0
News
    Home Berita Donald Trump Dunia Internasional Featured Iran Konflik Timur Tengah Spesial

    Iran Respon Trump: Kami yang Menentukan Kapan Perang Berakhir! - Viva

    3 min read

      

    Iran Respon Trump: Kami yang Menentukan Kapan Perang Berakhir!

    Iran, VIVA –Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menyatakan bahwa pihaknya lah yang akan menentukan akhir dari perang di Timur Tengah. Pernyataan ini disampaikan setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengatakan bahwa konflik tersebut akan segera berakhir.

    “Kamilah yang akan menentukan bagaimana perang ini berakhir,” demikian bunyi pernyataan IRGC seperti dikutip dari laman AFP, Selasa 10 Maret 2026.

    GULIR UNTUK LANJUT BACA

    Dalam pernyataan yang sama juga disebutkan bahwa perhitungan dan masa depan kawasan Timur Tengah kini berada di tangan angkatan bersenjata Iran, dan bukan ditentukan oleh pasukan Amerika.

    ” Persamaan dan status masa depan kawasan ini sekarang berada di tangan angkatan bersenjata kita, pasukan Amerika tidak akan mengakhiri perang,” sambung pernytaan IRGC.

    IRGC juga menegaskan bahwa Teheran tidak akan mengizinkan satu liter pun minyak diekspor dari kawasan tersebut jika serangan Amerika Serikat dan Israel terus berlanjut.

    Seperti dikabarkan sebelumnya, Trump mengungkap perang melawan Iran akan segera berakhir dalam waktu dekat. Dia bahkan menyebut konflik yang berlangsung selama 11 hari belakangan ini dan menyebabkan kerusakan besar di Iran sebagai sebuah aksi militer jangka pendek.

    Dalam wawancaranya dengan media di Doral, Florida, AS, Trump mengklaim bahwa Amerika Serikat dan Israel telah menyerang sekitar 5.000 target sejak perang dimulai pada 28 Februari, ketika Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, tewas.

    Pernyataan Trump muncul di tengah aksi para kelompok garis keras di Iran yang menunjukkan dukungan kepada pemimpin tertinggi baru, Mojtaba Khamenei putra dari pemimpin sebelumnya. Penunjukan Mojtaba sebagai pemimpin tertinggi dikonfirmasi pada hari Minggu 8 Maret atau bertepatan saat serangan Amerika Serikat dan Israel terus menghantam fasilitas nuklir Iran, wilayah sipil, serta infrastruktur penting seperti kilang minyak dan pabrik desalinasi.

    Meski Trump memberi isyarat bahwa konflik mungkin segera berakhir, ia tetap memperingatkan Iran akan menghadapi serangan yang lebih besar jika terus menghalangi jalur pelayaran di Selat Hormuz. Gangguan di jalur tersebut diketahui telah menyebabkan lonjakan tajam harga minyak dunia, dengan minyak mentah Brent Crude acuan internasional yang sempat menembus harga 119 dolar AS per barel.

    “Saya tidak akan membiarkan rezim teroris menyandera dunia dan mencoba menghentikan pasokan minyak global. Jika Iran melakukan hal seperti itu, mereka akan mendapat serangan yang jauh, jauh lebih keras,” kata Trump dikutip dari laman Al Jazeerah, Selasa 10 Maret 2026.

    Ia juga mengatakan bahwa Amerika Serikat sedang berupaya mengakhiri ancaman terhadap jalur pelayaran di Selat Hormuz dengan memberikan jaminan risiko politik bagi kapal tanker yang beroperasi di kawasan Teluk. Ia juga menyebut kemungkinan Amerika Serikat akan mendampingi kapal-kapal tersebut untuk memberikan perlindungan.

    Selain itu, Trump menyatakan bahwa AS dan Israel masih terus menargetkan persediaan drone dan rudal milik Iran.

    GULIR UNTUK LANJUT BACA

    “Mulai hari ini, kami sudah mengetahui semua lokasi tempat mereka memproduksi drone, dan lokasi-lokasi itu sedang diserang satu per satu,” ujarnya.

    Ia menambahkan bahwa kemampuan rudal Iran kini tinggal sekitar 10 persen, bahkan mungkin kurang dari itu.


    Komentar
    Additional JS