0
News
    Home Amerika Serikat Berita Dunia Internasional Featured Iran Israel Konflik Timur Tengah Spesial Turki

    Jiwa Patriotisme, Warga Iran Berbondong-bondong Pulang Kampung dari Turki Bela Tanah Air di Tengah Agresi AS–Israel - Merdeka

    4 min read

      

    Jiwa Patriotisme, Warga Iran Berbondong-bondong Pulang Kampung dari Turki Bela Tanah Air di Tengah Agresi AS–Israel

    Gelombang kepulangan ini menyoroti patriotisme yang kuat di kalangan rakyat Iran.



    Jiwa Patriotisme, Warga Iran Berbondong-bondong Pulang Kampung dari Turki Bela Tanah Air di Tengah Agresi AS–Israel
    Jiwa Patriotisme, Warga Iran Berbondong-bondong Pulang Kampung dari Turki Bela Tanah Air di Tengah Agresi AS–Israel (merdeka.com)

    Di tengah perang terhadap Amerika Serikat dan Israel, ribuan warga Iran yang tinggal di Turki menunjukkan kecintaan luar biasa terhadap negaranya. Mereka berbondong-bondong kembali pulang untuk berkumpul dengan keluarga dan bersatu menghadapi agresi asing, alih-alih mencari perlindungan di luar negeri.

    Gelombang kepulangan ini menyoroti patriotisme yang kuat di kalangan rakyat Iran, yang memandang konflik tersebut bukan sebagai alasan untuk melarikan diri, melainkan sebagai panggilan untuk melindungi kedaulatan dan mendukung rakyatnya.

    Warga Iran melakukan demonstrasi di Gerbang Perbatasan Kapıköy di Van, Turki, untuk menyeberang kembali ke Iran.

    "Mereka menyakiti negara kami dan rakyat kami. Sekarang saya ingin berada di sisi mereka. Saya ingin membantu negara saya semampu saya. Tanah air dan negeri saya adalah yang utama," kata seorang warga Iran dalam wawancara dengan CNN Turk, sebagaimana diberitakan kantor berita Tasnim News Agancy, dikutip Senin (9/3).

    Warga lainnya menyampaikan perasaan serupa. Dia mengatakan bahwa awalnya datang ke Turki untuk berwisata, tetapi memilih pulang lebih cepat karena perang.

    "Kami datang ke Turki untuk berwisata. Sebenarnya kami ingin tinggal lebih lama, tetapi perang pecah. Karena itu kami kembali ke tanah air. Sekarang kami ingin pulang untuk mendukung negara kami dan berdiri bersama rakyat kami."

    Demo di Perbatasan

    Secara terpisah, laporan dari perbatasan menunjukkan bahwa kepulangan ini juga didorong oleh rasa tanggung jawab. Seorang warga Iran menyebutkan bahwa ia akan menjalani wajib militer sebagai bagian dari dukungannya terhadap pemerintah.

    “Kami kembali sedikit lebih awal karena perang. Kami akan mendukung negara kami. Ketika saya pulang, saya akan bergabung dengan tentara. Waktu saya untuk wajib militer sudah tiba. Di Iran, wajib militer berlangsung selama dua tahun. Saya akan melakukan apa pun yang saya bisa untuk mendukung negara saya.”

    Media Turki juga menyoroti keberanian warga Iran dengan judul seperti 'Warga Iran yang Tidak Takut Perang Kembali ke Negaranya! ‘Kami Melindungi Tanah Air Kami’.

    Sementara itu, media sosial dan berbagai laporan video memperkuat narasi ini. Banyak warga Iran menegaskan bahwa tidak ada yang melarikan diri, melainkan memilih kembali ke negaranya untuk menghadapi pihak yang mereka anggap sebagai agresor.

    Salah satu transkrip video menyatakan 'Tidak ada yang melarikan diri; semua orang memilih kembali ke negara mereka dan berdiri melawan Israel. Memasuki perang dengan Israel bukan pilihan kami; merekalah yang memulai perang.'

    Patriotisme ini bahkan melampaui batas negara. Warga Iran di Turki memandang kepulangan mereka sebagai hal penting untuk berkumpul kembali dengan keluarga serta menjaga persatuan nasional, sekaligus menepis anggapan bahwa mereka melarikan diri dengan menegaskan 'Tidak ada situasi ‘melarikan diri’.'


    Komentar
    Additional JS