Itung-itungan Risiko Utang Whoosh, Balik Modal Bisa Sampai 100 Tahun - SindoNews
Itung-itungan Risiko Utang Whoosh, Balik Modal Bisa Sampai 100 Tahun
Makin mudah baca berita nasional dan internasional.
Senin, 23 Februari 2026 - 13:07 WIB
Whoosh kembali menjadi perhatian setelah BPK mengungkap potensi kerugian keuangan WIKA. FOTO/dok.SindoNews
JAKARTA - Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung atau Whoosh kembali menjadi perhatian setelah Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) mengungkap potensi kerugian keuangan yang dialami PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) mencapai Rp2,27 triliun.
Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Esther Sri Astuti, menilai perlu dilakukan monitoring dan evaluasi mendalam guna menangkal potensi kejanggalan dalam proyek tersebut.
"Menurut saya semua proyek pengadaan fisik berpotensi menimbulkan korupsi, tidak hanya Whoosh, tetapi juga jalan tol, Makan Bergizi Gratis (MBG), dan lain-lain," katanya saat dihubungi pada Senin (23/2/2026).
Baca Juga: APBN Bayar Utang Whoosh Rp1,2 Triliun per Tahun, Ekonom: Efeknya Puluhan Tahun
Ia menjelaskan pengawasan dapat dilakukan dengan cara sederhana, yakni membandingkan kualitas barang atau hasil pekerjaan yang diterima dengan harga pasar yang berlaku. Langkah tersebut dinilai bisa menjadi indikator awal untuk mendeteksi adanya penyimpangan. "Mudah ngeceknya, bandingkan saja dengan kualitas barang yang diterima dengan harga pasar yang ada," lanjutnya.
Menurut Esther, strategi utama untuk meminimalkan potensi korupsi adalah melalui monitoring dan evaluasi proyek secara konsisten. Apabila ditemukan kejanggalan, maka harus diikuti dengan penegakan hukum. "Strategi untuk meminimalkan korupsi, iya harus monitoring dan evaluasi proyek. Jika ditemukan kejanggalan maka penegakan hukum," tegasnya.
Selain persoalan tata kelola, Esther juga menyoroti aspek pembiayaan proyek Whoosh. Ia menilai terdapat kesenjangan yang besar antara jumlah utang yang ditanggung pemerintah dengan potensi penerimaan dari operasional kereta cepat tersebut. "Jumlah utang yang ditanggung pemerintah untuk Whoosh dan potensi penerimaan dari Whoosh ini gap-nya sangat besar," ucap Esther.
Baca Juga: Soal Utang Whoosh, Prabowo: Saya Akan Tanggung Jawab
Menurutnya kondisi tersebut berdampak pada lamanya payback period atau balik modal. Berdasarkan perhitungannya, dengan tingkat okupansi Whoosh seperti saat ini, periode balik modal proyek membutuhkan waktu yang sangat lama. "Ini mengakibatkan tingkat pengembalian (payback period) proyek Whoosh sangat lama. Saya pernah menghitung sekitar lebih 100 tahun lebih dengan tingkat okupansi Whoosh seperti sekarang," ungkapnya.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Infografis

HGU 100 Tahun Dipermasalahkan, UU IKN Digugat Warga Dayak ke MK