0
News
    Home Andrie Yunus Berita Featured Kasus Spesial

    Ini Wajah dan Identitas Terduga Pelaku Penyiram Air Keras ke Andrie Yunus KontraS - Liputan6

    9 min read

     

    Ini Wajah dan Identitas Terduga Pelaku Penyiram Air Keras ke Andrie Yunus KontraS

    Keduanya diketahui berdasarkan hasil penyelidikan.

    Polri Ungkap Wajah Terduga Pelaku Penyiram Air Keras ke Andrie Yunus KontraS (Tangkapan Layar YouTube Liputan6.)
    Paling sering ditanyakan
    • Siapa korban penyiraman air keras yang disebutkan dalam berita?
    • Kapan dan di mana insiden penyiraman air keras terjadi?
    • Siapa terduga pelaku yang diidentifikasi oleh Polri?
     Baca artikel ini 5x lebih cepat

    Liputan6.com, Jakarta - Polri mulai menguak tabir di balik kasus penyiraman air keras terhadap aktivis Komisi untuk Orang Hilang dan Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus. Dari hasil penyelidikan, dua terduga pelaku berhasil teridentifikasi melalui rekaman CCTV yang merekam pergerakan mereka di sepanjang jalur hingga lokasi kejadian.

    Dirreskrimum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Iman Imanuddin mengatakan, kedua pelaku beraksi menggunakan sepeda motor. Pelaku yang mengemudi terlihat mengenakan kemeja batik bermotif biru, sementara pelaku kedua yang dibonceng memakai topi dan diduga sebagai eksekutor yang menyiramkan air keras kepada korban.

    "Ini penumpang belakang di TKP terlihat menyiramkan (air keras) kepada korban. Gambar dari terduga pelaku atau eksekutor yang tertangkap kamera di sepanjang jalur dan di TKP," jelas Iman sambil menampilkan gambar terduga pelaku dalam konferensi pers, Rabu (18/3/2026).

    Iman menegaskan, seluruh gambar yang ditampilkan merupakan hasil asli rekaman CCTV, bukan hasil rekayasa teknologi atau kecerdasan buatan (AI). Rekaman tersebut menjadi salah satu bukti penting dalam mengungkap identitas para pelaku.

    "Ini adalah murni kami ambil dari CCTV yang tertangkap kamera di sepanjang jalan dilalui pelaku. Sehingga bukan hasil AI," tegasnya.

    Polri Ungkap Wajah Terduga Pelaku Penyiram Air Keras ke Andrie Yunus KontraS
    Polri Ungkap Wajah Terduga Pelaku Penyiram Air Keras ke Andrie Yunus KontraS (Tangkapan Layar YouTube Liputan6.)

    Identitas Terduga Pelaku

    Iman kemudian mengungkap kedua identitas terduga pelaku. Terduga pelaku pertama berisial BHC. Sementara terduga pelaku kedua adalah MAK.

    "Kami menduga, bahwa 2 orang yang tadi kami tunjukkan tersebut, dari satu data inisial BHC, dua inisial MAK," jelasnya.

    Iman menambahkan, tidak tertutup kemungkinan jumlah terduga pelaku lebih dari empat orang. Dia memastikan, polisi akan mengungkap kembali terduga pelaku jika sudah ada temuan baru.

    "Dari hasil penyelidikan kami tidak menutup kemungkinan ini pelaku dapat diduga lebih dari empat sebagaimana kami sampaikan awal ke rekan-rekan media," ucapnya.

    Disiram Air Keras Usai Isi Podcast Remiliterisme

    Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus, menjadi korban penyiraman air keras oleh OTK pada Kamis malam (12/3/2026). Akibat serangan tersebut, Andrie mengalami luka serius di sejumlah bagian tubuh, terutama pada tangan kanan dan kiri, wajah, dada, serta area mata.

    Koordinator Badan Pekerja KontraS, Dimas Bagus Arya menjelaskan, peristiwa itu terjadi setelah Andrie selesai melakukan perekaman siniar (podcast) di kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia dengan tema “Remiliterisme dan Judicial Review di Indonesia”. Kegiatan tersebut selesai sekitar pukul 23.00 WIB.

    "Pasca peristiwa tersebut, Andrie Yunus segera dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan secara medis. Dari hasil pemeriksaan, Andrie mengalami luka bakar sebanyak 24%," ujar Dimas seperti dikutip dari keterangan diterima, Jumat (13/3/2026).

    Dimas menduga serangan itu merupakan upaya untuk membungkam suara kritis masyarakat, khususnya para pembela hak asasi manusia. Menurutnya, para pejuang HAM seharusnya mendapatkan perlindungan sebagaimana diatur dalam berbagai regulasi, termasuk Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang HAM serta sejumlah aturan perlindungan terhadap pembela HAM.

    Dia menegaskan peristiwa tersebut harus mendapat perhatian serius dari berbagai pihak, baik lembaga penegak hukum maupun masyarakat sipil. KontraS pun mendesak aparat kepolisian segera mengusut tuntas kasus ini dan mengungkap pelaku beserta motif di balik penyerangan.

    “Penyelidikan untuk mengungkap pelaku serta motif di balik serangan tersebut. Mengingat, upaya penyiraman air keras terhadap korban dapat mengakibatkan luka fatal yang serius hingga meninggal dunia,” tutupnya.


    Komentar
    Additional JS