0
News
    Home Berita Featured Iran Spesial

    Koordinasi Intensif Pemerintah Buahkan Hasil, Iran Respons Positif Soal Kapal Indonesia - Tribunnews

    4 min read

     

    Koordinasi Intensif Pemerintah Buahkan Hasil, Iran Respons Positif Soal Kapal Indonesia

    Dua kapal Pertamina menanti izin lintas Selat Hormuz, pemerintah pastikan situasi kondusif.



    TRIBUNNEWS.COM - Pemerintah Indonesia bersama pihak-pihak terkait terus memperkuat koordinasi guna mendukung proses pelintasan kapal Indonesia yang berada di kawasan Teluk Persia agar dapat melintasi Selat Hormuz dengan aman.

    Juru Bicara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Dwi Anggia, menyampaikan bahwa pihaknya terus berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) dan pihak-pihak terkait untuk mendukung kelancaran proses tersebut sekaligus menjaga ketahanan pasokan energi nasional.

    "Kementerian ESDM terus berkomunikasi dan berkoordinasi secara intensif dengan Kementerian Luar Negeri untuk memastikan proses pelintasan kapal Indonesia di Selat Hormuz dapat berjalan aman dan lancar. Dalam proses tersebut, tidak hanya soal muatan, tapi keselamatan awak kapal menjadi prioritas utama pemerintah," ujar Anggia dalam keterangan tertulis yang diterima Tribunnews.com, Minggu (29/3/2026).

    Sebelumnya, Juru Bicara Kemenlu, Vahd Nabyl A. Mulachela, menyampaikan bahwa pihaknya bersama Kedutaan Besar Republik Indonesia di Teheran sejak awal telah melakukan koordinasi intensif dengan seluruh pihak terkait di Iran guna memastikan keselamatan kapal dan awak kapal Indonesia.

    "Dalam perkembangannya, telah terdapat tanggapan positif dari pihak Iran. Saat ini, hal tersebut tengah ditindaklanjuti oleh pihak-pihak terkait pada aspek teknis dan operasional," kata Nabyl.

    Baca juga: Fokus Bisnis Energi Bersih, Kementerian ESDM Tegaskan Komitmen Pencampuran Bioetanol

    Pertamina juga menyampaikan apresiasi atas dukungan penuh Pemerintah Indonesia dalam penanganan situasi ini. 

    Saat ini, Pertamina melalui Pertamina International Shipping (PIS) tengah mempersiapkan aspek teknis dan administratif agar kedua kapal, yakni Pertamina Pride dan Gamsunoro, dapat melintasi Selat Hormuz dengan aman.

    "Prioritas kami tetap pada keselamatan seluruh awak kapal serta keamanan kapal dan muatannya. Kami memohon doa dan dukungan dari seluruh masyarakat Indonesia agar proses ini dapat berjalan dengan baik," ujar Vice President Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron.

    Untuk menjaga ketahanan pasokan BBM dalam negeri, Anggia mengatakan bahwa pemerintah juga melakukan diversifikasi sumber energi dengan membuka opsi pasokan minyak mentah dan BBM dari kawasan selain Timur Tengah. 

    Langkah tersebut sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto kepada Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, untuk memperluas sumber impor minyak dari berbagai negara guna menjaga kesinambungan pasokan dalam negeri.

    Sebagai informasi, sepanjang 2025 Pertamina mengimpor 135,33 juta barel minyak mentah dengan sekitar 19 persen atau 25,36 juta barel di antaranya berasal dari Arab Saudi. 

    Selebihnya, pasokan minyak mentah Indonesia berasal dari berbagai sumber, antara lain Afrika, Amerika Latin, Amerika Serikat, Malaysia, dan sejumlah negara lainnya.

    Selain itu, Indonesia juga memiliki kerja sama jangka panjang dengan Singapura dan Malaysia untuk pasokan produk BBM.

    Baca juga: Pertamina Gandeng Kementerian ESDM dan SERUNI KMP, Buka Akses Air Bersih untuk Warga Kampung Tambat


    Komentar
    Additional JS