0
News
    Home Berita Dunia Internasional Featured Iran Israel Konflik Timur Tengah Spesial

    Israel Tak Tetapkan Jangka Waktu Serangan di Iran, Gempur Sampai Rezim Dilemahkan - Tribunnews

    8 min read

      

    Israel Tak Tetapkan Jangka Waktu Serangan di Iran, Gempur Sampai Rezim Dilemahkan

    Menteri Luar Negeri Israel, Gideon Sa'ar menyebut negaranya tak menetapkan waktu untuk operasi militer di Iran.

    Ringkasan Berita:
    • Menteri Luar Negeri Israel, Gideon Sa'ar menegaskan bahwa operasi militer di Iran tidak memiliki batas waktu atau tenggat operasional yang pasti.
    • Operasi militer yang dimulai sejak Sabtu (28/2/2026) tersebut diklaim sebagai upaya sistematis untuk melumpuhkan struktur kepemimpinan di Teheran.
    • Sa'ar menyebut meski pihaknya menginginkan durasi konflik sesingkat mungkin, prioritas utama tetaplah pencapaian target strategis.

    TRIBUNNEWS.COM - Menteri Luar Negeri Israel, Gideon Sa'ar, menegaskan bahwa operasi militer gabungan antara Israel dan Amerika Serikat (AS) di Iran tidak memiliki batas waktu atau tenggat operasional yang pasti.

    Serangan udara masif yang dimulai sejak Sabtu (28/2/2026) tersebut diklaim sebagai upaya sistematis untuk melumpuhkan struktur kepemimpinan di Teheran.

    Dalam keterangannya, Sa'ar menyebut bahwa meski pihaknya menginginkan durasi konflik sesingkat mungkin, prioritas utama tetaplah pencapaian target strategis.

    "Kami tidak memberikan tenggat waktu bagi diri kami sendiri."

    "Ini adalah operasi bersama di mana Washington dan Israel bekerja bahu-membahu dengan tujuan yang sama," tegas Sa'ar dalam wawancara dengan Euronews.

    Pernyataan paling mengejutkan muncul saat Sa'ar mengonfirmasi bahwa gempuran tersebut telah menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.

    Sosok yang telah memimpin Iran selama lebih dari tiga dekade itu dituduh sebagai otak di balik aksi penindasan domestik dan penyokong terorisme regional.

    Kematian Khamenei dipandang Israel sebagai momentum bagi rakyat Iran untuk "merebut kembali kebebasan".

    Namun, Israel menekankan bahwa mereka tidak akan mencampuri urusan transisi kepemimpinan.

    "Siapa yang akan memimpin Iran selanjutnya adalah keputusan rakyat Iran melalui pemilu yang bebas."

    "Syarat kami hanya satu: siapa pun yang berkuasa tidak boleh lagi bekerja untuk melenyapkan negara Israel," tambah Sa'ar.

    Baca juga: Kejutan Rudal Kheibar, Iran Serang Kantor Netanyahu dan Markas Komandan AU Israel

    Di sisi lain, Pasukan Pertahanan Israel (IDF) dilaporkan mulai memobilisasi sekitar 100.000 pasukan cadangan seiring berlanjutnya serangan.

    Operasi yang diberi sandi "Lion's Roar" ini juga mendapatkan dukungan penuh dari pemerintahan Donald Trump di AS.

    Meski Israel mengklaim serangan ini sebagai bentuk "pertahanan diri" yang sah menurut hukum internasional, Teheran sebelumnya sempat mengonfirmasi tewasnya sejumlah petinggi militer lainnya dalam serangan di gedung dewan keamanan nasional.

    Trump Beda Pandangan Soal Operasi di Iran

    Berbeda dengan Israel, Presiden AS, Donald Trump, memberikan sinyal kuat mengenai durasi operasi militer di Iran.

    Trump memprediksi eskalasi besar-besaran ini tidak akan berlangsung lama, yakni hanya sekitar empat minggu atau bahkan kurang.

    Mengutip Daily Mail, Trump menegaskan bahwa operasi tersebut berjalan sesuai dengan target yang telah ditetapkan sebelumnya.

    Meski mengakui Iran sebagai negara yang besar, ia optimistis kekuatan militer gabungan mampu menyelesaikan misi dalam waktu singkat.

    "Ini memang proses empat minggu. Seberapa pun kuatnya mereka, Iran adalah negara besar, tapi ini akan memakan waktu empat minggu atau kurang," ujar Trump.

    Trump juga mengungkapkan kepuasannya terhadap progres di lapangan.

    Ia menyebut serangan udara dan operasi militer sejauh ini telah membuahkan hasil yang signifikan, melampaui ekspektasi awal Gedung Putih.

    Baca juga: Iran Ungkap Fasilitas Nuklir Natanz Jadi Sasaran Serangan Israel-AS

    Salah satu pencapaian yang digarisbawahi Trump adalah tumbangnya struktur kepemimpinan Teheran.

    "Saya pikir semuanya berjalan sesuai rencana."

    "Kita bahkan telah melumpuhkan seluruh kepemimpinan mereka, jauh lebih banyak dari yang kita duga," katanya.

    Trump mengklaim sedikitnya 48 tokoh penting Iran telah dieliminasi dalam operasi ini.

    Di sisi lain, Trump memberikan rentang waktu yang sedikit berbeda, yakni empat hingga lima minggu.

    Namun, ia menekankan bahwa durasi tersebut bukan masalah besar bagi logistik tempur AS.

    Menurutnya, Pentagon masih memiliki cadangan rudal, bom, dan pasukan yang sangat memadai untuk mempertahankan intensitas serangan.

    "Tidak akan sulit bagi kita dan Israel untuk menjaga level serangan ini," tegasnya.

    (Tribunnews.com/Whiesa)


    Komentar
    Additional JS