Foto Yahya Sinwar dan Hassan Nasrallah serta Kutipan Ayat Alquran pada Rudal Balistik Iran - Tribunnews
Foto Yahya Sinwar dan Hassan Nasrallah serta Kutipan Ayat Alquran pada Rudal Balistik Iran
Foto yang beredar tersebut memperlihatkan deretan rudal yang tersimpan rapi di dalam sebuah terowongan bawah tanah militer di Iran.
Ringkasan Berita:
- Beredar foto di media sosial yang memperlihatkan rudal dengan gambar pemimpin Hizbullah Hassan Nasrallah dan pemimpin Hamas Yahya Sinwar.
- Foto tersebut menampilkan deretan rudal balistik berwarna kuning di dalam terowongan bawah tanah militer Iran, mirip fasilitas yang disebut “kota rudal” oleh IRGC.
- Pada badan rudal terdapat ilustrasi kedua tokoh serta tulisan Arab dari Surat As-Sajdah ayat 22, yang berarti “Sesungguhnya Kami akan memberikan balasan kepada orang-orang yang zalim.”
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Di tengah eskalasi perang Iran menghadapi serangan Israel dan Amerika Serikat, beredar sebuah foto di media sosial yang memperlihatkan badan rudal dengan foto pemimpin Hizbullah almarhum Sayyid Hassan Nasrallah dan pemimpin Hamas, mendiang Yahya Sinwar.
Foto yang beredar tersebut memperlihatkan deretan rudal yang tersimpan rapi di dalam sebuah terowongan bawah tanah militer di Iran.
Lorong panjang dengan pencahayaan redup itu tampak seperti bunker atau fasilitas penyimpanan senjata yang dirancang untuk melindungi rudal dari serangan udara.
Tidak dijelaskan kapan foto di ambil dan di mana lokasinya.
Namun, fasilitas seperti ini kerap dikaitkan dengan jaringan pangkalan rudal bawah tanah yang dioperasikan oleh Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC), yang oleh media Iran sering disebut sebagai “kota rudal” atau missile city.
Di dalam gambar terlihat beberapa rudal balistik berwarna kuning yang disusun di atas rangka logam. Pada badan rudal terdapat tulisan Arab serta ilustrasi Yahya Sinwar dan Hassan Nasrallah.
Kutipan ayat Alquran
Tak hanya ilustrasi foto Hassan Nasrallah dan Yahya Sinwar, di badan rudal juga terlihat ada tulisan Arab “إنا من المجرمين منتقمون”.
Tulisan tersebut merupakan penggalan ayat Alquran, Surat As-Sajdah ayat 22. Secara umum dapat diterjemahkan sebagai berikut: "Sesungguhnya Kami akan memberikan balasan kepada orang-orang yang zalim/pelaku kejahatan."
Ungkapan tersebut sering digunakan sebagai pesan simbolik perlawanan dalam konteks politik dan militer di Iran menghadapi Israel dan Amerika Serikat.
Simbol gambar Yahya Sinwar dan Hassan Nasrallah
Sebagian pihak menerjemahkan arti foto pemimpin Hizbullah almarhum Sayyid Hassan Nasrallah dan pemimpin Hamas, mendiang Yahya Sinwar, sebagai simbol persatuan Islam.
Hassan Nasrallah adalah pemimpin kelompok milisi sekaligus partai politik Syiah Lebanon, Hezbollah.
Ia menjadi Sekretaris Jenderal Hezbollah sejak tahun 1992 setelah pendahulunya, Abbas al-Musawi, gugur dalam serangan udara Israel.
Di bawah kepemimpinannya, Hezbollah berkembang dari kelompok gerilya menjadi kekuatan militer dan politik besar di Lebanon, dengan pengaruh kuat di kawasan Timur Tengah serta hubungan erat dengan Iran.
Bagi para pendukungnya, ia dipandang sebagai simbol perlawanan terhadap Israel, sementara bagi Israel dan sejumlah negara Barat, Hezbollah di bawah Nasrallah dianggap kelompok teror.
Sementara Yahya Sinwar merupakan salah satu tokoh paling berpengaruh dalam gerakan Islam Palestina, Hamas.
Ia lahir di Khan Younis, di Jalur Gaza, dan dikenal sebagai salah satu pendiri struktur keamanan internal Hamas pada akhir 1980-an.
Sinwar menghabiskan lebih dari dua dekade di penjara Israel sebelum akhirnya dibebaskan dalam pertukaran tahanan pada 2011 yang terkait dengan pembebasan tentara Israel, Gilad Shalit.
Setelah kembali ke Gaza, Sinwar naik menjadi salah satu pemimpin utama Hamas dan pada 2017 terpilih sebagai kepala Hamas di Jalur Gaza. Ia dianggap sebagai tokoh garis keras dalam organisasi tersebut dan memainkan peran penting dalam strategi militer serta politik Hamas dalam konflik dengan Israel.
Yahya Sinwar gugur pada 16 Oktober 2024 dalam operasi militer yang dilakukan oleh tentara Israel di kota Rafah, Gaza selatan. Ia meninggal dalam baku tembak antara pasukan Israel dan sekelompok pejuang Hamas yang sedang bergerak di kawasan bangunan yang sudah rusak akibat perang.
Yahya Sinwar dan Hassan Nasrallah adalah dua tokoh perlawanan dengan latar belakang mazhab Islam yang berbeda. Yahya Sinwar adalah Sunni dan Hassan Nasrallah merupakan ulama Syiah. Dalam perlawanannya melawan Israel, mereka dinilai telah melepas sekat-sekat perbedaan mazhab.
:format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/100-karangan-bungan-psi-ke-rumah-dubes-iran-di-jakarta.jpg)