Iran akan Permanenkan Penerapan Tarif Tol Selat Hormuz, Parlemen Siapkan UU - Republika
Iran akan Permanenkan Penerapan Tarif Tol Selat Hormuz, Parlemen Siapkan UU
REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN -- Parlemen Iran, dilaporkan Fars dan Tasnim dilansir Al Jazeera, Kamis (26/3/2026), tengah menyiapkan rancangan undang-undang (RUU) sebagai dasar penarikan tarif tol bagi kapal-kapal yang melintas di Selat Hormuz. Laporan dua media Iran mengutip juru bicara dari Komite Hubungan Sipil Parlemen menyebutkan, bahwa RUU segera difinalisasi oleh tim hukum legislasi.
"Menurut rencana, Iran harus mengoleksi tarif untuk memastikan keamanan dari kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz," ujar salah seorang pejabat.
Baca Juga :
Iran Mulai Terapkan Tarif Tol 2 Juta Dolar AS Per Kapal Tanker, Bisa Kaya Raya dari Selat Hormuz"Ini sangat alamiah. Sama seperti koridor-koridor lain, saat barang (impor) masuk ke sebuah negara, ada bea yang dibayar; Selat Hormuz juga merupakan sebuah koridor. Kami memastikan keamanannya, dan adalah alamiah bagi kapal-kapal dan tanker membayar bea itu," kata pejabat tadi menambahkan.
Seperti dilaporkan sebelumnya, Iran telah menolak proposal gencatan senjata dari Amerika Serikat (AS). Alih-alih, Iran menetapkan lima syarat jika perang ingin dihentikan, salah satunya pengakuan terhadap kontrol Iran atas Selat Hormuz.
Pada Ahad (22/3/2026), anggota Parlemen Iran Alaeddin Boroujerdi, mengungkapkan bahwa Teheran telah memulai penerapan tarif 2 juta dolar AS bagi setiap kapal tanker yang ingin melintas di Selat Hormuz. Dilaporkan The Cradle, Selasa (24/3/2026), kebijakan Iran itu disebut Boroujerdi sebagai langkah menuju suatu "kedaulatan rezim" baru atas jalur laut strategis.
"Mengumpulkan 2 juta dolar AS biaya transit bagi kapal-kapal yang melintas di selat (Hormuz) merefleksikan kekuatan Iran," ujar Boroujerdi kepada IRIB, menambahkan bahwa "perang memiliki ongkos."
Halaman 2 / 2
Dilaporkan Lloyd’s List Intelligence dilansir bne Intellinews, Selasa (24/3/2026), jumlah kapal tanker yang melintas di Selat Hormuz terus bertambah seiring dengan penerapan sistem pembayaran tol yang diterapkan Iran. Pada Selasa, setidaknya ada 20 kapal yang telah bergerak mengambil jalur antara pulau Qeshm dan Larak seperti yang diarahkan oleh otoritas Iran.
Analis dari Lloyd’s List Intelligence mengungkapkan bahwa sedikitnya 16 kapal transit di Selat Hormuz sejak 20 Maret, di mana 12 kapal berlayar melalui koridor yang dikontrol Iran. Setidaknya dua kapal diketahui telah membayar tol ke Iran, di mana satu kapal dilaporkan membayar sekitar 2 juta dolar AS.
Adapun, jumlah minyak yang keluar dari Teluk Persia saat ini telah meningkat di angka 8 juta barel per hari menurut estimasi bne IntelliNews. Koridor di Selat Hormuz saat ini diawasi oleh IRGC yang melakukan verifikasi terhadap detail kapal, dan untuk beberapa kasus, menerapkan tarif tol untuk transit.