0
News
    Home BBM Berita Featured Spesial

    Harga BBM Bakal Alami Penyesuaian 1 April 2026 - IDN Times

    11 min read

     

    Harga BBM Bakal Alami Penyesuaian 1 April 2026

    Ilustrasi SPBU. (IDN Times/Aditya Pratama)

    • Pemerintah akan menyesuaikan harga BBM pada 1 April 2026 pukul 00.00 WIB, namun belum dipastikan apakah akan naik atau turun.
    • Konflik di Selat Hormuz menyebabkan harga minyak mentah dunia meningkat, memicu potensi perubahan harga BBM di Indonesia.
    • Harga BBM nonsubsidi dari Pertamina, Shell, BP, dan Vivo sudah naik sejak awal Maret hingga Rp1.020 per liter, sementara BBM bersubsidi masih tetap.

    Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

    Is this "Intinya Sih" helpful?

    Iklan - Scroll untuk Melanjutkan

    Jakarta, IDN Times - Masyarakat diharapkan bersiap menerima informasi baru terkait harga bahan bakar minyak (BBM) pada Rabu (1/4/2026) mendatang. Seperti yang sudah-sudah, penyesuaian harga BBM akan terjadi setiap tanggal 1 mulai pukul 00.00 WIB.

    Belum ada kepastian apakah harga BBM baik yang bersubsidi maupun nonsubsidi akan mengalami kenaikan atau justru penurunan. Ketidakpastian itu sendiri muncul imbas konflik di Selat Hormuz yang merupakan jalur utama perdagangan minyak dunia mengakibatkan pergerakan hanya minyak mentah terus naik.

    Meski begitu, harga BBM di sejumlah SPBU di Indonesia seperti PertaminaShell, BP, dan Vivo masih sama dengan harga pada 1 Maret lalu. Namun, hal itu tidak menutup kemungkinan adanya kenaikan pada 1 April mendatang akibat konflik tersebut.

    Untuk BBM bersubsidi seperti Pertalite dan Biosolar, Pertamina masih menetapkan harga yang sama. Namun, lain halnya dengan BBM nonsubsidi yang terus mengalami kenaikan sejak awal Maret sebesar Rp200 hingga Rp950 per liter.

    Hal itu pun turut dilakukan SPBU swasta seperti Shell, Vivo, dan BP yang menaikkan harga BBM-nya hingga Rp1.020 per liter.

    Berikut ini harga BBM di Indonesia per Minggu (29/3/2026).

    1. Pertamina

    SPBU Pertamina di Rest Area Tol Batang-Semarang KM 379A (arah Semarang). (IDN Times/Dhana Kencana)

    SPBU Pertamina di Rest Area Tol Batang-Semarang KM 379A (arah Semarang). (IDN Times/Dhana Kencana)

    Pertamina mematok harga Pertamax Rp12.300 per liter, Pertamax Green 95 Rp12.900, dan Pertamax Turbo Rp13.100. Pertamina menjual Dexlite Rp14.200 per liter dan Pertamina Dex Rp14.500.

    Harga tersebut berlaku untuk SPBU Pertamina pada wilayah dengan Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) sebesar 5 persen, seperti Jakarta.

    2. Shell

    SPBU Shell (IDN Times/Ridwan Aji Pitoko)

    SPBU Shell (IDN Times/Ridwan Aji Pitoko)

    Penyedia BBM asal Belanda, Shell turut menyesuaikan label harganya. Saat ini, produk Shell Super dijual dengan harga Rp12.390 per liter. Sementara untuk bahan bakar diesel berkualitas tinggi, Shell V-Power Diesel dibanderol seharga Rp14.620.

    Namun, ketersediaan beberapa jenis BBM di SPBU Shell masih mengalami kekosongan stok. BBM jenis Shell Super dan Shell V-Power Diesel pun tidak tersedia di seluruh SPBU Shell.

    3. BP AKR

    SPBU BP di Simprug (IDN Times/Ridwan Aji Pitoko)

    SPBU BP di Simprug (IDN Times/Ridwan Aji Pitoko)

    Penyedia BBM BP menetapkan harga yang seragam untuk wilayah Jabodetabek dan Jawa Timur. Produk BP 92 dipatok sebesar Rp12.390 per liter, setara dengan kompetitor di kelasnya.

    Untuk varian bensin unggulan, BP Ultimate dijual seharga Rp12.920 per liter, sementara BP Ultimate Diesel berada di angka Rp14.620.

    4. Vivo

    SPBU Vivo di Tendean (IDN Times/Ridwan Aji Pitoko)

    SPBU Vivo di Tendean (IDN Times/Ridwan Aji Pitoko)

    Di Vivo, produk Produk REVVO 92 kini bisa dibeli dengan harga Rp12.390 per liter.

    Untuk jenis oktan 95, REVVO 95 dibanderol Rp12.930, sedangkan produk diesel mereka, Diesel Primus, dipasarkan seharga Rp14.610.

    Kapal RI Tertahan di Selat Hormuz, Bahlil: Kita Komunikasi Terus

    Kapal RI Tertahan di Selat Hormuz, Bahlil: Kita Komunikasi Terus

    Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia. (IDN Times/Trio Hamdani)

    • Pemerintah terus berkomunikasi intensif untuk mengeluarkan kapal tanker Pertamina yang tertahan di Selat Hormuz meski prosesnya diakui tidak mudah.
    • Bahlil menyebut Indonesia telah menemukan sumber impor minyak baru di luar Timur Tengah guna menjaga ketahanan energi nasional.
    • Stok BBM nasional dipastikan aman, dan pemerintah belum berencana membatasi atau menaikkan harga BBM subsidi demi melindungi daya beli masyarakat.

    Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

    Is this "Intinya Sih" helpful?

    Iklan - Scroll untuk Melanjutkan

    Jakarta, IDN Times - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyatakan pemerintah terus menjalin komunikasi intensif untuk mengeluarkan kapal tanker Pertamina yang saat ini tertahan di Selat Hormuz.

    Komentar
    Additional JS