Empat Bulan Terendam Banjir, Ini Keluh Kesah Warga Lamongan - jatimnow
Empat Bulan Terendam Banjir, Ini Keluh Kesah Warga Lamongan
jatimnow.com - Gemricik suara air menemani keseharian warga terdampak banjir Lamongan selama hampir 4 bulan lamanya.
Hujan yang bagi banyak orang membawa ketenangan tapi malah menjadi ratapan kesedihan bagi warga Lamongan.
Kondisi itu dialami 8.334 warga terdampak banjir di 5 kecamatan yakni Kecamatan Kalitengah, Deket, Turi, Karangbinangun dan Glagah. Bukan hanya rumah, banjir juga merendam lahan sawah/tambak sebagai mata pencaharian utama masyarakat.
Baca juga: Alumni MAN 1 Lamongan Salurkan Bingkisan hingga Beasiswa
Mereka dituntut kuat ditengah berbagai probelmatika yang ada, ancaman penyakit, bangunan rumah rusak, dan yang paling parah gagal panen.
Salah satunya, Sutono warga terdampak banjir di Desa Gempolpendowo, Kecamatan Glagah yang mengaku sudah pasrah saat dihadapkan dengan situasi banjir tahun ini.
Baca juga: Pastikan Kelancaran Arus Mudik, Polres Lamongan Terjunkan Tim Urai hingga Drone
"Sudah kurang lebih empat bulan (banjirnya). Semuanya rumah, jalan, terus sawah (tambak) ya sudah tenggelam semua. Jadi ya tidak ada pemasukan," ungkapnya, Rabu (11/3/2026).
Tak punya banyak pilihan, Sutono dan warga desa lain terpaksa harus mengandalkan pompa air mandiri untuk menguras air dari dalam rumah agar bisa tidur dengan aman dan sedikit layak.
"Mau bagaimana lagi, kalau kata orang sudah berdamai dengan keadaan, asal bisa istirahat sudah syukur," tuturnya.
Baca juga: Salurkan Bansos Banjir Tahap 2, Bupati Lamongan Apresiasi Langkah Mitigasi
Menghadapi lebaran yang tinggal menghitung hari, warga Dusun Gendol hanya bisa pasrah. Harapan untuk merayakan hari kemenangan dengan meriah seolah pupus oleh genangan air yang menetap di halaman rumah mereka.
"Ya ini yang susah, orang-orang banyak yang khawatir. Banjir hari raya, ya jadi sekadar untuk merayakan saja. Jajannya mungkin tidak banyak tahun ini. Harapannya ya banjir cepat surut," pungkasnya.