0
News
    Home Berita Dunia Internasional Featured Hizbullah IRGC Israel Konflik Timur Tengah Spesial

    IRGC dan Hizbullah Luncurkan Serangan Gabungan Rudal, Drone, dan Roket ke Wilayah Pendudukan Israel - Tribunnews

    8 min read

      

    IRGC dan Hizbullah Luncurkan Serangan Gabungan Rudal, Drone, dan Roket ke Wilayah Pendudukan Israel

    IRGC menyatakan telah meluncurkan serangan gelombang ke-40 terhadap sejumlah target melibatkan penembakan empat jenis rudal.

    Ringkasan Berita:
    • IRGC menyatakan telah meluncurkan serangan gelombang ke-40 dari Operasi "True Promise 4" terhadap sejumlah target pada Rabu (11/3/2026) malam.
    • IRGC menyatakan fase terbaru operasi tersebut melibatkan penembakan empat jenis rudal.
    • Serangan itu dilakukan bersama dengan kelompok Hizbullah di Lebanon.
     


    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) menyatakan telah meluncurkan serangan gelombang ke-40 dari Operasi "True Promise 4" terhadap sejumlah target pada Rabu (11/3/2026) malam.

    Dilansir dari Press TV, IRGC menyatakan fase terbaru operasi tersebut melibatkan penembakan empat jenis rudal.

    Baca juga: 20.000 Tentara AS Dilaporkan Mundur dari Timur Tengah, Gagal Lemahkan Iran?

    Empat jenis rudal itu yakni Qadr, Emad, Kheibar Shekan, dan Fattah terhadap target di wilayah pendudukan Israel.

    "Operasi ini dirancang untuk mempertahankan tembakan terus-menerus dan berkelanjutan selama periode lima jam," tulis IRGC dilansir dari Press TV, Rabu (11/3/2026).

    Serangan itu dilakukan bersama dengan kelompok Hizbullah di Lebanon.

     

    DIGAGALKAN - Sistem pertahanan udara Arab Saudi berhasil mencegat belasan rudal dan drone yang menargetkan wilayah kerajaan pada Jumat dini hari. Serangan diarahkan ke beberapa lokasi strategis seperti Prince Sultan Air Base di Al-Kharj serta wilayah sekitar Riyadh.
    DIGAGALKAN - Sistem pertahanan udara Arab Saudi berhasil mencegat belasan rudal dan drone yang menargetkan wilayah kerajaan pada Jumat dini hari. Serangan diarahkan ke beberapa lokasi strategis seperti Prince Sultan Air Base di Al-Kharj serta wilayah sekitar Riyadh. (Tribunnews.com/Arabnews)

     

    IRGC menyatakan serangan gabungan itu dilakukan dengan sejumlah besar drone serang dan rudal yang menargetkan lebih dari 50 sasaran di seluruh wilayah pendudukan Israel.

    Serangan gelombang ke-40 IRGC itu juga dilaporkan menghantam pangkalan AS di al-Azraq Yordania dan al-Kharj Arab Saudi.

    "Front yang kuat dan bersatu ini memberikan pukulan telak pada pangkalan militer rezim pembunuh anak-anak, dari (pelabuhan pendudukan) Haifa di utara, Tel Aviv di tengah, dan Be'er Sheva di selatan wilayah pendudukan," tulis IRGC.

    Ratusan Ribu Orang Berlindung

    Serangan roket dan drone ke Israel utara yang dilakukan Hisbullah selama berjam-jam dan berulang kali dilaporkan membuat ratusan ribu warga berlindung di tempat perlindungan di wilayah pendudukan Israel pada Rabu (11/3/2026) malam.

    Dilansir dari The Times of Israel pada Kamis (12/3/2026) dini hari, serangan itu disebut sebagai serangan terbesar Hizbullah terhadap Israel sejak konflik keduanya meningkat pada Senin (3/3/2026). 

    Serangan pembuka dilakukan sebanyak 100 roket diluncurkan pada Rabu (11/3/2026) sekitar pukul 8 malam ketika sebuah rudal dari Iran menyasar wilayah tengah pendudukan Israel.

    Kemudian serangan rudal Iran juga menyasar wilayah utara dan selatan negara itu.

    Rudal-rudal Iran dilaporkan berhasil dicegat oleh pertahanan udara yang juga berupaya menggagalkan serangan Hizbullah

    Namun, dilaporkan terdapat beberapa hantaman yang menyebabkan kebakaran.

    Sebanyak dua orang dilaporkan mengalami luka ringan.

    Hizbullah dilaporkan terus menembakkan roket bersamaan dengan drone saat Pasukan Pertahanan Israel (IDF) menginstruksikan penduduk di wilayah utara untuk tetap berada di dekat tempat perlindungan.

    Sirene peringatan dilaporkan berbunyi di seluruh Galilea dan Haifa, hingga 50 kilometer dari perbatasan dengan Lebanon.

    IDF memperkirakan Hizbullah menembakkan setidaknya 150 roket ke wilayah utara selama beberapa jam.

    Sejumlah roket jarak jauh yang ditembakkan oleh Hizbullah juga disebut menghantam area terbuka. 

    Dilaporkan tidak ada sirene yang diaktifkan oleh militer karena roket-roket tersebut menuju area terbuka.

    Suara ledakan dilaporkan oleh penduduk Israel tengah di tengah serangan tersebut.

    Serangan itu berlanjut hingga Kamis (12/3/2026) dini hari.

    Sirine peringatan roket berbunyi di Nahariya dan sejumlah komunitas Galilea Barat, serta Acre dan beberapa pinggiran utara Haifa diduga disebabkan infiltrasi drone. 

    Hizbullah juga menembakkan roket jarak jauh, yang memicu sirene di Tel Aviv dan kota-kota sekitarnya di saat IDF mengumumkan telah deteksi rudal balistik Iran yang memicu sirine peringatan di Israel tengah, Yerusalem, dan sebagian wilayah selatan.

    Beberapa proyektil dilaporkan berhasil dicegat, menurut penilaian awal militer. 

    Polisi melaporkan kerusakan akibat benturan di Israel tengah. 

    Puing sisa pencegatan juga jatuh di beberapa daerah.

    IDF mengklaim juga melancarkan serangan udara besar-besaran terhadap benteng-benteng Hizbullah di Beirut selatan.

    Seorang pejabat Israel disebut mengancam akan menyerang infrastruktur sipil jika pemerintah Lebanon gagal mengendalikan Hizbullah yang didukung Iran.

     


    Komentar
    Additional JS