0
News
    Home BBM Berita Featured Indef Spesial WFH

    INDEF Ungkap Sektor yang Terdampak Negatif jika WFH Diterapkan untuk Kurangi Konsumsi BBM - Tribunnews

    6 min read

     

    INDEF Ungkap Sektor yang Terdampak Negatif jika WFH Diterapkan untuk Kurangi Konsumsi BBM



    Ada sejumlah sektor yang diprediksi mendapat dampak negatif apabila WFH diberlakukan.

    Ringkasan Berita:
    • Pemerintah mewacanakan penerapan kebijakan bekerja dari rumah atau WFH untuk menekan konsumsi BBM.
    • INDEF menyebut WFH memiliki dampak positif dan negatif.
    • Sektor yang bisa mendapat dampak negatif misalnya sektor makanan dan transportasi.

    TRIBUNNEWS.COM - Pemerintah sedang mengkaji skenario penerapan kebijakan bekerja dari rumah atau work from home (WFH) dan pengurangan hari kerja guna menekan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) di tengah berlangsungnya perang Iran melawan Amerika Serikat (AS) dan Israel.

    Direktur Program INDEF, Eisha Maghfiruha Rachbini menyambut baik kebijakan WFH, tetapi juga memberikan sejumlah catatan.

    INDEF atau Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) adalah lembaga riset yang berfokus pada kajian, analisis kebijakan publik, serta edukasi di bidang ekonomi dan keuangan untuk memberikan solusi bagi pembangunan Indonesia

    “Salah satu respons untuk mengendalikan konsumsi dengan WFH ini cukup baik, tetapi perlu dilihat secara berkala,” kata Eisha dalam program The Prime Show di iNews, Rabu, (25/3/2026).

    Eisha berujar masih ada kesenjangan antara konsumsi dan produksi BBM di Indonesia. Sebanyak 60 persen kebutuhan BBM fosil Indonesia masih harus diimpor.

    Menurut dia, Indonesia memiliki ketergantungan pada BBM fosil. Oleh karena itu, pemerintah Indonesia harus segera melakukan transisi energi atau beralih ke sumber-sumber energi yang lain.

    Lalu, Eisha mengingatkan bahwa krisis energi bisa saja terjadi. Namun, jika pemerintah dan masyarakat bisa mempersiapkan diri dengan baik, krisis itu bisa dihadapi.

    Dampak WFH

    Eisha mengatakan apabila kebijakan WFH nantinya benar-benar diterapkan, akan ada sejumlah dampak yang muncul.

    “Ketika WFH, mungkin ada sektor yang juga terdampak dan sektor yang masih bisa bertahan,” kata dia.

    Sektor yang bisa bertahan misalnya sektor pemerintahan yang tidak esensial dan tenaga kerjanya bisa bekerja dari rumah. Dia berkata WFH bisa mengurangi perjalanan dinas dan mengurangi rapat-rapat yang nonesensial sehingga bisa menjadi penghematan fiskal.

    Baca juga: Mendagri Sebut WFH 1 Hari Sepekan Tunggu Arahan dari Prabowo

    “Ketika WFH diberlakukan, ada pekerja kantor yang berkurang atau ada sektor transportasi yang terdampak, misalnya ojol (ojek online).”

    “Kedua, misalnya sektor makanan dan minuman di sekitar perkantoran juga bisa berkurang atau sektor perdagangan ritel dan lainnya juga bisa berkurang,” ucapnya.

    Eisha menyebut sektor informal menyumbang 60 persen dari sektor ketenagakerjaan. Sektor informal itu bisa dirinci lagi menjadi sejumlah sektor, misalnya sektor makanan dan transportasi.

    “Kalau kita lihat dari WFH ini, mungkin yang akan terdampak langsung adalah sektor transportasi, logistik, dan distribusi,” katanya.

    Sektor-sektor ini bisa menerima dampak buruk. Namun, sektor lain bisa mendapat dampak positif atau mengalami peningkatan. Oleh karena itu, dia menegaskan bahwa kebijakan WFH memiliki kelebihan dan kekurangan.

    Wacana penerapan WFH

    Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto telah meminta anak buahnya mengkaji skenario penerapan WFH dan pengurangan hari kerja guna menekan konsumsi BBM.

    "Kita bersyukur, kita aman, tetapi kita juga harus tetap berupaya mengurangi konsumsi BBM kita," ujar Prabowo saat memimpin Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jumat, (13/3/2026).

    Prabowo mengatakan skenario itu perlu dikaji sebagai antisipasi jika krisis ekonomi terjadi imbas perang di Timur Tengah yang berdampak pada kenaikan harga minyak.

    Lonjakan harga bahan baku energi akan berdampak pada berbagai sektor, termasuk harga pangan. Dia mewanti-wanti semua pihak untuk tidak merasa terlalu aman tanpa kesiapan menghadapi berbagai kemungkinan.

    "Tapi, tentunya kita juga sekarang harus melakukan langkah-langkah yang proaktif," tuturnya.

    Baca juga: Pengamat Sebut Kebijakan WFH untuk Hemat BBM Tak Efektif dan Tidak Akan Tercapai, Kenapa?

    Prabowo kemudian mencontohkan bagaimana pemerintah Pakistan telah memandang situasi saat ini sudah kritis.

    Dia menjelaskan skenario yang diterapkan Pakistan meliputi pengurangan gaji pejabat negara dan DPR, mengurangi konsumsi BBM dan penggunaan mobil kementerian, sampai menerapkan WFH dan mengurangi hari kerja.

    Menurut Prabowo, Indonesia juga pernah berhasil melewati masa krisis, yakni saat Pandemi Covid-19 yang memicu krisis ekonomi dan kesehatan di seluruh dunia.

    "Dulu kita atasi Covid, dan kita berhasil. Kita mampu banyak bekerja dari rumah dengan efisien. Artinya, kita menghemat BBM dalam jumlah yang sangat besar," ucapnya.

    (Tribunnews/Febri/Igman)


    Komentar
    Additional JS