0
News
    Home BBM BBM Nonsubsidi Berita Featured Spesial

    Ekonom Nilai Penyesuaian Harga BBM Nonsubsidi Masih dalam Batas Wajar - Investor ID

    6 min read

     

    Ekonom Nilai Penyesuaian Harga BBM Nonsubsidi Masih dalam Batas Wajar

    JAKARTA, investor.id – Lonjakan harga minyak global akibat memanasnya konflik geopolitik di Timur Tengah dan blokade Selat Hormuz mulai berdampak pada harga bahan bakar minyak (BBM) di tanah air. Ekonom Universitas Airlangga (Unair), Wisnu Wibowo, menilai penyesuaian harga BBM non-subsidi yang dilakukan pemerintah saat ini merupakan konsekuensi logis dari dinamika pasar internasional.

    “Kenaikan harga BBM non-subsidi dinilai sebagai konsekuensi logis karena skema penetapannya mengikuti harga pasar internasional,” kata Wisnu Wibowo melalui pesan singkat, Senin (30/3/2026).

    Pada periode Maret 2026, sejumlah produk non-subsidi mengalami kenaikan moderat di kisaran 5–10%. Harga Pertamax naik menjadi Rp 12.300 per liter, Pertamax Green (RON 95) menjadi Rp 12.900, dan Pertamax Turbo menjadi Rp13.100 per liter. Di sektor diesel, Dexlite kini dibanderol Rp 14.200 dan Pertamina Dex Rp 14.500 per liter.

    Sebaliknya, pemerintah tetap mempertahankan harga BBM subsidi seperti Pertalite di Rp 10.000 dan Solar di Rp 6.800 per liter guna menjaga daya beli.

    Wisnu menjelaskan bahwa penentuan harga ini mengacu pada formula Keputusan Menteri ESDM Nomor 245.K/2022 yang mempertimbangkan rata-rata harga minyak dunia (MOPS/Argus) serta nilai tukar Rupiah. “Variabel harga acuan dan kurs saat ini sangat dinamis, sehingga wajar jika terjadi penyesuaian harga di tingkat eceran,” jelasnya.

    Di sisi lain, tekanan fiskal kian terasa seiring harga minyak dunia yang menembus US$ 100 per barel. Setiap kenaikan US$ 1 berpotensi menambah beban APBN hingga Rp 6,7 triliun. Meski demikian, Wisnu memprediksi pemerintah tidak akan terburu-buru menaikkan harga BBM bersubsidi dan tetap menjadikannya sebagai opsi terakhir.

    Dibandingkan negara Asean lainnya, posisi Indonesia dinilai relatif stabil. Saat Singapura mencatat harga BBM tertinggi di kawasan dan negara seperti Thailand serta Vietnam mengalami lonjakan tajam pada sektor logistik, Indonesia masih mampu memberikan bantalan melalui subsidi solar untuk menjaga stabilitas ekonomi domestik.

    Berikut komparasi harga BBM (per liter) di Asean per Maret 2026:

    1. Indonesia (Pertamina)

    • RON 92: Rp 12.300
    • RON 95: Rp 12.900
    • RON 98: Rp 13.100
    • Solar subsidi: Rp 6.800
    • Dexlite (non-subsidi): Rp 14.200
    • Pertamina Dex: Rp 14.500

    2. Malaysia

    • RON 95: ± Rp 8.500–Rp 11.400
    • RON 97: ± Rp 13.000
    • Solar (diesel): ± Rp 10.000–Rp 11.500

    3. Singapura

    • RON 95: ± Rp 45.000
    • RON 98: Rp 52.000–Rp 55.000
    • Solar (diesel): ± Rp 45.000–Rp 47.000

    4. Thailand

    • RON 92: ± Rp 23.000
    • RON 95: ± Rp 23.000–Rp24.000
    • Solar (diesel): ± Rp 17.000

    5. Vietnam

    • RON 92: ± Rp 22.000–Rp 25.000
    • RON 95: ± Rp 25.000+
    • Solar (diesel): ± Rp 20.000–Rp 21.000+

    Editor: Prisma Ardianto

    Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

    Follow

    Baca Berita Lainnya di Google News

    Read Now

    VIDEO REKOMENDASI

    Puting Beliung Terjang Purwadadi Ciamis, 93 Rumah Hancur

    Berita Terkait



    Komentar
    Additional JS