0
News
    Home Berita Dunia Internasional Featured Iran Israel PBB Spesial

    Dubes Iran Untuk PBB: Israel Bunuh Empat Diplomat Senior di Hotel Ramada Beirut - Tribunnews

    6 min read

     

    Dubes Iran Untuk PBB: Israel Bunuh Empat Diplomat Senior di Hotel Ramada Beirut

    Irvani mengatakan Israel telah melakukan serangan terarah terhadap Hotel Ramada di Beirut, yang menewaskan para korban

    Ringkasan Berita:
    • Duta Besar Iran untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa, Amir Saeid Iravani, menuduh Israel membunuh empat diplomat senior Iran dalam serangan ke Hotel Ramada di Beirut, Lebanon 
    • Dalam surat kepada Sekjen PBB Antonio Guterres, ia menyebut serangan itu sebagai kejahatan keji dan pelanggaran berat hukum internasional 
    • Israel mengeklaim gedung tersebut dipakai agen Iran, namun tuduhan itu dibantah Tehran

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Duta Besar Iran untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Amir Saeid Iravani, menyatakan Israel telah membunuh empat diplomat senior Iran di ibu kota Lebanon, Beirut.

    Dilansir dari Press TV, Irvani menyebut tindakan itu sebagai "kejahatan keji".

    Dalam suratnya kepada Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres pada Senin (9/3/2026), Irvani mengatakan Israel telah melakukan serangan terarah terhadap Hotel Ramada di Beirut, yang menewaskan para korban pada Minggu (8/3/2026).

    Iravani juga mengatakan para diplomat tersebut telah dipindahkan sementara ke hotel sebagai tindakan pengamanan setelah militer Israel secara terbuka mengancam akan menargetkan perwakilan resmi Iran di Lebanon.

    Relokasi itu, kata Irvani, telah sepenuhnya dikoordinasikan dengan otoritas Lebanon.

    Baca juga: Bulan Sabit Merah Iran Kena Dampak Serangan AS-Israel, Lebih dari 1.332 Warga Sipil Tewas

    "Pembunuhan para diplomat saat bertugas sebagai perwakilan resmi negara berdaulat di wilayah negara berdaulat lain adalah tindakan terorisme yang keji dan pelanggaran berat terhadap hukum internasional," tulis Irvani dilansir dari Press TV, Rabu (11/3/2026).

    Ia juga menegaskan pelanggaran terang-terangan terhadap Piagam PBB dan Konvensi 1973 tentang Pencegahan dan Penghukuman Kejahatan terhadap Orang-Orang yang Dilindungi Secara Internasional itu tidak dapat dibiarkan tanpa hukuman.

    Iravani juga menegaskan Israel bertanggung jawab penuh atas pelaksanaan kejahatan perang itu dan harus dimintai pertanggungjawaban penuh atas konsekuensinya.

    Pembunuhan itu dilakukan sepekan setelah militer Amerika Serikat (AS) - Israel melakukan serangan ke Iran pada Sabtu (28/2/2026) lalu.

    Dalam serangan itu Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei.

    Hingga Selasa (10/3/2026) tercatat lebih dari 1.332 warga sipil termasuk perempuan dan anak-anak, serta beberapa pejabat militer tewas.

    BBC juga melaporkan terdengar ledakan sangat keras pada 01.30 dini hari waktu setempat dari kawasan pemukiman Raouche yang terletak di jantung Ibu Kota Lebanon Beirut.

    Dilansir dari BBC pada Rabu (11/3/2026), serangan Israel terhadap hotel bintang empat Ramada Plaza itu menandai pertama kalinya serangan Israel menghantam pusat kota yang ramai penuh dengan restoran dan hotel.

    Militer Israel menuduh terdapat pertemuan rahasia para agen Iran di dalam gedung itu.

    Tuduhan itu kini telah dibantah oleh pemerintah Iran.

    Serangan itu datang tanpa peringatan.

    Penduduk setempat serta pengungsi yang berada di daerah tersebut berlari ke jendela dan balkon mereka untuk melihat apa yang telah terjadi pada saat kejadian.

     


    Komentar
    Additional JS