0
News
    Home Berita Featured Iran Kemlu Pertamina Selat Hormuz Spesial

    Kemlu RI: Iran Beri Sinyal Izinkan Kapal Pertamina Lintasi Selat Hormuz - CNN Indonesia

    3 min read

     

    Kemlu RI: Iran Beri Sinyal Izinkan Kapal Pertamina Lintasi Selat Hormuz


    Selat Hormuz (foto: AP)

    JAKARTA, iNews.id - Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia, Yvonne Mewengkang menyebut, Iran memberikan respons positif terkait keamanan dua kapal tanker milik Pertamina Group di Selat Hormuz. Diketahui, dua kapal tanker Pertamina sempat tertahan melintasi Selat Hormuz imbas perang antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran.

    "Dapat kami sampaikan bahwa berdasarkan koordinasi Kemlu dan KBRI Teheran dengan pihak Pertamina, Kedubes Iran di Jakarta dan pihak-pihak Iran terkait di Teheran, Kedubes Iran telah sampaikan pertimbangan positif Pemerintah Iran atas keamanan perlintasan kapal milik Pertamina Group di Selat Hormuz," kata Yvonne saat dikonfirmasi, Sabtu (28/3/2026).

    Setelah adanya respons positif atau lampu hijau dari Iran, Kemlu menyebut Pertamina perlu menyiapkan beberapa hal teknis demi keselamatan para kru kapal. Dengan demikian, ketika Iran memberikan izin melintas, semua bisa berjalan dengan aman. 

    "Diperlukan kesiapan teknis oleh pihak Pertamina, termasuk perlindungan asuransi dan kesiapan kru kapal, sebelum ditindaklanjutinya tanggapan positif dari Pemerintah Iran tersebut," ucapnya.

    Di samping itu, pihaknya juga akan intens berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait demi memastikan perjalanan kapal saat melintas tidak dalam bahaya.

    "Kemlu dan KBRI Teheran akan terus koordinasi dengan semua pihak terkait dalam upaya memastikan pelintasan secara aman kapal milik Pertamina di Selat Hormuz," ucapnya.

    Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan, kabar kebijakan buka tutup di Selat Hormuz menjadi sinyal positif bagi ketahanan energi Indonesia. Jalur vital yang selama ini menjadi urat nadi distribusi minyak dunia kini mulai memberi ruang bagi kapal-kapal dari negara non-konflik untuk tetap melintas.

    Bahlil menuturkan, perkembangan ini sebagai 'angin segar' karena Iran membuka kembali jalur komunikasi bagi kapal-kapal selain milik Israel dan Iran untuk berdialog sebelum melewati selat. 

    "Sekalipun dalam kondisi geopolitik yang sampai sekarang belum ada tanda-tanda konflik di Timur Tengah itu selesai. Tapi kita sedikit mendapat angin segar dengan Selat Hormuz itu sudah mulai ada kebijakan tutup buka," ucap Bahlil saat ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Selasa (17/3/2026).


    Komentar
    Additional JS