0
News
    Home Berita Dunia Internasional Featured Iran IRGC Kapal Induk AS Gerald R Ford Konflik Timur Tengah Spesial

    IRGC Iran: Semua Pusat Logistik dan Layanan Pendukung Kapal Induk AS Gerald R Ford Target Sah

    6 min read

     

    IRGC Iran: Semua Pusat Logistik dan Layanan Pendukung Kapal Induk AS Gerald R Ford Target Sah


    Semua pusat logistik dan layanan yang mendukung kapal induk Amerika Serikat USS Gerald R Ford di Laut Merah dianggap sebagai target sah bagi Iran

    Ringkasan Berita:
    • Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) memperingatkan bahwa semua pusat logistik yang mendukung USS Gerald R. Ford di Laut Merah akan dianggap sebagai target militer Iran.
    • Iran menilai kehadiran kapal induk AS itu sebagai ancaman langsung, terutama setelah kapal tersebut dilaporkan berada dekat Jeddah di Arab Saudi.
    • Ketegangan meningkat setelah konflik Iran dengan Amerika Serikat dan Israel memicu serangan balasan dan perluasan perang di kawasan Timur Tengah.

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) telah nenperingatkan semua pusat logistik dan layanan yang mendukung kapal induk Amerika Serikat USS Gerald R Ford di Laut Merah dianggap sebagai target sah bagi angkatan bersenjata Iran.

    IRGC menyatakan kapal perang tersebut tengah berlindung di pelabuhan Jeddah, Arab Saudi.

    Peringatan itu secara khusus membahas infrastruktur pendukung yang memungkinkan operasi kapal induk, termasuk fasilitas pemeliharaan dan rantai pasokan bagi kapal induk itu.

    Dilansir dari Press TV, Juru bicara Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya (Pusat Komando Strategis Utama Iran) mengeluarkan pernyataan pada Minggu (15/3/2026) yang menyatakan kehadiran kapal induk bertenaga nuklir Amerika di Laut Merah itu merupakan ancaman langsung bagi Republik Islam Iran.

    "Pusat logistik dan layanan yang memberikan dukungan kepada kelompok kapal induk tersebut di Laut Merah dianggap sebagai target angkatan bersenjata Republik Islam Iran," kata juru bicara itu dikutip dari Press TV Senin (16/3/2026).

    Kapal induk terbesar dan tercanggih Angkatan Laut AS itu dilaporkan melintasi Terusan Suez pada 6 Maret 2026 dan memasuki Laut Merah sebagai untuk memperkuat militer AS.

    Citra satelit yang dirilis perusahaan geospasial komersial Tiongkok, MizarVision, kapal berbobot 100 ribu ton itu telah beroperasi sekitar 100 kilometer dari garis pantai Arab Saudi.

    Kapal induk itu terndikasi telah bergerak mendekat ke Jeddah.

    Kapal induk itu juga dikawal kelompok serangnya termasuk kapal perusak dengan rudal berpemandu.

    Pengerahan itu, dikalporkan merupakan misi operasional pertama USS Gerlad R Ford di Timur Tengah sejak penugasannya pada tahun 2017.

    Pengeragan itu juga dilaporkan terjadi ketika kapal itu telah berada di laut selama lebih dari 255 hari.

    Bukan Peringatan Pertama

    Masih dilansir dari Press TV, peringatan kepada USS Gerald Ford yang dikeluarkan Iran itu tercatat bukan yang pertama.

    Baca juga: IRGC Sebut Ada yang Tiru Drone Iran untuk Menyerang Arab Saudi, UEA, Kuwait hingga Turki

    Komandan Angkatan Udara IRGC Brigadir Jenderal Majid Mousavi pada awal bulan ini menyatakan pasukan Iran memantau kapal induk itu dan menunggu mereka mencapai perimeter yang ditentukan.

    Hal itu menandakan kesiapan Iran untuk menyerang begitu kapal tersebut memasuki jangkauan.

    IRGC sebelumnya juga melaporkan melakukan serangan drone dan rudal terhadap kapal induk AS lainnya yakni USS Abraham Lincoln.

    Sebelumnya, militer Amerika Serikat (AS) - Israel melakukan serangan ke wilayah Iran pada Sabtu (28/2/2026).

    Serangan itu menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei beserta sejumlah jenderal top Iran.

    Serangan dari AS belakangan juga diketahui menewaskan 150 - 180 orang di sebuah Sekolah Dasar (SD) perempuan di Minab yang kebanyakan di antara mereka siswi berusia 7 hingga 12 tahun di hari pertama serangan.

    Sejak saat itu, Iran belum berhenti melakukan serangan militer balasan kepada pangkalan dan fasilitas militer AS di negara-negara sekitarnya serta wilayah pendudukan Israel.

    Perang itu juga meluas hingga Lebanon di mana Hizbullah berperang dengan militer Israel.


    Komentar
    Additional JS