Iran Umumkan Serangan di Malam Lailatul Qadar Lukai 100 Tentara AS - Republika
Iran Umumkan Serangan di Malam Lailatul Qadar Lukai 100 Tentara AS
REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN -- Garda Revolusi Iran (IRGC) mengumumkan bahwa sedikitnya 100 tentara Amerika terluka dalam serangan rudal dan drone terhadap Pangkalan Udara Al-Udairi di Kuwait.
“Angkatan Laut IRGC melaksanakan operasi yang kuat dan menentukan terhadap sisa-sisa militer Amerika di kawasan pada Malam Lailatul Qadar tanggal 21 bulan suci Ramadhan, sebagai bagian dari gelombang ke-38 Operasi True Promise 4, dengan sandi ‘Ya Haydar al-Karrar (AS),’” demikian pernyataan kantor hubungan masyarakat IRGC dalam pernyataannya, dikutip dari Tasnim News , Rabu (11/3/2026).
Setelah dua serangan rudal yang dilakukan secara bersamaan terhadap pangkalan helikopter Amerika di Al-Udairi, sejumlah besar tentara Amerika dilaporkan tidak dapat bertugas. Ini ditunjukkan dengan laporan lebih dari 100 personel yang terluka dibawa ke Rumah Sakit Al-Jaber dan Al-Mubarak di Kuwait.
Menurut pernyataan tersebut, infrastruktur penting di pangkalan Amerika di Pelabuhan Mina Salman, yang merupakan markas United States Fifth Fleet, termasuk sistem vital “LEADS”, juga terkena serangan rudal dan drone Iran.
Pada saat yang sama, sistem rudal Patriot, gudang peralatan, serta barak yang menampung tentara Amerika di pangkalan angkatan laut Mohammad al-Ahmad dan Ali al-Salem dilaporkan terkena serangan berat.
IRGC menegaskan bahwa perlawanan terhadap pasukan Amerika yang mereka sebut sebagai “teroris” serta terhadap rezim Zionis akan terus berlanjut tanpa henti.
Baca Juga :
Giliran Kapolri Bela Putusan RI Masuk BoP“Kami hanya mencari penyerahan total dari musuh,” bunyi pernyataan tersebut. “Perang akan berakhir ketika bayang-bayang perang diangkat dari bangsa kami.”
Halaman 2 / 2
Serangan ke Israel
Tentara Iran juga mengatakan telah melancarkan operasi drone sejak Rabu (11/3/2026) pagi terhadap sejumlah target militer rezim Israel. Termasuk, fasilitas yang terkait dengan intelijen militer Israel.
Tentara Iran menyatakan bahwa operasi tersebut menargetkan lokasi-lokasi tertentu di wilayah Palestina yang diduduki. Targetnya termasuk direktorat intelijen militer Israel yang dikenal sebagai Aman, Unit 8200 (satuan rahasia Israel), sistem radar Green Pine (Sistem pertahanan udara Israel), serta gedung markas kapal selam di pangkalan angkatan laut Haifa.
Menurut pernyataan itu, serangan dimulai sebelum fajar dan masih terus berlangsung.
Aman merupakan bagian dari struktur intelijen Israel dan terlibat dalam proses identifikasi target serta mendukung operasi militer.
Unit 8200 bertanggung jawab atas pengumpulan intelijen sinyal, pemantauan komunikasi digital, serta pelaksanaan operasi siber ofensif.
Sementara itu, sistem radar Green Pine telah menjadi elemen kunci dalam jaringan pertahanan rudal Israel terhadap rudal Iran. Kerusakan pada sistem tersebut dapat secara signifikan mengurangi kemampuan untuk mencegat serangan rudal yang masuk.
Secara terpisah, surat kabar berbahasa Ibrani Maariv, mengutip laporan media Barat, mengatakan bahwa kehancuran radar Amerika Serikat yang sangat canggih di Yordania telah memberikan pukulan berat bagi Amerika Serikat.
Dalam bagian lain laporannya, surat kabar itu menyebutkan bahwa serangan terhadap sistem pertahanan udara AS di Yordania merupakan pukulan signifikan terhadap kemampuan militer Amerika Serikat serta dukungannya terhadap pertahanan Israel dari serangan Iran.
Maariv juga mengatakan bahwa tindakan Amerika Serikat, termasuk serangan awal AS–Israel, justru telah memperkuat posisi Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC).
Sumber:
