0
News
    Home Berita Dunia Internasional Featured Iran Konflik Timur Tengah Kurdi Spesial

    Iran Mulai Serang Pasukan Kurdi di Irak, Gempur 3 Lokasi - Kompas

    10 min read

     

    Iran Mulai Serang Pasukan Kurdi di Irak, Gempur 3 Lokasi



    Aditya Jaya Iswara

    Penulis

    TEHERAN, KOMPAS.com - Garda Revolusi Iran (IRGC) melancarkan serangan terhadap kelompok separatis di wilayah Kurdistan Irak pada Sabtu (7/3/2026).

    Serangan itu terjadi ketika perang Iran dengan Israel dan Amerika Serikat (AS) memasuki pekan kedua.

    Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

    Dalam pernyataan yang dimuat kantor berita Tasnim, IRGC menyebutkan bahwa operasi tersebut menyasar tiga lokasi kelompok separatis di wilayah Kurdistan Irak.

    Baca juga: AS Gunakan Taktik Lama Persenjatai Oposisi, Iran di Ambang Perang Saudara?

    “Tiga lokasi kelompok separatis di wilayah Irak (Kurdistan) telah diserang... Pagi ini,” demikian bunyi pernyataan IRGC, dikutip dari kantor berita AFP.

    Selalu Tuduh Iran, Israel Ternyata Diam-diam Punya Program Senjata Nuklir

    Mereka juga memperingatkan, tindakan tegas akan diambil jika kelompok tersebut melakukan aktivitas yang dianggap mengancam wilayah Iran.

    “Jika kelompok separatis di wilayah tersebut melakukan gerakan apa pun yang bertentangan dengan integritas teritorial Iran, kami akan menghancurkan mereka,” tambah Garda Revolusi.

    Pejabat dari kelompok oposisi Iran yang berada di pengasingan Kurdistan Irak mengatakan kepada AFP, serangan dilakukan menggunakan drone, menargetkan posisi milik tiga partai Kurdi Iran.

    Meski demikian, ia menyebutkan bahwa tidak ada korban jiwa dalam serangan tersebut.

    Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

    Baca juga: Pasukan Kurdi Bersiap Serang Iran, Sudah Menunggu 47 Tahun

    Wilayah otonom Kurdistan Irak menampung sejumlah kamp dan pangkalan belakang milik kelompok militan Kurdi Iran.

    Lokasi-lokasi tersebut beberapa kali menjadi sasaran serangan Iran sejak perang dengan Israel dan AS dimulai.

    Teheran sebelumnya juga mengancam akan menargetkan semua fasilitas di wilayah Kurdistan jika para militan diizinkan memasuki wilayah Iran.

    Sementara itu, Pemerintah Irak bersama otoritas wilayah otonom Kurdistan pada Jumat (6/3/2026) menyatakan, wilayah Irak tidak boleh dijadikan sebagai landasan untuk melancarkan serangan terhadap negara tetangga.

    Pernyataan itu disampaikan menyusul laporan bahwa pasukan Kurdi kemungkinan mencoba menyeberang ke Iran.

    Di sisi lain, komandan penjaga perbatasan Irak Mohammed Sukar menegaskan, situasi di perbatasan Irak-Iran dalam kondisi aman.

    Menurut Kantor Berita Irak (INA), Sukar menyatakan tidak ada upaya infiltrasi ke wilayah Iran melalui perbatasan tersebut.

    Baca juga: Skenario jika Rezim Iran Tumbang, Bisa Jadi seperti Venezuela atau Korea Utara

    Pasukan Kurdi bersiap serang Iran

    Kelompok oposisi Kurdi Iran yang hidup dalam pengasingan di Irak utara mengatakan kepada BBC, mereka punya rencana menyeberangi perbatasan—rencana yang sudah ada selama puluhan tahun. Namun, mereka membantah tegas klaim bahwa pasukan mereka sudah bergerak.

    "Kami telah mempersiapkan hal ini selama 47 tahun," ujar Hana Yazdanpana dari Partai Kebebasan Kurdistan (PAK), yang mengklaim memiliki pasukan bersenjata terbesar.

    Meski begitu, ia menegaskan bahwa "tidak satu pun Peshmerga yang bergerak."

    Kata peshmerga dalam bahasa Kurdi berarti "orang-orang yang menghadapi kematian."

    Hana Yazdanpana menjelaskan bahwa enam kelompok oposisi—yang baru-baru ini membentuk koalisi—sedang berkoordinasi secara politik maupun militer.

    "Tidak ada yang bergerak sendirian," ujarnya. "Kami akan tahu jika saudara-saudara kami memutuskan untuk bergerak."

    Baca juga: Negara Teluk Disebut Murka, Nilai AS Gagal Beri Perlindungan dari Serangan Iran

    Namun, menurutnya, tidak ada pergerakan pasukan pekan ini. Dia bilang, langkah itu hanya mungkin dilakukan jika AS terlebih dahulu membuka jalan.

    "Kami tidak bisa bergerak jika langit di atas kami belum dibersihkan," katanya. "Dan kami butuh gudang senjata rezim dihancurkan. Kalau tidak, itu akan jadi tindakan bunuh diri. Rezim sangat brutal, sementara senjata paling canggih yang kami miliki hanyalah Kalashnikov."

    Adapun Gedung Putih membantah laporan yang menyebut Presiden AS Donald Trump tengah mempertimbangkan untuk mempersenjatai kelompok Kurdi.

    Apalagi banyak di antara mereka pernah dilatih pasukan AS untuk melawan kelompok ISIS di Irak.

    Kurdi merupakan kelompok etnis terbesar keempat di Timur Tengah, yang tersebar di Iran, Irak, Suriah, dan Turki.

    Mereka punya sejarah panjang sebagai kaum yang kerap ditindas dan dikhianati. Seperti pepatah Kurdi, "Kami tidak punya teman selain gunung."

    Baca juga: Dilirik AS, Begini Cara Senjata Jagoan Ukraina Rontokkan Drone Iran

    KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

    Komentar
    Additional JS