Iran Diklaim Memohon Minta Berunding, Trump: Terlambat Sudah! - Beritasatu
London, Beritasatu.com — Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan Teheran telah meminta pembicaraan dengan Washington, tetapi ia menilai permintaan tersebut sudah terlambat di tengah berlanjutnya operasi militer Amerika Serikat terhadap Iran.
Pernyataan itu disampaikan Trump melalui unggahan di akun Truth Social pada Selasa (3/3/2026) waktu AS. Ia menegaskan kekuatan militer Iran disebut telah mengalami kerusakan besar setelah serangan udara yang dilakukan Amerika Serikat bersama Israel.
Trump menyebut sistem pertahanan udara, angkatan udara, angkatan laut, hingga kepemimpinan militer Iran telah “hancur”. Menurutnya, kondisi itu membuat Teheran kini mencoba membuka jalur komunikasi dengan Washington.
“Mereka ingin berbicara. Saya katakan, ‘Terlambat!’,” tulis Trump dalam unggahan tersebut.
Dalam unggahan terpisah pada Senin (2/3/2026) malam, Trump juga menegaskan Amerika Serikat memiliki persediaan senjata yang sangat besar untuk menghadapi konflik berkepanjangan.
Ia menggambarkan stok persenjataan negaranya sebagai pasokan amunisi yang hampir tak terbatas. Trump bahkan menyatakan perang dapat berlangsung dalam waktu lama hanya dengan memanfaatkan persediaan tersebut.
“Perang dapat dilakukan selamanya, dan dengan sangat sukses, hanya dengan menggunakan persediaan ini,” tulisnya. Ia menambahkan bahwa Amerika Serikat memiliki stok yang cukup dan siap menang besar.
Pernyataan Trump muncul saat konflik militer memasuki hari keempat setelah serangan udara Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada Sabtu.
Sebelumnya pada Senin, dalam pidato singkat menjelang upacara pemberian medali kehormatan di Gedung Putih, Trump menolak menjelaskan secara terperinci berapa lama operasi militer terhadap Iran akan berlangsung.
Namun ia mengungkapkan bahwa operasi tersebut awalnya diproyeksikan berlangsung sekitar empat hingga lima minggu.
“Kita sudah jauh melampaui proyeksi waktu yang telah ditetapkan. Namun berapa pun waktunya, tidak apa-apa. Apa pun yang dibutuhkan,” kata Trump.