0
News
    Home Berita Dunia Internasional Featured Iran Israel Konflik Timur Tengah Spesial

    Gudang Rudal Bawah Tanah Iran Diincar Israel, Bakal Dihancurkan - Kompas

    7 min read

     

    Gudang Rudal Bawah Tanah Iran Diincar Israel, Bakal Dihancurkan



    TEHERAN, KOMPAS.com – Perang antara Israel dan Iran memasuki tahap baru setelah hampir sepekan operasi militer berlangsung sejak Sabtu (28/2/2026).

    Dua sumber yang mengetahui operasi militer Israel tersebut mengatakan, fase kedua perang akan difokuskan pada serangan terhadap bunker dan fasilitas bawah tanah yang digunakan Iran untuk menyimpan rudal balistik serta peralatan militernya.

    Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

    Sejauh ini, militer Israel menyatakan telah menghantam ratusan peluncur rudal Iran yang berada di permukaan dan berpotensi menargetkan kota-kota di Israel. Namun pada tahap berikutnya, sasaran akan diperluas ke fasilitas yang lebih terlindungi.

    Salah satu sumber menyebut tujuan utama operasi tersebut adalah melemahkan kemampuan Iran melancarkan serangan udara.

    Militer Israel Siaga Tinggi, Siap-siap AS-Iran Perang!

    “Target Israel untuk menetralkan kemampuan Iran meluncurkan serangan udara ke Israel pada akhir perang,” kata sumber tersebut.

    Perang udara gabungan Israel dan Amerika Serikat terhadap Iran kini mendekati akhir pekan pertama sejak dimulai dengan serangan awal yang menewaskan sejumlah pemimpin Iran.

    Serangan itu memicu konflik regional yang ditandai dengan serangan balasan Iran ke Israel, kawasan Teluk, dan Irak, serta serangan Israel di Lebanon.

    Serangan ke infrastruktur militer rahasia

    Militer Israel belum memberikan komentar resmi terkait rencana serangan terbaru tersebut.

    Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

    Namun pada fase sebelumnya, mereka menyatakan bahwa Israel dan Amerika Serikat telah menguasai sebagian besar wilayah udara Iran pada hari-hari awal operasi.

    Dalam pernyataan pada Kamis (5/3/2026), militer Israel mengatakan, angkatan udaranya telah menyerang fasilitas bawah tanah milik Iran.

    “Angkatan Udara semalam menyerang sebuah lokasi infrastruktur bawah tanah yang digunakan rezim Iran untuk menyimpan rudal balistik serta lokasi penyimpanan rudal yang dimaksudkan untuk digunakan melawan pesawat,” kata militer Israel dalam pernyataannya.

    Ini menjadi pertama kalinya militer Israel secara terbuka mengumumkan serangan terhadap fasilitas rudal bawah tanah sejak operasi gabungan dengan Amerika Serikat dimulai pada Sabtu lalu.

    Persediaan rudal Iran

    Jumlah persediaan rudal Iran masih menjadi perdebatan di kalangan analis militer. Militer Israel sebelumnya memperkirakan Iran memiliki sekitar 2.500 rudal sebelum perang dimulai.

    Namun sejumlah analis lain memperkirakan jumlahnya bisa mencapai sekitar 6.000 rudal.

    Seberapa banyak rudal yang masih tersisa diyakini akan sangat menentukan jalannya perang.

    Hingga kini Teheran masih terus melancarkan serangan rudal ke Israel dan berbagai wilayah lain di kawasan.

    Analis dari lembaga pemikir International Institute for Strategic Studies di Inggris, Douglas Barrie, mengatakan, Iran juga masih memiliki rudal jelajah serangan darat.

    Menurutnya, senjata tersebut merupakan senjata berpemandu presisi yang terbang rendah sehingga sulit terdeteksi radar.

    Baca juga: AS Akui Kewalahan Perang Lawan Iran, Kesulitan Cegat Semua Drone Teheran

    Serangan udara intensif

    Sejak Sabtu lalu, jet tempur Angkatan Udara Israel hampir terus-menerus melakukan misi serangan udara.

    Intensitas serangan bahkan meningkat setelah kelompok militan Hizbullah yang didukung Iran di Lebanon menembakkan roket ke Israel. Serangan itu memicu serangan udara besar Israel hingga ke wilayah Beirut.

    Menurut sumber yang mengetahui operasi tersebut serta seorang sumber keamanan Israel, dalam beberapa kasus pesawat tempur yang sama bahkan menyerang dua negara dalam satu misi.

    Pesawat Israel dilaporkan membombardir target di Teheran atau wilayah barat Iran saat berangkat, kemudian menyerang posisi Hizbullah di Lebanon saat perjalanan pulang.

    Sistem Iran dianggap belum melemah

    Pejabat Israel dan Amerika Serikat mengatakan, jumlah peluncuran rudal balistik dan drone dari Iran telah menurun sejak Sabtu lalu.

    Penurunan itu mereka kaitkan dengan serangan terhadap lokasi peluncuran dan infrastruktur militer Iran.

    Namun militer Israel juga menilai penurunan tersebut mungkin merupakan strategi Teheran untuk menghemat persediaan rudalnya jika perang berubah menjadi konflik berkepanjangan.

    Mantan wakil penasihat keamanan nasional Israel, Eran Lerman, mengatakan, harapan dari gelombang serangan awal adalah sistem kekuasaan Iran bisa runtuh lebih cepat.

    “Kami berharap dari serangan pada minggu pertama bahwa sistem yang berkuasa di Iran akan mulai terurai lebih awal dan lebih cepat,” ujarnya.

    “Namun hal itu belum terjadi, dan selama itu belum terjadi, sistem tersebut perlu terus dilemahkan lebih jauh dan lebih jauh lagi,” kata Lerman.

    Baca juga: Trump Mau AS Tentukan Pemimpin Baru Iran, Tak Dukung Mojtaba Khamenei

    KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

    Komentar
    Additional JS