0
News
    Home Featured Lebaran Mudik Spesial THR

    Kisah Pemudik 63 Tahun Bawa THR Rp 50 Juta ke Kampung: Nyetir Jakarta-Sumatra, Tidak Tidur 2 Hari - Tribunnews

    5 min read

     

    Kisah Pemudik 63 Tahun Bawa THR Rp 50 Juta ke Kampung: Nyetir Jakarta-Sumatra, Tidak Tidur 2 Hari

    Nyetir dari Jakarta ke Sumatera, pemudik 63 tahun bernama Mulyadi bawa sendiri THR Rp 50 Juta untuk dibagikan di kampungnya. 

    Ringkasan Berita:
    • Kisah mudik Mulyadi (63) dari Kebon Jeruk Jakbar ke Sumatera Barat.
    • Nyetir sendiri selama 2 hari demi tiba di kampung halaman.
    • Bawa serta THR Rp 50 juta untuk dibagikan ke saudara di kampung.

     

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -Setiap pemudik punya ceritanya sendiri-sendiri.

    Termasuk bagi Mulyadi (63), perantau asal Sumatera Barat ini menjajal lintas Sumatera seorang diri.

    Bahkan, Mulyadi rela tidak tidur selama dua hari demi tiba di kampung halaman tepat waktu.

    Mulyadi mudik menggunakan mobil Mitsubishi Xpander miliknya dari kawasan Kebun Jeruk, Jakarta Barat.

    Mulyadi menempuh perjalanan panjang menuju tanah kelahiran bersama lima anggota keluarga yang terdiri dari keponakan, istri keponakan, serta tiga cucu.

    Meski menempuh ribuan kilometer, pria berperawakan tegap dengan baju koko hitam dan peci ini tampak tetap bugar saat beristirahat di jalur ekstrem Sitinjau Lauik.

    "Ada enam orang di mobil. Saya yang nyetir sendiri. Alhamdulillah lancar,” ujar Mulyadi saat ditemui di pelataran Masjid Annur Syukur pada Kamis (19/3/2026).

    Baca juga: Polisi Kandangkan Ambulans Terobos Kemacetan Garut, Ngaku Angkut Jenazah Ternyata Rombongan Pemudik 

    Mulyadi menceritakan bahwa ia tiba di Pelabuhan Merak sekitar pukul 00.00 WIB, lalu menyeberang ke Bakauheni dan sampai pada pukul 02.00 WIB dini hari.

    Sejak merantau ke Jakarta pada 1990 dan bekerja di bidang ekspedisi pakaian, ia sudah sangat akrab dengan berbagai jalur alternatif di Sumatera untuk menghindari kemacetan.

     

    Bawa THR Rp 50 Juta untuk Dibagikan ke Sanak Saudara dan Kerabat

    Selain fisik yang prima, hal lain yang disiapkan Mulyadi adalah dana tunjangan hari raya (THR) untuk dibagikan kepada keluarga besar di kampung halaman.

    Ia mengaku membawa uang tunai dalam jumlah cukup besar untuk berbagi kebahagiaan bersama sanak saudara dan kerabat di lapau (warung).

    “Kalau pulang kampung pas Lebaran, paling sedikit Rp 50 juta saya bawa. Buat THR cucu, ponakan, bantu saudara, sampai traktir kawan di lapau,” kata Mulyadi.

    Baca juga: Gaya Santuy Pak Daman Mudik Naik Mobil Bak Terbuka dari Jakarta ke Sukabumi

    Bagi Mulyadi, berbagi rezeki di kampung halaman memiliki makna spiritual yang mendalam. Ia meyakini bahwa kebiasaan berbagi tidak akan membuatnya merugi, melainkan justru mendatangkan doa-doa baik dari orang-orang di kampung halaman yang terus mengalir untuknya.

    “Alhamdulillah, berbagi itu tidak rugi. Doa dari orang kampung itu yang mengalir ke kita,” ujarnya.

    Mulyadi yang berasal dari Katapiang, Kecamatan Batang Anai, Kabupaten Padang Pariaman, berharap dapat tiba tepat waktu untuk mengikuti malam takbiran.

    Tradisi menyantap ketupat dan bersilaturahmi menjadi momen yang paling ia rindukan setelah setahun bekerja keras di ibu kota.

     

    Artikel ini telah tayang di TribunJatim.com dengan judul Mudik Bawa THR Rp 50 Juta, Mulyadi Tak Tidur 2 Hari Demi Nyetir Sendirian dari Jakarta ke Sumatera


    Komentar
    Additional JS