anggota intelijen militer. 

    Letjen Yudi Abrimantyo resmi menyerahkan jabatannya sebagai Kepala Badan Intelijen Strategis (Kabais) TNI, Rabu (25/3/2026).

    Langkah "cuci gudang" di pucuk pimpinan BAIS ini diumumkan langsung oleh Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI, Mayjen Aulia Dwi Nasrullah, di Cilangkap, Jakarta Timur. 

    Namun, pengumuman yang seharusnya menjadi sinyal transparansi ini justru menyisakan teka-teki besar.

    Dalam konferensi pers yang berlangsung singkat, Mayjen Aulia menegaskan bahwa langkah ini adalah konsekuensi dari keterlibatan empat prajurit BAIS dalam serangan brutal terhadap Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus.

    "Kami perlu sampaikan di sini, sebagai bentuk pertanggungjawaban hari ini telah dilaksanakan penyerahan jabatan Kabais," tegas Aulia di hadapan awak media.

    Namun, suasana berubah dingin saat wartawan mencecar status hukum dari penyerahan jabatan tersebut. 

    Apakah Letjen Yudi mundur atas kemauan sendiri sebagai ksatria, atau justru dicopot secara paksa oleh Panglima TNI?

    Aulia menolak memberikan rincian lebih lanjut. Ia juga menutup rapat informasi mengenai siapa sosok yang akan menakhodai lembaga intelijen pertahanan tersebut pasca-lengsernya Yudi. 

    "Terima kasih," ujarnya singkat sebelum memutar badan dan meninggalkan ruangan, mengabaikan rentetan pertanyaan lanjutan.

    Baca juga: Breaking News: Kepala Bais TNI Lepas Jabatan Buntut Skandal Teror Air Keras, Mundur atau Dicopot?

    Kejatuhan karier jenderal bintang tiga ini merupakan buntut dari peristiwa berdarah pada Kamis (12/3/2026) malam di kawasan Senen. 

    Empat oknum prajurit Detasemen Markas (Denma) BAIS TNI berinisial NDP, SL, BHW, dan ES diduga kuat menjadi eksekutor penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus.

    Serangan itu terjadi tepat setelah Andrie menyuarakan kritik tajam melalui podcast bertajuk “Remiliterisme dan Judicial Review di Indonesia” di kantor YLBHI.

    Saat ini, Andrie Yunus masih terbaring di RS Cipto Mangunkusumo dengan kondisi yang memprihatinkan. Tim medis melaporkan adanya:

    • Luka bakar 20 persen pada permukaan tubuh.
    • Trauma kimia tingkat tiga pada mata kanan yang kini dalam fase akut.

    Penyerahan jabatan Kabais mungkin menjadi langkah organisasi, namun bagi publik dan pegiat HAM, drama di Cilangkap ini baru sekadar permulaan. 

    Pertanyaan besarnya tetap: Apakah ini bentuk keadilan, atau sekadar upaya meredam gejolak publik?


    Komentar
    Additional JS