Kemenlu Iran: Mojtaba Khamenei Terluka - Republika
Kemenlu Iran: Mojtaba Khamenei Terluka
REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN -- Pemimpin tertinggi Iran yang baru, Mojtaba Khamenei mengalami luka tetapi dalam kondisi yang baik. Informasi ini disampaikan oleh Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei.
"Dia (Mojtaba) terluka, tetapi kondisinya baik. Saya tidak tahu kapan dia akan menyampaikan pidato pertamanya (sebagai pemimpin tertinggi Iran)," kata Baghaei kepada surat kabar Corriere della Sera.
Terkait syarat gencatan senjata, Baghaei mengatakan bahwa pihaknya saat ini fokus pada upaya perlindungan integritas teritorial dan kedaulatan Iran.
"Pada Juni 2025, setelah 12 hari, Amerika Serikat dan Israel mengatakan, 'Mari kita berhenti'; dan kami berhenti. (Ajakan) Gencatan senjata itu adalah sandiwara lucu. Itulah mengapa seluruh negeri sekarang bertekad untuk membela diri," kata Baghaei.

Halaman 2 / 2
Sebelumnya, pada 28 Februari lalu, Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap target di Iran hingga menyebabkan kerusakan dan korban sipil. Iran membalasnya dengan menyerang wilayah Israel dan fasilitas militer milik AS di Timur Tengah.
Amerika dan Israel awalnya mengklaim serangan mereka itu diperlukan untuk melawan ancaman yang dianggap berasal dari program nuklir Iran. Namun, mereka segera memperjelas bahwa serangan itu dilakukan karena mereka ingin melihat perubahan kekuasaan di Iran.
Ayatollah Ali Khamenei, ayah Mojtaba, tewas pada hari pertama operasi militer Amerika dan Israel itu. Republik Islam Iran menyatakan 40 hari masa berkabung.
Presiden Rusia Vladimir Putin pun menggambarkan pembunuhan Khamenei itu sebagai tindak pelanggaran sinis terhadap hukum internasional. Kemlu Rusia mengutuk operasi Amerika-Israel itu dan menyerukan segera dilakukan deeskalasi dan penghentian permusuhan.
Kemudian, Senin (9/3/2026), Majelis Pakar Iran mengkonfirmasi bahwa Mojtaba Khamenei telah terpilih sebagai pemimpin tertinggi baru Republik Islam Iran.