Kapolri: 161 Ribu Personel Gabungan Diterjunkan, Pastikan Arus Mudik dan Balik Lebaran Aman - detik
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memastikan kesiapan seluruh jajaran dalam mengamankan arus mudik dan balik Lebaran 2026. Sebanyak 161.243 personel gabungan akan diterjunkan dalam Operasi Ketupat 2026.
Rakor digelar di Auditorium Mutiara, STIK-PTIK Lemdiklat Polri, Senin (2/3/2026). Dengan mengusung tema 'Mudik Aman, Keluarga Bahagia', Jenderal Sigit duduk bersama para menteri dan kepala lembaga untuk menyelaraskan langkah pengamanan.
Sejumlah pejabat tinggi negara hadir dalam rapat ini, di antaranya Menko PMK Pratikno, Menteri Agama Nasaruddin Umar, Menteri Perdagangan Budi Santoso, dan Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi. Selain itu, hadir Waasops Panglima TNI, Kepala BNPB, Kepala BMKG, hingga jajaran Dirut BUMN seperti Pertamina, Jasa Marga, dan Jasa Raharja.
Rapat ini diikuti oleh 302 peserta secara tatap muka, termasuk 28 PJU Mabes Polri dan 36 kapolda dari seluruh Indonesia. Dalam struktur Operasi Ketupat 2026, Kapolri Jenderal Listyo Sigit bertindak sebagai Penanggung Jawab Kebijakan Operasi (Bijakops), didampingi Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo sebagai Wakil Penanggung Jawab. Secara teknis, operasi ini akan dipimpin oleh Kakorlantas Polri Irjen Agus Suryonugroho selaku Kaopspus. Seluruh pejabat Operasi Ketupat 2026 hadir dalam Rakor ini.
Sementara itu, para kapolres dan jajaran Forkopimda tingkat daerah mengikuti jalannya rakor secara virtual untuk memastikan instruksi pusat tersampaikan hingga ke level wilayah.
Dalam paparannya, Kapolri menekankan pentingnya sinergi dan kolaborasi bersama seluruh stakeholder untuk melayani masyarakat yang mudik dan merayakan Idul Fitri 1447 H. Ini sesuai dengan tagline mudik 2026, yakni 'Mudik Aman, Keluarga Bahagia'.
"Karena itu, persiapan pengamanan harus betul-betul dilaksanakan secara optimal, berikut juga pelayanan yang diberikan," kata Jenderal Sigit.
Total personel yang terlibat sebanyak 161.243 orang. Terdiri atas 89.228 personel Polri dan 72.015 personel dari instansi terkait seperti TNI, Dishub, Satpol PP, hingga organisasi masyarakat. Jenderal Sigit menjelaskan, pengerahan personel gabungan ini guna mengawal pergerakan masyarakat yang diprediksi mencapai 143,9 juta orang.
Berdasarkan data survei Kemenhub, mayoritas pemudik akan menggunakan mobil pribadi dan sepeda motor sebagai moda transportasi utama.
Untuk mendukung pengamanan di lapangan, Polri telah menyiapkan ribuan posko yang tersebar di titik-titik strategis. Total ada 2.746 posko, yang terdiri atas 1.624 Pos Pengamanan (Pos Pam), 779 Pos Pelayanan (Pos Yan), dan 343 Pos Terpadu.
Fokus pengamanan tidak hanya tertuju pada kelancaran arus lalu lintas di jalan tol dan arteri, tetapi juga mencakup 121.803 masjid untuk pelaksanaan salat Id, serta lebih dari 4.000 objek wisata yang diprediksi akan diserbu pengunjung selama masa libur Lebaran.
Dalam paparannya, Kapolri juga mewaspadai sejumlah titik krusial atau bottleneck, terutama di Tol Jakarta-Cikampek Km 48 (turunan MBZ) dan Gerbang Tol Kalikangkung KM 414. Oleh karena itu, skema rekayasa lalu lintas seperti one way, contra flow, dan ganjil-genap telah disiapkan sesuai dengan Surat Keputusan Bersama (SKB).
Operasi Ketupat 2026 ini rencananya digelar mulai pertengahan Maret 2026, menyesuaikan dengan prediksi puncak arus mudik gelombang pertama yang diperkirakan jatuh pada 14-15 Maret mendatang.
Simak juga Video: Korlantas Prediksi 146 Juta Orang Bergerak di Mudik 2026
