0
News
    Home Amerika Serikat Berita Dunia Internasional Featured Iran Israel Konflik Timur Tengah Spesial

    Iran Ungkap Fasilitas Nuklir Natanz Jadi Sasaran Serangan Israel-AS - Tribunnews

    14 min read

     

    Iran Ungkap Fasilitas Nuklir Natanz Jadi Sasaran Serangan Israel-AS

    Fasilitas nuklir Iran yang luas di Natanz menjadi sasaran serangan selama operasi militer AS dan Israel terhadap Republik Islam.



    Ringkasan Berita:

    TRIBUNNEWS.COM - Israel dan Amerika Serikat (AS) melancarkan serangan terhadap Iran pada Sabtu (28/2/2026) pagi waktu setempat.

    Duta besar Iran untuk badan pengawas nuklir PBB, Reza Najafi, mengungkapkan fasilitas nuklir Iran yang luas di Natanz menjadi sasaran serangan selama operasi militer AS dan Israel terhadap Republik Islam.

    Hal ini disampaikan Reza Najafi kepada wartawan pada pertemuan dewan gubernur Badan Energi Atom Internasional yang beranggotakan 35 negara, Senin (2/3/2026).

    “Mereka kembali menyerang fasilitas nuklir Iran yang damai dan terlindungi kemarin,” kata Reza Najafi.

    Ketika ditanya oleh Reuters fasilitas mana yang terkena serangan, ia menjawab: “Natanz.”

    Korban Tewas di Iran

    Perang di Timur Tengah meluas di berbagai front pada hari Senin, dengan serangan dari Iran dan milisi yang didukung Iran menghantam Israel dan negara-negara Arab.

    Seorang pejabat senior Iran mengisyaratkan bahwa tidak akan ada negosiasi dengan Amerika Serikat, dan Palang Merah Iran mengatakan setidaknya 555 orang telah tewas sejauh ini di Republik Islam tersebut.

    Serangan udara oleh Israel dan Amerika Serikat terjadi di Iran, dan pasukan Israel menghantam target di Lebanon selatan yang menewaskan 31 orang, dalam perang yang dimulai dengan pembunuhan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei.

    Diberitakan AP News, sebuah serangan di Iran pada hari Senin tampaknya menyebabkan siaran televisi pemerintah Iran terhenti.

    Dampak dari pertempuran tersebut telah dirasakan di seluruh dunia, dengan pembatalan penerbangan, protes mematikan, dan penangguhan pengiriman barang serta pasar saham.

    Reaksi yang muncul beragam, mulai dari kegembiraan hingga kecaman.

    Baca juga: PV Sindhu Terdampak Perang Iran vs AS-Israel Jelang All England 2026, Axelsen Bagikan Kabar Terbaru

    Serangan gabungan AS-Israel terhadap Iran, yang dimulai pada hari Sabtu, memicu kekhawatiran akan perang yang lebih luas dan kerusakan pada ekonomi dunia.

    Saat serangan Israel menargetkan Teheran, Iran menembakkan drone dan rudal ke Israel dan lokasi-lokasi di sekitar Teluk.

    Tiga sekutu dekat AS —Inggris, Prancis, dan Jerman—mengatakan mereka siap membela kepentingan mereka di kawasan tersebut.

    Israel mengatakan telah bekerja sama dengan Amerika Serikat selama berbulan-bulan untuk merencanakan serangan tersebut.

    Militer AS mengatakan target di Iran termasuk fasilitas komando Garda Revolusi, kemampuan pertahanan udara, lokasi peluncuran rudal dan drone, serta lapangan terbang militer.

    Salah satu serangan pertama menghantam dekat kantor Khamenei yang berusia 86 tahun, yang telah memerintah sejak 1989 dan memegang kekuasaan tertinggi.

    Israel mengatakan bahwa mereka juga membunuh puluhan pejabat militer tinggi Iran lainnya.

    Serangan Balasan Iran

    Seorang pejabat keamanan senior Iran, Ali Larijani, mengatakan pada hari Senin di media sosial:

    "Kami tidak akan bernegosiasi dengan Amerika Serikat."

    Iran melancarkan serangan balasan berupa rudal dan drone yang menargetkan Israel dan negara-negara Teluk Arab terdekat yang menampung pasukan AS.

    Tiga anggota militer AS telah tewas, menurut Komando Pusat AS.

    Baca juga: Kehebatan Rudal Iran: Tembus Iron Dome Israel, 17.000 Km per Jam, Tersembunyi di Bawah Tanah

    Beberapa pesawat tempur AS jatuh pada hari Senin di Kuwait, kata kementerian pertahanan negara itu, dengan semua pilot berhasil menyelamatkan diri dengan terjun payung.

    Kerajaan pulau Bahrain mengatakan pada hari Senin bahwa satu orang tewas akibat pecahan peluru dari rudal yang dicegat.

    Bahrain, markas Armada ke-5 Angkatan Laut AS, mengatakan telah mencegat 61 rudal dan 34 drone serang yang diluncurkan ke arahnya.

    Beberapa tembakan berhasil menembus pertahanan, mengenai bangunan dan pangkalan angkatan laut.

    DIHANTAM RUDAL - Lokasi serangan rudal Iran yang menyasar kota Beit Shemesh, Barat Yerusalem, Minggu (1/3/2026).
    DIHANTAM RUDAL - Lokasi serangan rudal Iran yang menyasar kota Beit Shemesh, Barat Yerusalem, Minggu (1/3/2026). (Tribunnews.com/Tangkap Layar/Khaberni)

    Di sisi lain, 11 orang tewas di Israel akibat ledakan keras yang disebabkan oleh benturan atau pencegatan rudal yang terdengar di Tel Aviv.

    Layanan penyelamatan Israel mengatakan bahwa sembilan orang tewas dan beberapa lainnya terluka dalam serangan yang menghantam sebuah sinagoge di kota Beit Shemesh, Israel tengah.

    Menteri Luar Negeri Iran menyatakan bahwa unit-unit militer negaranya bertindak secara independen dari kendali pemerintah pusat setelah didesak mengenai serangan terhadap negara-negara Teluk Arab yang sebelumnya berperan sebagai perantara bagi Teheran.

    Sebuah milisi Syiah Irak mengklaim bertanggung jawab atas serangan pesawat tak berawak pada hari Senin yang menargetkan pasukan AS di bandara di ibu kota Irak, Baghdad.

    Api dan asap mengepul dari kompleks Kedutaan Besar AS di Kuwait setelah serangan Iran terhadap negara kecil di Timur Tengah itu pada hari Senin.

    Video yang diperoleh Associated Press menunjukkan asap tersebut disertai dengan suara alarm yang meraung-raung.

    Kilang minyak Ras Tanura di Arab Saudi diserang oleh pesawat nirawak pada hari Senin, kata kementerian pertahanan kerajaan, dan pihak berwenang berhasil menembak jatuh pesawat-pesawat yang datang.

    (Tribunnews.com/Nuryanti)

    Berita lain terkait Iran Vs Amerika Memanas


    Komentar
    Additional JS