Iran Dikabarkan Akhirnya Pakai Rudal Hipersonik Fattah-2 dan Berhasil Tembus Iron Dome Israel - SindoNews

Tim Redaksi
KOMPAS.com - Iran dilaporkan untuk pertama kalinya menggunakan rudal hipersonik Fattah-2 dalam pertempuran dengan menargetkan pasukan Amerika Serikat (AS) dan Israel.
Sumber militer Iran mengatakan kepada Al Ghad bahwa sistem rudal canggih tersebut dikerahkan dalam gelombang serangan balasan terbaru, setelah serangan terkoordinasi AS–Israel terhadap sejumlah fasilitas strategis Iran.
Meski begitu, pemerintah Iran belum merilis rincian operasional secara resmi. Jika nantinya terkonfirmasi, ini akan menjadi penggunaan tempur pertama teknologi hipersonik Iran.
Sejumlah video dan laporan yang beredar menunjukkan rudal Iran, yang diyakini varian hipersonik seperti Fattah-2, mampu menghindari beberapa roket pencegat.
Dilansir Wionews (3/3/2026), rudal tersebut juga disebut berhasil menembus sistem pertahanan udara berlapis Israel, termasuk Iron Dome, di tengah konflik Iran–Israel yang masih berlangsung.
Namun, jenis rudal dan lokasi pasti peluncuran belum dapat diverifikasi secara independen.
Para analis militer menilai, jika benar rudal hipersonik telah digunakan, hal ini menunjukkan kemampuan Iran untuk menguji bahkan melampaui efektivitas sistem pertahanan udara regional.
Kondisi tersebut berpotensi menciptakan tantangan strategis baru bagi negara-negara lawan
Baca juga: Harga Drone Iran Vs Rudal AS, Seberapa Jauh Kesenjangannya?
Apa itu rudal hipersonik Fattah-2?
Iran memperkenalkan Fattah-2 pada November 2023 sebagai pengembangan dari Fattah-1.
Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) menyebutnya sebagai rudal hipersonik generasi terbaru yang dilengkapi kendaraan luncur hipersonik (hypersonic glide vehicle/HGV).
Menurut klaim Teheran, Fattah-2 mampu melaju hingga Mach 15 atau sekitar 15 kali kecepatan suara, dengan jangkauan mencapai 1.500 kilometer.
Sebagaimana dilansir The Sunday Guardian, Senin (1/3/2026), dalam radius tersebut, seluruh wilayah Israel, pangkalan militer AS di kawasan Teluk, hingga sebagian Eropa Timur masuk dalam jangkauan potensial.
Berbeda dari rudal balistik konvensional yang memiliki lintasan tetap, kendaraan luncur hipersonik dapat bermanuver secara dinamis selama fase penerbangan.
Kemampuan ini membuatnya jauh lebih sulit dideteksi dan dicegat oleh sistem pertahanan udara modern.
Fattah-2 dilaporkan membawa hulu ledak konvensional dan dirancang untuk menyerang target darat maupun laut.
Pejabat Iran kerap menyebutnya sebagai senjata yang “mengubah permainan” dalam kekuatan militer mereka.
Para pakar pertahanan menilai, kehadiran senjata hipersonik seperti Fattah-2 dapat mengancam berbagai aset strategis, termasuk instalasi militer dan kapal induk yang beroperasi di kawasan.
Kemampuan manuver di fase akhir penerbangan membuat sistem radar dan pencegat harus bekerja jauh lebih kompleks dibanding menghadapi rudal balistik tradisional.
Spesifikasi utama Fattah-2
- Tipe: Rudal hipersonik dengan kendaraan luncur hipersonik (HGV)
- Kecepatan maksimum: Diklaim hingga Mach 15
- Jangkauan: Sekitar 1.500 km
- Platform peluncuran: Transporter Erector Launcher (TEL) yang mobile di darat
- Hulu ledak: Konvensional (detail resmi tidak diungkapkan)
- Sistem propulsi: Booster berbahan bakar padat dengan kendaraan luncur tahap kedua
- Profil penerbangan: Mampu bermanuver di fase meluncur untuk menghindari radar dan sistem pencegat.
Para pejabat Iran telah mengeluarkan peringatan keras menyusul serangan AS-Israel terhadap situs-situs strategis Iran.
Teheran menggambarkan kemampuan rudalnya sebagai bagian dari doktrin pencegahan yang lebih luas.
“Kami sudah memperingatkan Anda! Sekarang Anda telah memulai jalan yang ujungnya sudah di luar kendali Anda,” kata Ebrahim Azizi, kepala Komisi Keamanan Nasional Iran, dalam sebuah pernyataan, dikutip dari Al Jazeera (28/2/2026).
Para pemimpin Iran terus bersikeras bahwa setiap serangan terhadap negara itu akan memicu pembalasan yang tegas dan dahsyat. Penggunaan Fattah-2 yang dilaporkan tampaknya sejalan dengan pesan tersebut.
Sementara itu, para analis militer memperingatkan, jika kedua pihak terus memperluas cakupan operasi, konfrontasi dapat meluas melampaui medan pertempuran saat ini.
Keterlibatan sistem rudal canggih juga menempatkan negara-negara tetangga dan jalur pelayaran internasional dalam risiko yang lebih tinggi.
Baca juga: Berapa Lama Kemungkinan Perang AS-Israel Vs Iran Akan Berlangsung?
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang