Kejutan Rudal Kheibar, Iran Serang Kantor Netanyahu dan Markas Komandan AU Israel - Tribunnews
Kejutan Rudal Kheibar, Iran Serang Kantor Netanyahu dan Markas Komandan AU Israel
Keberadaan dan kondisi Netanyahu setelah serangan tersebut belum diketahui pada saat artikel ini diterbitkan.
Kejutan Rudal Kheibar, Iran Serang Kantor Netanyahu dan Markas Komandan AU Israel
Ringkasan Berita:
- Garda Revolusi Iran (IRGC) mengklaim telah menargetkan kantor Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan pusat komando angkatan udara Israel.
- Serangan Iran ini menggunakan rudal Kheybar Shekan dalam gelombang serangan terbarunya.
- Klaim tersebut menandai peningkatan tajam dalam konflik Iran-Israel.
TRIBUNNEWS.COM - Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengklaim telah menargetkan kantor Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pada Senin (2/3/2026).
Departemen Hubungan Masyarakat IRGC juga menyatakan kalau mereka menargetkan markas komandan angkatan udara Israel menggunakan rudal kheybar.
Baca juga: IRGC Bersiap Luncurkan Serangan Terkuat Balas AS-Israel, Iran Punya Rudal Balistik Apa Saja?
Otoritas Israel belum menanggapi perkembangan ini.
Serangan Iran ini merupakan bagian dari pembalasan mereka setelah Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei tewas dalam serangan gabungan Israel dan AS.
Pada Senin, Iran juga menyerang beberapa negara Teluk dan mengklaim telah menembak jatuh jet tempur F-15 Amerika di Kuwait.
Keberadaan dan kondisi Netanyahu setelah serangan tersebut belum diketahui pada saat artikel ini diterbitkan.
Times of Israel melaporkan bahwa tidak ada korban luka dalam serangan tersebut.

Apa Kata IRGC?
IRGC dalam sebuah pernyataan di Telegram menyatakan:
"Kantor Perdana Menteri Israel yang kriminal, Netanyahu, dan lokasi komandan Angkatan Udara rezim tersebut dihantam dalam serangan mendadak dan terarah oleh rudal balistik Kheybar Shekan selama gelombang ke-10,"
"Kantor perdana menteri kriminal rezim Zionis dan markas komandan angkatan udara rezim tersebut menjadi sasaran," demikian pernyataan yang dimuat oleh kantor berita Fars.
Sebelumnya pada hari Senin, beberapa akun media sosial mengklaim bahwa Netanyahu mungkin telah melarikan diri ke Jerman.
Namun, kabar itu terbukti palsu di mana Kantor Perdana Menteri Israel menyatakan kalau Netanyahu bertemu dengan Menteri Pertahanan, Kepala Staf, dan Direktur Mossad di Tel Aviv pada Minggu (1 Maret).

Mengapa Iran Membidik Netanyahu?
Serangan terhadap kantor Netanyahu terjadi sebagai respons atas pembunuhan Khamenei.
Amerika Serikat dan Israel membombardir Iran pada 28 Februari, dalam operasi yang diberi nama Operasi Raungan Singa oleh Israel dan Operasi Amukan Epik oleh AS.
Saat serangan 'preemptif' berlanjut, Pemimpin Tertinggi Iran terbunuh.
Iran mengecam AS atas serangan tersebut di tengah negosiasi nuklir yang sedang berlangsung.
Sebelumnya, Iran telah mengatakan kepada Amerika bahwa setiap serangan yang mereka hadapi akan mengakibatkan serangan terhadap Israel dan selanjutnya membahayakan "stabilitas regional."
Iran juga memperingatkan Amerika tentang niat Israel dan mendesak agar hubungan dan pembicaraan antara Republik Islam dan AS harus tanpa keterlibatan pihak eksternal.
Setelah kematian Khamenei, para pejabat Iran menyatakan bahwa itu adalah hak dan kewajiban mereka untuk membalaskan dendam atas pembunuhannya.
(oln/berbagaisumber/Wion/*)
:format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Melania-Trump-Tulis-Surat-ke-Putin.jpg)