0
News
    Home Berita Dunia Internasional Featured Iran Konflik Timur Tengah Mojtaba Khamenei Spesial

    Hari ke-11 Perang Iran: Teheran Digempur Bom, Massa Turun ke Jalan Berikan Dukungan Mojtaba Khamenei - Tribunnews

    9 min read

     

    Hari ke-11 Perang Iran: Teheran Digempur Bom, Massa Turun ke Jalan Berikan Dukungan Mojtaba Khamenei

    Perang AS-Israel di Iran memasuki hari ke-11. Teheran terus dibombardir, sementara ratusan ribu warga turun ke jalan dukung Mojtaba Khamenei.


    Ringkasan Berita:
    • Perang antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran memasuki hari ke-11 dengan pemboman intens di Teheran dan beberapa kota lain.
    • Di tengah serangan tersebut, ratusan ribu warga Iran turun ke jalan untuk menunjukkan dukungan kepada pemimpin tertinggi baru, Mojtaba Khamenei.
    • Sementara itu, Presiden AS Donald Trump mengklaim ribuan target militer Iran telah diserang, namun konflik masih berlanjut dan berdampak pada keamanan kawasan serta pasar energi global.

     

    TRIBUNNEWS.COM - Perang antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran memasuki hari ke-11 dengan situasi yang semakin memanas.

    Dilansir dari Al Jazeera, Selasa (10/3/2026), ibu kota Teheran kembali mengalami pemboman hebat sepanjang malam yang disebut sebagai salah satu serangan paling intens sejak konflik dimulai.

    Di tengah serangan tersebut, ratusan ribu warga Iran turun ke jalan di Teheran untuk menunjukkan dukungan kepada pemimpin tertinggi baru Iran, Mojtaba Khamenei.

    Mojtaba Khamenei sebelumnya ditunjuk sebagai pemimpin tertinggi Iran menggantikan ayahnya, Ali Khamenei, yang tewas dalam serangan militer AS-Israel.

    Iran Tegaskan Akan Terus Melawan

    Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan negaranya akan terus berjuang selama diperlukan.

    Pernyataan tersebut sekaligus menanggapi klaim Presiden AS Donald Trump yang menyebut perang bisa berakhir “cukup cepat”.

    Menurut laporan media Iran, serangan udara AS-Israel di kota Arak, Iran barat, menewaskan sedikitnya lima orang dan melukai beberapa lainnya setelah menghantam bangunan tempat tinggal.

    Serangan lain di Teheran timur juga menewaskan sedikitnya 40 orang. Pemerintah Iran menyebut perang tersebut telah menyebabkan lebih dari 1.255 orang tewas dan sekitar 10.000 orang luka-luka.

    Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf menegaskan negaranya akan memberikan “tanggapan keras” terhadap serangan yang menyasar wilayah permukiman warga.

    Serangan Meluas ke Negara Teluk

    Dampak perang juga dirasakan negara-negara di kawasan Teluk.

    Kuwait, Uni Emirat Arab, Arab Saudi, dan Bahrain melaporkan telah mencegat rudal dan drone yang diluncurkan dari Iran.

    Di Bahrain, seorang perempuan berusia 29 tahun dilaporkan tewas setelah sebuah bangunan tempat tinggal di ibu kota Manama terkena serangan.

    Baca juga: 9 Negara yang Berpotensi Terseret dalam Perang Iran vs. AS-Israel

    Sementara itu, pemerintah Australia mengumumkan akan mengirim pesawat pengintai militer dan rudal udara-ke-udara ke Uni Emirat Arab untuk membantu pertahanan kawasan.

    Klaim Amerika Serikat

    Presiden AS Donald Trump mengatakan pasukan Amerika telah menyerang lebih dari 5.000 target di Iran sejak operasi militer dimulai.

    Ia mengklaim sebagian besar kemampuan militer Iran telah melemah, termasuk peluncur rudal dan fasilitas produksi drone.

    Meski demikian, Trump menegaskan operasi militer belum selesai dan Amerika Serikat masih mengejar apa yang disebutnya sebagai “kemenangan mutlak”.

    Trump juga menyatakan dirinya tidak senang dengan pengangkatan Mojtaba Khamenei sebagai pemimpin tertinggi baru Iran.

    Ketegangan dengan Israel

    Di sisi lain, militer Iran dilaporkan meluncurkan serangan drone yang menargetkan fasilitas minyak dan gas Israel di kota Haifa.

    Militer Israel mengatakan mereka telah mendeteksi peluncuran rudal dari Iran dan sedang berusaha mencegat ancaman tersebut.

    Serangan Iran sebelumnya juga menewaskan seorang pria di dekat Bandara Internasional Tel Aviv akibat pecahan peluru.

    Dampak ke Kawasan dan Energi Dunia

    Ketegangan akibat perang juga meluas ke beberapa negara lain seperti Lebanon dan Irak.

    Di Lebanon, konflik antara Israel dan kelompok bersenjata Hezbollah terus berlangsung dan telah menyebabkan ratusan korban jiwa serta ratusan ribu warga mengungsi.

    Selain itu, konflik ini juga berdampak pada pasar energi global.

    Presiden Vladimir Putin mengatakan Rusia siap bekerja sama kembali dengan negara-negara Eropa untuk mengatasi krisis energi yang dipicu perang.

    Baca juga: Dubes Iran Temui Megawati Soekarnoputri di Menteng

    Sementara, Presiden Emmanuel Macron menyatakan Prancis dan sekutunya sedang mempersiapkan misi untuk membuka kembali jalur energi penting di Selat Hormuz.

    Serangan terhadap fasilitas energi Iran sempat mendorong harga minyak dunia melonjak hingga mendekati 120 dolar AS per barel sebelum turun kembali ke sekitar 90 dolar AS.

    (Tribunnews.com/Andari Wulan Nugrahani)


    Komentar
    Additional JS