Korban Serangan AS-Israel ke Iran Tembus 1.045 Orang, Konflik Meluas ke 12 Negara Timur Tengah - Tribunnews
Korban Serangan AS-Israel ke Iran Tembus 1.045 Orang, Konflik Meluas ke 12 Negara Timur Tengah
Serangan AS–Israel ke Iran memicu balasan rudal dan drone. Lebih dari 1.000 orang tewas dan konflik meluas ke banyak negara Timur Tengah.
Ringkasan Berita:
- Serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran memicu balasan rudal dan drone yang meluas ke sedikitnya 12 negara di Timur Tengah.
- Data sementara mencatat 1.045 orang tewas di Iran, sementara korban juga terjadi di Israel, negara Teluk, dan beberapa pangkalan militer AS di kawasan.
- Konflik ini meningkatkan ketegangan regional karena Iran menargetkan pangkalan militer AS dan fasilitas strategis di berbagai negara.
TRIBUNNEWS.COM - Serangan militer yang dilakukan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran memicu eskalasi besar di kawasan Timur Tengah.
Ledakan dilaporkan terjadi selama lima hari berturut-turut di beberapa negara setelah operasi militer dimulai pada Sabtu.
Teheran kemudian membalas dengan meluncurkan gelombang rudal balistik dan drone yang menargetkan Israel serta sejumlah pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan tersebut.
Iran sebelumnya telah memperingatkan bahwa fasilitas militer AS di Timur Tengah akan menjadi target jika negaranya diserang.
Wilayah yang Menjadi Target Serangan
Angkatan udara Israel mengklaim telah menjatuhkan lebih dari 1.200 amunisi di 24 dari 31 provinsi Iran dalam satu hari operasi bersama dengan Amerika Serikat.
Sementara itu, Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) menyatakan telah menyerang 27 pangkalan militer di Timur Tengah yang menampung pasukan AS, serta fasilitas militer Israel di Tel Aviv.
Iran juga meluncurkan serangan ke beberapa negara di kawasan, termasuk Bahrain, Irak, Yordania, Kuwait, Oman, Qatar, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab.
Selain itu, sebuah drone Iran dilaporkan menghantam landasan pacu pangkalan militer Inggris di Siprus.
Namun sebagian besar serangan tersebut diklaim berhasil dicegat oleh sistem pertahanan udara masing-masing negara.
Jumlah Korban di Berbagai Negara
Dikutip dari Al Jazeera, berdasarkan data sementara hingga Rabu (4/3/2026), korban jiwa akibat konflik ini tercatat di sedikitnya 12 negara.
Baca juga: Ramai Desakan Indonesia Keluar BoP, Pengamat: Prabowo Tak Akan Seret RI Jadi Sekutu AS Lawan Iran
Iran menjadi negara dengan korban terbesar.
Menurut laporan kantor berita Tasnim, sedikitnya 1.045 orang tewas dan ratusan lainnya terluka akibat serangan udara AS–Israel.
Salah satu insiden paling mematikan terjadi di kota Minab, Iran tenggara.
Serangan terhadap sebuah sekolah dasar putri dilaporkan menewaskan sekitar 180 anak, menurut pejabat Kementerian Kesehatan Iran.
Di Israel, serangan rudal Iran menewaskan sedikitnya 11 orang dan melukai ratusan lainnya.
Sebanyak 40 bangunan di Tel Aviv juga dilaporkan rusak akibat serangan tersebut.
Militer Amerika Serikat mengonfirmasi enam tentaranya tewas dan 18 lainnya terluka setelah pangkalan militer di kawasan Timur Tengah diserang.
Di Bahrain, satu orang tewas dan empat lainnya terluka setelah puing rudal jatuh di kapal yang sedang diperbaiki di kawasan industri Salman.
Di Irak, dua orang dilaporkan tewas dan lima lainnya terluka setelah serangan terhadap pangkalan Jurf al-Sakher.
Di Yordania, tidak ada korban jiwa tetapi lima orang terluka akibat puing-puing rudal yang jatuh.
Di Kuwait, sedikitnya empat orang tewas dan 35 lainnya terluka sejak konflik dimulai.
Di Lebanon, serangan udara Israel menewaskan 50 orang dan melukai 335 orang, menurut Kementerian Kesehatan setempat.
Di Oman, satu orang tewas dan lima lainnya terluka setelah serangan drone dan insiden di kapal tanker minyak.
Di Qatar, sebanyak 16 orang terluka setelah dua rudal menghantam pangkalan militer Al Udeid yang menampung pasukan AS.
Di Arab Saudi, pemerintah menyatakan belum ada laporan korban jiwa meski serangan menargetkan wilayah Riyadh dan Provinsi Timur.
Baca juga: Perang Iran vs AS-Israel Bikin Rencana Bos MotoGP soal Balapan di Qatar Masih Abu-abu
Sementara di Uni Emirat Arab, setidaknya tiga orang tewas dan 68 lainnya terluka, sebagian akibat puing rudal yang jatuh di area permukiman dekat bandara Abu Dhabi dan Dubai.
Kehadiran Militer AS di Timur Tengah
Amerika Serikat telah lama menempatkan pasukan di Timur Tengah.
Menurut laporan Council on Foreign Relations, Washington memiliki jaringan pangkalan militer di sedikitnya 19 lokasi di kawasan tersebut.
Delapan di antaranya merupakan pangkalan permanen di Bahrain, Mesir, Irak, Yordania, Kuwait, Qatar, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab.
Hingga pertengahan 2025, diperkirakan terdapat 40.000 hingga 50.000 tentara AS yang ditempatkan di berbagai pangkalan militer di kawasan Timur Tengah.
Pangkalan-pangkalan tersebut menjadi pusat penting bagi operasi udara dan angkatan laut, logistik militer, pengumpulan intelijen, serta operasi militer regional.
(Tribunnews.com/Andari Wulan Nugrahani)