0
News
    Home Amerika Serikat BBM Berita Dunia Internasional Featured Iran Israel Konflik Timur Tengah LPG Selat Hormuz Spesial

    Iran Blokade Selat Hormuz, Bagaimana Nasib Impor BBM dan LPG Indonesia dari AS - SindoNews

    7 min read

     

    Iran Blokade Selat Hormuz, Bagaimana Nasib Impor BBM dan LPG Indonesia dari AS


    Makin mudah baca berita nasional dan internasional.


    Senin, 02 Maret 2026 - 19:40 WIB

    Pemerintah membahas terkait kondisi geopolitik terkini di Timur Tengah dampaknya terhadap impor migas Indonesia dari AS. FOTO/dok.SindoNews

    JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto memanggil Menteri ESDM Bahlil Lahadalia ke Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Senin (2/3/2026). Pembahasan terkait penutupan Selat Hormuz pascaserangan Amerika Serikat dan Israel ke Iran.

    “Sebagai pembantu Presiden dipanggil harus menghadap dulu, habis ini baru melapor kita,” kata Bahlil kepada awak media setibanya di Kompleks Istana Kepresidenan.

    Bahlil mengungkapkan, pembahasan dengan Presiden Prabowo kemungkinan besar menyangkut kondisi geopolitik terkini di Timur Tengah, termasuk penutupan Selat Hormuz yang menjadi jalur vital distribusi minyak dunia.

    “Mungkin menyangkut dengan kondisi terkini, geopolitik ya, menyangkut dengan penutupan Selat Hormuz Iran. Karena ini juga antisipasi tentang pasokan minyak dunia. Karena bagaimanapun kita masih melakukan impor sebelum Lebaran,” katanya.

    Baca Juga: Iran Tutup Selat Hormuz, Jalur Minyak Dunia Terancam Lumpuh

    Terkait langkah mitigasi, Bahlil menyatakan pihaknya akan menggelar rapat dengan Dewan Energi Nasional (DEN) pada Selasa (3/3/2026) besok. “Nanti, saya besok Insyaallah akan rapat Dewan Energi Nasional. Rapat dulu baru saya laporkan.”

    Meski demikian, Bahlil memastikan cadangan bahan bakar minyak (BBM) nasional masih dalam kondisi aman. “Masih cukup, 20 hari.”

    Terkait potensi dampak terhadap subsidi energi, ia menyebut hingga saat ini belum ada masalah. Namun, ia tidak menampik kemungkinan terjadinya koreksi harga apabila ketegangan di Timur Tengah terus berlanjut. “Sampai hari ini enggak ada masalah, tapi kan harga dunia pasti akan terjadi koreksi ketika kondisi geopolitik yang terus memanas di Timur Tengah,” jelasnya.

    Baca Juga: Cucu Pendiri Republik Islam Iran Minta Masyarakat Jangan Tinggalkan Jalanan dan Masjid

    Mengenai alternatif pasokan, termasuk impor dari Amerika Serikat, Bahlil mengatakan prosesnya masih berjalan sesuai kesepakatan yang telah ditandatangani sebelumnya.

    “Impor AS kan sudah saya katakan bahwa impor AS itu setelah ditandatangani baru kita melakukan tindak lanjutnya secara detail. Dan itu kita kasih kesempatan sekitar 60 hari dan sampai hari ini saya pikir kita sebagian kita sudah ambil dari AS terutama LPG. Sebagian sudah kita ambil,” pungkasnya.

    (nng)

    wa-channel

    Follow WhatsApp Channel SINDOnews untuk Berita Terbaru Setiap Hari

    Follow

    Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!

    Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya

    Infografis

    Rencana AS Keluar dari...

    Rencana AS Keluar dari NATO dan PBB Didukung Elon Musk


    Komentar
    Additional JS