KAI Imbau Pemudik Datang Lebih Awal ke Stasiun agar Tak Tertinggal Kereta - Tribunnews
KAI Imbau Pemudik Datang Lebih Awal ke Stasiun agar Tak Tertinggal Kereta
KAI mengimbau pemudik datang lebih awal ke stasiun. Penumpang meningkat jelang Lebaran, puncak arus mudik kereta diprediksi 18 Maret 2026.
Ringkasan Berita:
- PT KAI Daop 1 Jakarta mengimbau pemudik datang lebih awal ke stasiun karena jumlah penumpang terus meningkat menjelang Lebaran.
- Pada H-5 Lebaran tercatat 52.008 penumpang berangkat dari sejumlah stasiun.
- Puncak arus mudik kereta diprediksi terjadi pada 18 Maret 2026 dengan sejumlah kota tujuan favorit.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Masyarakat yang akan melakukan perjalanan mudik menggunakan kereta api diimbau untuk datang lebih awal ke stasiun guna menghindari risiko tertinggal kereta.
Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta Franoto Wibowo mengatakan, menjelang Hari Raya Idulfitri, aktivitas keberangkatan penumpang di sejumlah stasiun terus meningkat.
Sehingga calon penumpang perlu mengatur waktu perjalanan menuju stasiun dengan lebih baik.
“Pelanggan disarankan datang lebih awal sebelum jadwal keberangkatan kereta agar proses boarding dapat berjalan lancar dan perjalanan tetap nyaman tanpa risiko tertinggal kereta,” ujar Franoto dalam keterangan tertulis, Minggu (15/3/2026).
Selain itu, KAI juga meminta pelanggan memperhitungkan potensi kepadatan lalu lintas di sekitar stasiun yang biasanya meningkat pada periode mudik lebaran.
Sebagai informasi, memasuki H-5 Lebaran, volume keberangkatan penumpang kereta api jarak jauh di wilayah Daop 1 Jakarta terus meningkat seiring semakin dekatnya hari raya.
Pada Minggu hari ini, tercatat sebanyak 52.008 pelanggan berangkat dari berbagai stasiun di wilayah Daop 1 Jakarta.
Dari jumlah tersebut, Stasiun Pasar Senen menjadi stasiun dengan volume keberangkatan tertinggi sebanyak 19.745 pelanggan.
Disusul Stasiun Gambir sebanyak 16.528 pelanggan dan Stasiun Bekasi sebanyak 6.941 pelanggan.
Baca juga: Cerita Perjuangan Herky War Tiket Kereta Mudik, Dapat Harga Rp 570 Ribu Tujuan Semarang
Puncak Mudik Kereta Diprediksi 18 Maret 2026
PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 1 Jakarta menyebut periode 16 hingga 20 Maret 2026 menjadi tanggal favorit masyarakat untuk melakukan perjalanan mudik Lebaran menggunakan kereta api dari Jakarta.
Manajer Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, mengatakan berdasarkan data pemesanan tiket, puncak keberangkatan pemudik diperkirakan terjadi pada 18 Maret 2026.
“Jadi tanggal favorit pemudik itu ada di tanggal 18 yang paling tinggi keberangkatannya, kemudian diikuti 19 Maret, 20 Maret, 17 Maret, dan 16 Maret,” kata Franoto di Jakarta, seperti dikutip dari Antara, Jumat (13/3/2026).
Franoto mengungkapkan sejumlah kota menjadi tujuan favorit pemudik yang berangkat dari Jakarta menggunakan kereta api. Kota-kota tersebut antara lain Yogyakarta, Surabaya, Semarang, Purwokerto, Bandung, dan Jember.
Secara keseluruhan, hingga saat ini pemesanan tiket kereta api di Daop 1 Jakarta selama periode 11 Maret hingga 1 April 2026 telah mencapai lebih dari 681 ribu tiket. Jumlah tersebut setara dengan sekitar 63 persen dari total kapasitas tempat duduk yang disediakan.
Selama masa angkutan Lebaran yang berlangsung selama 22 hari, KAI Daop 1 Jakarta menyiapkan lebih dari 1.076.000 tempat duduk untuk mengakomodasi kebutuhan perjalanan masyarakat.
Meski sejumlah tanggal telah menjadi favorit keberangkatan, KAI memastikan tiket kereta api selama periode Lebaran masih tersedia dan masyarakat masih dapat melakukan pemesanan.
Sementara itu, untuk keberangkatan pada Jumat (13/3), jumlah penumpang dari Stasiun Pasar Senen tercatat mencapai 18.657 penumpang. Angka tersebut meningkat dibandingkan hari sebelumnya yang berada di kisaran 16 ribu penumpang.
Untuk mengantisipasi lonjakan penumpang pada periode favorit mudik, KAI juga menyiapkan sejumlah perjalanan kereta tambahan selama masa angkutan Lebaran.
“Kereta tambahan tersebut terdiri dari 12 perjalanan kereta api dari Stasiun Gambir dan tujuh perjalanan dari Stasiun Pasar Senen. Selain itu, terdapat pula empat perjalanan kereta api motor gratis yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan,” ujar Franoto.