Kapal Perang Ditenggelamkan AS, Iran Bersumpah Membalas! - detik
Kapal Perang Ditenggelamkan AS, Iran Bersumpah Membalas!
Militer Iran bersumpah akan membalas serangan Amerika Serikat (AS) yang menenggelamkan kapal perang IRIS Dena dalam serangan torpedo kapal selam di lepas pantai Sri Lanka. Militer Teheran menyebut serangan Washington yang menewaskan puluhan pelaut Iran itu, sebagai "serangan pengecut".
Insiden itu terjadi di perairan internasional di Samudra Hindia, tepatnya di lepas pantai Sri Lanka, pada Rabu (4/3) waktu setempat. Sedikitnya 87 awak kapal perang Iran itu tewas, dengan jenazahnya dievakuasi oleh Angkatan Laut Sri Lanka.
Sebanyak 61 awak lainnya masih hilang dan 32 awak berhasil diselamatkan oleh Kolombo.
Juru bicara Angkatan Laut Sri Lanka, Buddhika Sampath, mengatakan bahwa kapal perang Iran itu mengirimkan sinyal darurat saat fajar, tetapi telah tenggelam sepenuhnya ketika kapal penyelamat mencapai area perairan tersebut dalam waktu satu jam, menyisakan bercak minyak di permukaan laut.
Militer Iran dalam pernyataannya, seperti dilansir media lokal Iran, Press TV, Jumat (6/3/2026), menggambarkan insiden itu sebagai "serangan pengecut" dan mengatakan bahwa kapal perang itu diserang di perairan yang berjarak hampir 2.000 mil (3.218 kilometer) jauhnya dari Iran, saat menjalankan misi pelatihan.
Para kadet muda yang ada di atas kapal tersebut, sebut militer Iran, baru saja berpartisipasi dalam latihan angkatan laut "Milan 2026", yang merupakan latihan maritim multinasional di India dan merupakan latihan perdamaian. Serangan AS menghantam saat kapal itu sedang dalam perjalanan pulang ke Iran.
Militer Iran mengecam Angkatan Laut AS karena menyerang kapal itu tanpa peringatan dan menyoroti bahwa serangan itu terjadi di lokasi berjarak ratusan mil jauhnya dari zona perang aktif dan melanggar norma maritim internasional serta hukum humaniter.
"Serangan pengecut terhadap kapal perusak Dena, sekitar 2.000 mil dari medan perang, yang mengakibatkan gugurnya para taruna muda yang kembali dari latihan perdamaian Milan 2026, menunjukkan bahwa arogansi global tidak mematuhi aturan internasional apa pun," sebut militer Iran dalam kecamannya.
Ditambahkan militer Iran bahwa serangan itu sekali lagi menunjukkan sikap AS mengabaikan peraturan internasional yang mengatur perilaku maritim dan konflik bersenjata.
Militer Iran memperingatkan bahwa kematian para kadet muda itu akan memperkuat tekad mereka untuk membalas dendam.
"Kematian martir para pemuda terkasih itu hanya akan memperkuat tekad bangsa Iran yang hebat dan para pejuang Islam untuk membalas darah suci rekan-rekan mereka," tegas pernyataan militer Iran tersebut.
Tonton juga video "Torpedo AS Hantam Kapal Iran, 87 Tentara Tewas"
(nvc/ita)