0
News
    Home Berita Dunia Internasional Featured Iran Israel Konflik Timur Tengah Spesial

    Iran Gempur Pangkalan Militer dan Markas Badan Keamanan Israel - Viva

    4 min read

     

    Iran Gempur Pangkalan Militer dan Markas Badan Keamanan Israel

    Iran, VIVA –Militer Iran pada Kamis menyatakan bahwa mereka telah menargetkan sejumlah pangkalan militer Israel serta markas badan keamanan dalam negeri negara itu, Shin Bet.

    Dalam pernyataan yang disiarkan oleh televisi pemerintah, militer Iran mengatakan bahwa pangkalan udara Palmachim dan Ovda milik rezim Zionis Israel, serta kantor pusat Shin Bet, menjadi sasaran serangan drone milik Angkatan Darat Republik Islam Iran.

    GULIR UNTUK LANJUT BACA

    Menurut pernyataan tersebut yang dikutip dari laman Middle East Eye, Jumat 13 Maret 2026, serangan dilakukan menggunakan drone yang diluncurkan oleh militer Iran.

    Sejak Israel dan Amerika Serikat melancarkan serangan terhadap berbagai target di Iran bulan lalu, Iran juga diketahui menembakkan serangan ke Israel serta pangkalan-pangkalan militer Amerika di kawasan tersebut. Selain itu, Iran disebut telah melancarkan serangan yang tidak terarah ke sejumlah negara tetangga.

    Balas Dendam Iran

    Dalam pernyataan perdananya, pemimpin tertinggi Iran yang baru, Mojtaba Khamenei pada Kamis 12 Maret 2026, pasca meninggalnya Ayatollah Ali Khamenei dalam serangan gabungan AS-Isreal pada 28 Februari lalu,  Iran tidak akan pernah mundur dan akan melawan dengan kekuatan penuh. Menurutya Iran akan membalas kematian bukan hanya mendiang  Ayatollah Ali Khamenei, tetapi juga setiap warga negara yang kehilangan nyawa dalam perang tersebut.

    “Saya mendapat kehormatan melihat jasad beliau setelah gugur sebagai syahid. Kami tidak akan pernah melupakan tuntutan balas atas darah para syuhada,” ujarnya  seperti dikutip dari laman NDTV, Jumat 13 Maret 2026.

    Serangan Iran yang terus berlanjut terhadap jalur pelayaran dan infrastruktur energi di Teluk Persia kembali mendorong harga minyak dunia menembus angka 100 dolar per barel pada Kamis. Hal ini terjadi ketika serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran masih berlangsung tanpa tanda-tanda perang akan segera berakhir.

    Iran tampaknya berupaya menimbulkan tekanan ekonomi global yang cukup besar agar Amerika Serikat dan Israel menghentikan serangan mereka, yang memicu pecahnya perang pada 28 Februari.

    Presiden Iran juga menegaskan bahwa serangan-serangan tersebut akan terus dilakukan sampai Iran mendapatkan jaminan keamanan agar tidak kembali diserang. Pernyataan ini menunjukkan bahwa bahkan gencatan senjata atau klaim kemenangan dari pihak Amerika Serikat belum tentu langsung mengakhiri konflik tersebut.

    Di sisi lain, di hari yang bersamaan, Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyampaikan tiga syarat untuk mengakhiri konflik yang sedang berlangsung antara Iran dengan AS dan Israel.

    Dalam penjelasannya, Pezeshkian mengatakan setiap upaya penyelesaian harus mengakui hak-hak sah Iran serta menjamin bahwa negara tersebut tidak akan kembali menjadi sasaran serangan di masa depan.

    GULIR UNTUK LANJUT BACA

    Melalui unggahan di media sosial X, ia juga menuntut adanya kompensasi atas kerusakan yang ditimbulkan selama perang berlangsung.

    “Saat berbicara dengan para pemimpin Rusia dan Pakistan, saya kembali menegaskan komitmen Iran untuk menjaga perdamaian di kawasan. Satu-satunya cara mengakhiri perang ini yang dipicu oleh rezim Zionis dan Amerika Serikat adalah dengan mengakui hak sah Iran, membayar ganti rugi atas kerusakan yang terjadi, serta memberikan jaminan internasional yang tegas agar tidak ada lagi agresi di masa depan,” tulisnya.


    Komentar
    Additional JS