Dua 'Jenderal' yang Menguntungkan dan Membuat Iran Unggul dalam Perang Lawan AS-Israel - SindoNews
Dua 'Jenderal' yang Menguntungkan dan Membuat Iran Unggul dalam Perang Lawan AS-Israel
REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN— Meskipun perang yang sedang berlangsung di Iran digambarkan sebagai konflik teknologi yang cenderung menguntungkan Amerika Serikat dan Israel, berkat dominasi angkatan udara mereka serta kemampuan pemantauan dan pengawasan yang disediakan oleh jaringan intelijen mereka, logika yang lebih mendasar dari konflik ini terletak pada faktor geografis.
Dengan gagasan ini, majalah Foreign Policy membuka artikel yang ditulis oleh Arash Rezainghad dan Arsham Rezainghad.
Baca Juga :
Mengapa Kera Dipilih Sebagai Kutukan Allah SWT Atas Yahudi? Ini Rahasianya Menurut Pakar TafsirKeduanya menegaskan di awal artikel bahwa keunggulan militer saja tidak mungkin menentukan hasil perang.
Hal ini sebab Iran bukanlah target yang dapat ditaklukkan hanya dengan serangan udara, karena negara ini memiliki kedalaman strategis yang luas dan topografi pegunungan yang rumit yang membuat invasi darat menjadi mahal dan berlarut-larut, sebagaimana telah dibuktikan sejarah berulang kali.
Baca Juga :
Neraka Dimona, Ini Rahasia Sukses Besar Iran Pecundangi Sistem Pertahanan Udara Canggih IsraelStrategi Iran—menurut kedua penulis—bergantung pada ketahanan dan melemahkan lawan, memanfaatkan pegunungan dan dataran tingginya yang menghambat operasi militer, terutama di wilayah pedalaman dan timur yang sulit dijangkau dibandingkan dengan wilayah barat yang lebih dekat ke Teluk.
Secara historis, kondisi geografis ini berfungsi sebagai perisai strategis bagi Iran, yang memperlambat dan melelahkan pasukan penyerang selama berabad-abad.
Baca Juga :
Dulu Bocor, Kini Diledakkan Iran, ini Profil Orang yang Berani Bongkar Rahasia Dapur Nuklir DimonaMulai dari kesulitan yang dihadapi pasukan Mark Antony (lahir tahun 83 SM – wafat tahun 30 SM di Alexandria) Romawi, hingga terhambatnya kemajuan Irak di front Zagros selama Perang Iran-Irak antara 1980 dan 1988.
Dan geografi ini—menurut kedua penulis—tidak hanya menghambat serangan, tetapi juga memberi Iran kemampuan untuk menyembunyikan dan memindahkan fasilitas-fasilitas sensitifnya, sehingga mengurangi efektivitas serangan udara.
Halaman 2 / 2
Namun, faktor geografis tidak hanya memengaruhi daratan, tetapi juga laut, melalui lokasi strategis Iran di dekat Selat Hormuz, salah satu jalur energi terpenting di dunia, di mana sebagian besar pasokan minyak dan gas global melewatinya
Hal ini memberi Teheran kemampuan untuk memengaruhi ekonomi global bahkan tanpa meraih kemenangan militer langsung, karena ancaman saja sudah cukup untuk mengganggu navigasi dan menaikkan harga.
Kondisi kebuntuan strategis
Seiring berjalannya waktu, perang berubah dari upaya mengganti rezim dan menghancurkan kemampuan nuklir menjadi kondisi kebuntuan strategis yang berpusat di Selat Hormuz, yang kini menjadi pusat yang memengaruhi ekonomi global dan rantai pasokan.
Dan jika Iran berhasil mengendalikan Selat Hormuz secara efektif, kehilangan cadangan uranium yang telah diperkaya mungkin tidak dianggap sebagai kekalahan strategis—menurut artikel tersebut—karena selat tersebut dapat mendefinisikan ulang kriteria kemenangan dalam perang.
Hal ini tidak hanya terbatas pada Selat Hormuz, tetapi juga meluas ke Selat Bab al-Mandab yang menghubungkan Laut Merah dengan Teluk Aden, yang telah mengalami gejolak berulang kali, di mana kelompok Ansarullah Houthi, sekutu Iran, turut meningkatkan tekanan terhadap rute perdagangan internasional.
Artikel tersebut menyebutkan bahwa perang sedang menuju ke arah kebuntuan strategis, karena teknologi saja tidak mampu mengatasi batasan-batasan yang ditimbulkan oleh geografi; gunung-gunung tidak bisa dihancurkan hingga lenyap, dan selat-selat tidak bisa dipindahkan.
Kedua penulis menyimpulkan bahwa pertempuran yang menentukan mungkin tidak terjadi di udara maupun di darat, melainkan dalam penguasaan jalur laut, yang memberikan pelajaran mendalam kepada dunia bahwa geografi tetap menjadi faktor penentu dalam perang meskipun ada kemajuan dalam kecerdasan buatan, perang siber, dan senjata presisi.
Sama seperti Napoleon Bonaparte dikalahkan di Rusia pad 1812 oleh dua faktor, yaitu “musim dingin” dan “luas wilayah”.
Iran saat ini memiliki dua jenderal tersembunyi, yaitu “Jenderal Geografi” yang menguasai pegunungan Iran dan jalur laut strategisnya, serta “Jenderal Ketahanan” yang memiliki kemampuan untuk menahan serangan dan menjalani perang berkepanjangan.