0
News
    Home Berita Dunia Internasional Featured Kapal Induk Amerika Serikat Konflik Timur Tengah Spesial

    Kapal Induk AS Terbesar di Dunia Tinggalkan Timur Tengah Buntut Kebakaran - detik

    6 min read

      

    Kapal Induk AS Terbesar di Dunia Tinggalkan Timur Tengah Buntut Kebakaran

    Kapal induk AS, USS Gerald R Ford, yang merupakan kapal induk terbesar di dunia (dok. NTB/Lise Aserud via REUTERS/File Photo)
    Washington DC -

    Kapal induk Amerika Serikat (AS), USS Gerald R Ford, yang merupakan kapal induk terbesar di dunia, telah meninggalkan perairan Timur Tengah setelah dilanda insiden kebakaran pada awal bulan ini. Kapal induk AS ini dilaporkan tiba di salah satu pelabuhan di Pulau Kreta, Yunani.

    Penarikan USS Gerald R Ford dari Timur Tengah ini, seperti dilansir Middle East Monitor, Rabu (25/3/2026), diungkapkan oleh media terkemuka Bloomberg dalam laporannya pada Selasa (24/3) waktu setempat.

    Laporan Bloomberg menyebut USS Gerald R Ford meninggalkan operasi militer AS melawan Iran di Timur Tengah menyusul insiden kebakaran yang terjadi di area laundry kapal pada awal Maret. Sebelumnya telah ditegaskan oleh Washington bahwa kebakaran itu tidak berkaitan dengan pertempuran melawan Iran.

    Bloomberg juga menyebutkan bahwa selain insiden kebakaran itu, USS Gerald R Ford ternyata juga menghadapi masalah mendasar yang lebih luas.

    Angkatan Laut AS mengumumkan pada Senin (23/3) bahwa USS Gerald R Ford telah tiba di Pangkalan Dukungan Angkatan Laut Souda di Kreta, Yunani, untuk menjalani "pemeliharaan dan perbaikan setelah operasi di Laut Merah".

    Awal Maret ini, kebakaran terjadi di atas kapal induk AS tersebut, yang sumber api disebut muncul di area laundry utama. Insiden kebakaran itu memicu respons pengendalian kerusakan besar-besaran oleh militer Washington.

    Para pejabat AS menegaskan bahwa kebakaran itu tidak terkait pertempuran melawan Iran dan telah berhasil dipadamkan. Namun sejumlah laporan media menyebut bahwa lebih dari 600 personel militer AS yang ada di kapal induk itu harus mengungsi karena lokasi tempat tidur mereka terdampak kebakaran tersebut.

    Bloomberg melaporkan bahwa menurut penilaian terbaru dari kantor pengujian Pentagon, kekhawatiran seputar USS Gerald R Ford berkisar dari kekhawatiran yang berpotensi serius hingga kekhawatiran yang biasa saja. Disebutkan bahwa banyak masalah muncul usai dimulainya uji tempur pada Oktober 2022.

    Laporan tersebut membahas soal kekhawatiran yang muncul karena tidak adanya cukup data pengujian terkini untuk menilai "kelayakan operasional" kapal induk tersebut, atau keandalan beberapa sistem utama, termasuk sistem peluncuran dan pendaratan jet tempur, radar, kemampuan untuk tetap beroperasi jika terkena tembakan musuh, dan lif untuk memindahkan senjata serta amunisi untuk pesawat tempur dari ruang kargo ke dek penerbangan.

    Penilaian pengujian Pentagon baru-baru ini mendapati bahwa, hampir satu dekade setelah pengiriman, masih belum ada cukup data untuk menentukan "efektivitas operasional" kapal induk tersebut dalam kondisi pertempuran yang realistis.

    Sistem-sistem utama, termasuk teknologi peluncuran dan pendaratan pesawat yang canggih, radar, dan lift senjata, tetap berada di bawah pengawasan, dengan pertanyaan muncul tentang keandalan sistem-sistem itu selama penggunaan perang yang berkelanjutan.

    Pengerahan USS Gerald R Ford yang diperpanjang juga disebut telah menambah tekanan. Awalnya dikerahkan pada Juni 2025, kapal induk terbesar di dunia itu telah menghabiskan sekitar sembilan bulan di lautan, jauh lebih lama dari pengerahan biasanya selama tujuh bulan.

    Operasional USS Gerald R Ford cukup luas, dengan mencakup wilayah Karibia, termasuk misi terkait Venezuela, hingga ke kawasan Timur Tengah. USS Gerald R Ford merupakan salah satu dari dua kapal induk AS, selain USS Abraham Lincoln, yang dikerahkan ke Timur Tengah saat AS berperang melawan Iran.

    Simak juga Video 'Trump Klaim Kemenangan Total atas Iran, Selat Hormuz jadi Hadiah':

    (nvc/zap)

    Komentar
    Additional JS