0
News
    Home Amerika Serikat Berita Dunia Internasional Featured Iran Konflik Timur Tengah Rudal Tomahawk Spesial

    Heboh Video Rudal Tomahawk Hantam Kompleks Sekolah Iran, AS Tak Bisa Menyangkal Lagi - SindoNews

    8 min read

     

    Heboh Video Rudal Tomahawk Hantam Kompleks Sekolah Iran, AS Tak Bisa Menyangkal Lagi


    Makin mudah baca berita nasional dan internasional.


    Senin, 09 Maret 2026 - 12:50 WIB

    Video jejak rudal jelajah Tomahawk hantam kompleks SD putri di Minab, Iran, membuat Amerika Serikat tidak bisa menyangkal lagi. Foto/Screenshot video Mehr News Agency

    TEHERAN - Sebuah video yang baru dirilis media pemerintah Iran menunjukkan rudal jelajah Tomahawk Amerika Serikat (AS) menghantam kompleks sekolah dasar (SD) putri di Minab pada 28 Februari lalu. Di kompleks yang diserang itulah 175 orang tewas, banyak di antaranya para siswi.

    Video tersebut, yang diunggah pada hari Minggu oleh Mehr News Agency, menunjukkan rudal jelajah Tomahawk menghantam kompleks bangunan tersebut. Kompleks itu sebenarnya mencakup bangunan bekas pangkalan Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran, dan SD putri itu juga ada di sana.

    Baca Juga: AS Diduga Serang SD Minab Iran yang Tewaskan 168 Orang, tapi Trump Salahkan Teheran

    Bukti video ini membuat AS sulit untuk menyangkal lagi, karena militernya adalah satu-satunya pengguna rudal Tomahawk.

    Sejumlah bukti yang dikumpulkan oleh The New York Times—termasuk citra satelit, unggahan media sosial, dan video terverifikasi lainnya—menunjukkan bahwa gedung SD Shajarah Tayyebeh rusak parah akibat serangan presisi yang terjadi bersamaan dengan serangan terhadap bekas pangkalan Angkatan Laut IRGC.

    Ketika ditanya oleh seorang jurnalis The New York Times pada hari Sabtu apakah Amerika Serikat telah mengebom sekolah tersebut, Presiden Donald Trump berkelit dan justru menuduh balik Iran sebagai pelakunya.

    “Tidak. Menurut pendapat saya dan berdasarkan apa yang telah saya lihat, itu dilakukan oleh Iran," kata Trump. Dia mengatakan, “Mereka sangat tidak akurat, seperti yang Anda ketahui, dengan amunisi mereka.”

    Menteri Pertahanan Pete Hegseth, yang berdiri di samping Trump, mengatakan Pentagon sedang menyelidiki. "Tetapi satu-satunya pihak yang menargetkan warga sipil adalah Iran," klaim bos Pentagon tersebut.

    Trump mengatakan dia percaya bahwa Iran bertanggung jawab atas serangan terhadap SD putri yang dilaporkan menewaskan 175 orang tersebut.

    Video serangan tersebut, yang pertama kali dilaporkan oleh kelompok riset Bellingcat, telah diverifikasi secara independen oleh The New York Times. Fitur-fitur yang terlihat dalam rekaman video telah dibandingkan dengan citra satelit baru yang diambil beberapa hari setelah serangan di Minab.

    Video tersebut difilmkan dari lokasi konstruksi di seberang pangkalan dan menunjukkan jalan setapak berdebu yang melintasi area berumput dan tumpukan puing yang juga terlihat dalam citra satelit terbaru, memperkuat kredibilitasnya. Video tersebut juga sesuai dengan video terverifikasi lainnya yang diambil segera setelah serangan.

    Analisis The New York Times terhadap video tersebut menunjukkan rudal menghantam sebuah bangunan yang digambarkan sebagai klinik medis di bekas pangkalan IRGC. Kepulan asap dan puing-puing keluar dari bangunan setelah terkena serangan, sementara teriakan para penonton terdengar dari kejauhan.

    Saat kamera bergeser ke kanan, kepulan debu dan asap besar sudah mengepul dari area sekitar SD, menunjukkan bahwa sekolah tersebut telah terkena serangan sesaat sebelum serangan terhadap bekas pangkalan Angkatan Laut IRGC. Hal ini didukung oleh timeline serangan yang disusun oleh The New York Times yang menunjukkan bahwa sekolah tersebut terkena serangan sekitar waktu yang sama dengan bekas pangkalan.

    Beberapa bangunan lain di dalam kompleks itu juga terkena serangan presisi dalam serangan tersebut, menurut analisis citra satelit.

    The New York Times telah mengidentifikasi senjata yang terlihat dalam video baru tersebut sebagai rudal jelajah Tomahawk, senjata yang tidak dimiliki oleh militer Israel maupun militer Iran. Puluhan rudal Tomahawk telah diluncurkan oleh kapal perang Angkatan Laut AS ke Iran sejak 28 Februari, ketika serangan AS-Israel terhadap Iran dimulai.

    Komando Pusat (CENTCOM) AS mengatakan video yang mereka rilis tentang beberapa rudal Tomahawk yang diluncurkan dari kapal Angkatan Laut difilmkan pada 28 Februari, hari ketika bekas pangkalan dan SD putri tersebut dihantam.

    Departemen Pertahanan AS menggambarkan Tomahawk sebagai rudal berpemandu "jarak jauh dan sangat akurat" yang dapat terbang sekitar 1.000 mil. Rudal-rudal tersebut diprogram dengan rencana penerbangan khusus sebelum diluncurkan, dan rudal-rudal tersebut mengarahkan diri sendiri ke targetnya.

    Menurut Angkatan Laut AS, setiap rudal Tomahawk memiliki panjang sekitar 20 kaki dan bentang sayap delapan setengah kaki. Rudal Tomahawk yang paling umum digunakan memiliki hulu ledak yang mengandung daya ledak sekitar 300 pon TNT.

    Trevor Ball, mantan teknisi penjinak bahan peledak Angkatan Darat AS yang bekerja dengan Bellingcat, juga mengidentifikasi rudal dalam video tersebut sebagai Tomahawk, begitu pula pakar senjata lainnya, Chris Cobb-Smith, direktur Chiron Resources, sebuah badan keamanan dan logistik.

    Ketua Kepala Staf Gabungan AS, Jenderal Dan Caine, mengatakan pada konferensi pers hari Rabu lalu bahwa pasukan AS sedang melakukan serangan di Iran selatan pada saat bekas pangkalan Angkatan Laut dan sekolah tersebut dihantam. Peta yang dia presentasikan menunjukkan bahwa area termasuk Minab, yang dekat dengan Selat Hormuz, telah menjadi sasaran serangan dalam 100 jam pertama operasi, meskipun tidak secara eksplisit menyebutkan kota tersebut.

    “Di sepanjang poros selatan, kelompok serang USS Abraham Lincoln terus memberikan tekanan dari laut di sepanjang sisi tenggara pantai dan telah melemahkan kemampuan angkatan laut di sepanjang selat,” kata jenderal tertinggi Amerika itu.

    (mas)

    wa-channel

    Follow WhatsApp Channel SINDOnews untuk Berita Terbaru Setiap Hari

    Follow

    Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!

    Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya

    Infografis

    7 Alasan Vladimir Putin...

    7 Alasan Vladimir Putin Tak Bantu Iran Lawan Israel

    Komentar
    Additional JS