Jet Tempur F-15 Diduga Milik AS Jatuh di Kuwait, Pilot Tertangkap Hidup-hidup dan Diamankan Warga - Tribunnews
Jet Tempur F-15 Diduga Milik AS Jatuh di Kuwait, Pilot Tertangkap Hidup-hidup dan Diamankan Warga
Dalam rekaman yang viral di platform Telegram, terlihat pilot berhasil menyelamatkan diri dengan menggunakan parasut sesaat sebelum pesawatnya
Ringkasan Berita:
- Dalam video yang beredar, pilot tampak terbaring di jok belakang sebuah mobil saat dibawa oleh warga. Ia kemudian diserahkan kepada pihak keamanan Kuwait untuk penanganan lebih lanjut.
- Insiden ini disebut-sebut sebagai F-15 pertama dalam sejarah jatuh di wilayah Kuwait. Namun hingga kini belum ada konfirmasi resmi dari pihak Amerika Serikat maupun otoritas Kuwait terkait penyebab jatuhnya pesawat tersebut.
SERAMBINEWS.COM – Sebuah jet tempur F-15 diduga milik Amerika Serikat dilaporkan jatuh di wilayah barat Kuwait.
Peristiwa itu menjadi sorotan setelah beredar video yang memperlihatkan sang pilot selamat dan diamankan warga setempat sebelum diserahkan kepada aparat keamanan Kuwait.
Dalam rekaman yang viral di platform Telegram pada Senin (2/3/2026) tersebut, terlihat pilot berhasil menyelamatkan diri dengan menggunakan parasut sesaat sebelum pesawatnya menghantam daratan.
Beberapa saat kemudian, warga mendatangi lokasi dan mengamankan pilot tersebut.
Baca juga: Inggris Izinkan AS Gunakan Pangkalan di Chagos untuk Serang Depot Rudal Iran
Dalam video yang beredar, pilot tampak terbaring di jok belakang sebuah mobil saat dibawa oleh warga. Ia kemudian diserahkan kepada pihak keamanan Kuwait untuk penanganan lebih lanjut.

Insiden ini disebut-sebut sebagai F-15 pertama dalam sejarah jatuh di wilayah Kuwait. Namun hingga kini belum ada konfirmasi resmi dari pihak Amerika Serikat maupun otoritas Kuwait terkait penyebab jatuhnya pesawat tersebut.
Belum dapat dipastikan pula apakah insiden ini berkaitan dengan eskalasi konflik yang tengah berlangsung antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran, yang belakangan menyeret sejumlah negara Arab yang menjadi lokasi pangkalan militer AS.

Hingga saat ini, video tersebut terus viral dan memicu berbagai spekulasi di media sosial, sementara publik menunggu klarifikasi resmi dari pihak terkait.(*)