Lebih Kuat dari Vietnam, The Economist Tempatkan Indonesia di Zona Aman Krisis Energi - SindoNews
Lebih Kuat dari Vietnam, The Economist Tempatkan Indonesia di Zona Aman Krisis Energi
Makin mudah baca berita nasional dan internasional.
Jum'at, 20 Maret 2026 - 17:30 WIB
Indonesia dinilai sebagai salah satu negara berkembang yang paling aman dari dampak krisis energi global. FOTO/CNS Photo
JAKARTA - Indonesia dinilai sebagai salah satu negara berkembang yang paling aman dari dampak krisis energi global akibat eskalasi konflik antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel. Posisi ini menempatkan Indonesia dalam kategori negara dengan paparan risiko rendah namun memiliki bantalan ketahanan yang kuat (low exposure, strong buffer).
"Beberapa negara, termasuk Indonesia, tampak relatif terisolasi (dari dampak buruk) berkat perpaduan sumber daya energi domestik dan kebijakan bantalan yang kuat," tulis laporan terbaru The Economist bertajuk "Which country is the biggest loser from the energy shock".
Analisis tersebut menunjukkan bahwa Indonesia memiliki posisi strategis yang jauh lebih stabil dibandingkan negara tetangga seperti Vietnam. Meski sama-sama berada di zona low exposure, Indonesia tercatat memiliki skor ketahanan (resilience score) yang lebih tinggi, mengungguli Vietnam yang lebih rentan terhadap gangguan rantai pasok manufaktur global.
Ketangguhan energi nasional ini didorong oleh status Indonesia yang sedang berada dalam jalur tepat (on track) menuju swasembada BBM jenis solar. Optimalisasi pemanfaatan minyak sawit domestik sebagai bahan baku bahan bakar nabati menjadi faktor kunci berkurangnya ketergantungan pada pasar luar negeri.
Selain itu, posisi Indonesia diperkuat oleh ketersediaan cadangan minyak terbukti (proven reserves) yang mencapai angka 2,4 hingga 4,4 miliar barel. Dengan kapasitas tersebut, ketahanan produksi minyak nasional diprediksi masih mampu menopang kebutuhan dalam negeri hingga 10 hingga 12 tahun ke depan.
Sektor ketenagalistrikan juga menjadi pilar pertahanan utama karena mayoritas pembangkit listrik di Indonesia tidak bergantung pada impor gas yang sensitif terhadap konflik Timur Tengah. Sebaliknya, pasokan listrik nasional didominasi oleh sumber daya dalam negeri, yakni batu bara serta pengembangan pembangkit energi terbarukan.
Langkah diversifikasi impor BBM bensin yang dilakukan pemerintah juga dinilai efektif dalam memitigasi risiko. Dengan memperluas sumber pasokan, Indonesia tidak lagi hanya bergantung pada satu kawasan tertentu, sehingga guncangan di Selat Hormuz tidak langsung melumpuhkan distribusi energi nasional.
Baca Juga: Iran Gempur Fasilitas Energi Negara Teluk, Harga Minyak Tembus USD115 per Barel
Berdasarkan data grafis ketahanan energi 2024, Indonesia bersanding dengan negara-negara seperti India dan Filipina dalam kategori strong buffers. Hal ini kontras dengan negara-negara seperti Mesir atau Pakistan yang berada di zona high exposure dengan bantalan yang lemah, sehingga sangat rawan terhadap lonjakan harga minyak.
Namun, laporan tersebut juga memberikan catatan bahwa meskipun masuk dalam kategori aman, Indonesia tidak sepenuhnya kebal. Sekitar seperempat impor minyak mentah Indonesia masih melintasi jalur strategis Timur Tengah, yang jika terganggu, dapat meningkatkan beban subsidi energi dalam APBN secara signifikan.
Pemerintah terus diimbau untuk memperkuat bantalan fiskal sebagai langkah antisipasi jika konflik di Timur Tengah berlangsung dalam jangka panjang. Stabilitas harga energi domestik menjadi krusial untuk menjaga daya beli masyarakat di tengah ketidakpastian geopolitik.
Baca Juga: Sulit Kalahkan Iran, Pentagon Minta Rp3,3 Triliun untuk Menaklukkan Teheran
Struktur ekonomi Indonesia yang ditopang oleh konsumsi domestik dan komoditas ekspor juga menjadi nilai tambah dalam menyerap guncangan eksternal. Dibandingkan negara yang murni mengandalkan impor energi untuk industri manufaktur, Indonesia memiliki ruang napas yang lebih lega.
Dengan kombinasi kekayaan sumber daya alam dan kebijakan energi yang tepat sasaran, Indonesia optimistis mampu melewati badai krisis energi global. Ketahanan ini diharapkan menjadi daya tarik bagi investor global di tengah keraguan terhadap stabilitas ekonomi negara berkembang lainnya.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Infografis

Pasukan Israel Usir Pasien dari Rumah Sakit Indonesia di Gaza