0
News
    Home Amerika Serikat Berita Dunia Internasional Featured Iran IRGC Israel Konflik Timur Tengah Spesial

    Lancarkan Rudal Balasan, IRGC: Iran Tak Akan Biarkan Sirene Alarm AS dan Israel Jadi Hening - Liputan6

    3 min read

     

    Lancarkan Rudal Balasan, IRGC: Iran Tak Akan Biarkan Sirene Alarm AS dan Israel Jadi Hening

    Korps Garda Revolusi Islam Iran atau IRGC, melancarkan serangan rudal balasan terbaru ke wilayah Israel dan pangkalan militer AS


    Serangan ini merupakan balasan langsung atas serangan udara skala besar yang dilakukan oleh militer Israel dan Amerika Serikat (AS) terhadap Teheran dan wilayah Iran lainnya pada Sabtu 28 Februari 2026 pagi. Tampak dalam foto, jejak-jejak pencegahan rudal pertahanan udara terlihat di Tel Aviv, Israel, Sabtu 28 Februari 2026. (AP Photo/Ohad Zwigenberg)

     

    Liputan6.com, Jakarta - Korps Garda Revolusi Islam (IRGCIran, baru saja mengumumkan gelombang baru serangan rudal balasan yang diluncurkan ke wilayah Israel dan pangkalan militer AS di Timur Tengah, Minggu (1/3/2026).

    "Gelombang keenam serangan rudal dan drone ke wilayah Israel dan pangkalan militer AS di kawasan ini telah dimulai," kata IRGC, sebagaimana dikutip kantor berita ISNA.

    IRGC menyampaikan bahwa serangan tersebut diarahkan ke 27 titik, antara lain pangkalan udara Tel Nof di Israel tengah, markas besar angkatan darat Israel, dan sebuah kompleks industri militer di Tel Aviv.

    "Angkatan Bersenjata Republik Islam Iran tidak akan membiarkan sirene alarm di Israel dan pangkalan AS menjadi hening, dan kami akan melancarkan tahapan balas dendam yang keras melalui serangan yang bertahap," demikian pernyataan IRGC.

    Pada Sabtu pagi (28/2/2026) waktu setempat, Amerika Serikat dan Zionis Israel melancarkan serangkaian serangan ke Iran, termasuk ibu kota Teheran, sehingga menyebabkan kerusakan infrastruktur dan jatuhnya korban jiwa rakyat sipil.

    Iran kemudian melancarkan serangan rudal balasan ke wilayah Israel serta fasilitas militer AS di Timur Tengah.

    Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei dikonfirmasi syahid akibat serangan rudal AS-Israel terhadap tempat kerjanya.

    Menyusul wafatnya Khamenei, pemerintah Iran mengumumkan masa berkabung selama 40 hari dan libur kerja selama seminggu.

    Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) dan Angkatan Darat Iran, dalam pernyataan tertulis mereka, bersumpah akan membalas kematian Khamenei.


    Komentar
    Additional JS