0
News
    Home Amerika Serikat Ayatollah Ali Khamenei Berita Donald Trump Dunia Internasional Featured Iran IRGC Israel Konflik Timur Tengah Spesial

    Imam Ali Khamenei Syahid, IRGC Bersumpah Balas Dendam kepada AS dan Israel - Tribunnews

    6 min read

     

    Imam Ali Khamenei Syahid, IRGC Bersumpah Balas Dendam kepada AS dan Israel

    Korps Garda Revolusi Iran telah menanggapi kematian Khamenei, dengan mengatakan “kami telah kehilangan seorang pemimpin besar dan kami

    Ringkasan Berita:
    • Iran mengonfirmasi tewasnya Pemimpin Tertinggi, Ali Khamenei, dalam serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel yang masih berlangsung di berbagai wilayah negara tersebut.
    • Media pemerintah Iran melaporkan Khamenei tewas bersama putrinya, menantu laki-lakinya, serta cucunya dalam serangan yang disebut sebagai salah satu yang paling mematikan sejak eskalasi konflik terbaru pecah.

     

    SERAMBINEWS.COM - Dalam sebuah pernyataan yang disiarkan oleh kantor berita Fars, Garda Revolusi Iran atau IRGC bersumpah akan melancarkan operasi ofensif paling dahsyat dalam sejarah angkatan bersenjata Republik Islam Iran pascagugurnya pemimpin tertinggi Iran Imam Ayatollah Ali Khamenei, Sabtu dinihari (29/2/2026).

    Dikatakan bahwa operasi terhadap instalasi Israel dan AS di wilayah tersebut akan dimulai dalam “hanya beberapa saat”.

    Korps Garda Revolusi Iran telah menanggapi kematian Khamenei, dengan mengatakan “kami telah kehilangan seorang pemimpin besar dan kami berduka atas dia”, menurut pernyataan yang disiarkan oleh kantor berita Fars.

    Ia menambahkan bahwa “kemartiran Khamenei di tangan teroris dan algojo kemanusiaan yang paling kejam adalah tanda legitimasi pemimpin besar ini dan penerimaan jasanya yang tulus”.

    Baca juga: Drone Shahed Iran Hantam Radar AN/FPS-132 Milik AS di Pangkalan Qatar, Ini Fungsinya

    Ia menambahkan bahwa, "tangan balas dendam bangsa Iran... tidak akan membiarkan mereka pergi".

    "IRGC akan berdiri teguh dalam menghadapi konspirasi dalam dan luar negeri," kata pernyataan itu.

    Iran mengonfirmasi tewasnya Pemimpin Tertinggi, Ali Khamenei, dalam serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel yang masih berlangsung di berbagai wilayah negara tersebut.

    Media pemerintah Iran melaporkan Khamenei tewas bersama putrinya, menantu laki-lakinya, serta cucunya dalam serangan yang disebut sebagai salah satu yang paling mematikan sejak eskalasi konflik terbaru pecah.

    Pengumuman ini disampaikan setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, sebelumnya menyatakan bahwa operasi militer besar terhadap Iran telah dimulai menyusul serangan rudal Israel.

    Trump mengklaim pemboman yang disebutnya “berat dan tepat” akan terus berlanjut sepanjang pekan ini atau selama diperlukan untuk mencapai tujuan strategis Washington.

    Baca juga: Iran Targetkan Negara-negara Teluk Sekutu AS dengan Tembakkan Rudal dan Drone 

    Sementara itu, media Iran Fars News Agency mengutip seorang komandan IRGC mengatakan: 

    "Pembunuhan para komandan tidak meninggalkan dampak sedikit pun terhadap jalannya kemajuan dalam pertempuran ini. Struktur sistem kami dirancang sedemikian rupa yang memungkinkan penunjukan individu-individu yang mampu segera setelah kemartiran seorang komandan."

    Korban Sipil Terus Bertambah

    Di tengah serangan udara yang meluas, media pemerintah Iran juga melaporkan sebuah sekolah di Iran selatan dihantam serangan, menewaskan sedikitnya 108 orang. Secara keseluruhan, sedikitnya 201 orang dilaporkan tewas di 24 provinsi akibat gelombang serangan terbaru.

    Sementara itu, Iran melancarkan serangan balasan yang diklaim menargetkan aset-aset milik Israel dan Amerika Serikat di sejumlah negara Timur Tengah, termasuk Qatar, Uni Emirat Arab, Kuwait, Bahrain, Yordania, Arab Saudi, dan Irak. Beberapa negara di kawasan tersebut dilaporkan menutup wilayah udara mereka sebagai langkah antisipasi.

    40 Hari Berkabung Nasional

    Kantor berita negara Fars melaporkan pemerintah Iran menetapkan 40 hari berkabung nasional atas wafatnya Khamenei. Selain itu, tujuh hari libur nasional juga diumumkan.

    Bagi Republik Islam Iran, kematian Khamenei disebut sebagai “hari yang berbeda” dalam sejarah negara tersebut. Ia merupakan figur sentral dalam Revolusi Islam dan memainkan peran kunci sebelum maupun sesudah revolusi.

    Di dalam negeri, ia dipandang sebagai sosok yang sangat berpengaruh—baik oleh para pendukungnya maupun para pengkritiknya. Kini, media Iran menyebutnya sebagai “martir Revolusi Islam”.

    Namun hingga kini, tidak ada rincian resmi mengenai bagaimana persisnya ia tewas dalam serangan tersebut.

    Klaim Trump Dipertanyakan

    Klaim Presiden Trump mengenai kematian Khamenei disebut-sebut bersumber dari informasi Israel. Hingga saat ini, belum ada pernyataan terbuka dari badan intelijen Amerika Serikat maupun Pentagon yang secara resmi mengonfirmasi detail tersebut.

    Trump juga mengisyaratkan adanya potensi pemberontakan terhadap kepemimpinan di Iran dan menyatakan harapannya akan muncul perlawanan rakyat terhadap pemerintah di Teheran.

    Kantor berita Iran, Tasnim dan Fars, kemudian mengonfirmasi kematian Khamenei, meskipun detail peristiwa dan kronologi serangan belum diungkapkan secara lengkap.

    Perkembangan ini menandai babak baru yang sangat genting dalam dinamika konflik Timur Tengah, dengan implikasi yang diperkirakan akan mengguncang stabilitas kawasan dalam waktu dekat.(*)


    Komentar
    Additional JS