Ledakan Rumah Tambakrejo Semarang Sebabkan Anak Tewas, Warga Duga Simpan Obat Mercon - Merdeka
Ledakan Rumah Tambakrejo Semarang Sebabkan Anak Tewas, Warga Duga Simpan Obat Mercon
Ledakan tersebut diduga adanya obat mercon yang dibeli korban lewat online.

Sebuah ledakan merusak rumah Rondiyah warga Kelurahan Tambakrejo, Kecamatan Gayamsari, Kota Semarang, Jawa Tengah.
Ledakan itu diduga dipicu adanya aktivitas perakitan petasan. Imbas dari aktivitas itu membuat anak umur 9 tahun meninggal dunia dan 2 orang luka-luka. Atas insiden itu, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan.
Saksi, Imam (34), mengatakan saat kejadian, ia bersama warga sedang membuat kreasi untuk malam takbir di Masjid, dilanjutkan makan bersama para pemuda. Tiba-tiba terdengar suara dentuman keras sekali.
"Suara keras sekali ada kepulan asap tapi tidak ada apinya," kata dia.
Kaget mendengar suara dentuman sangat keras disertai kepulan asap tebal. Akhirnya ia bersama warga keluar dan mencari sumber ledakan.
Warga yang panik kemudian segera menghubungi Bhabinkamtibmas setempat. Tak lama berselang, petugas dari Polsek Gayamsari tiba di lokasi untuk melakukan pengamanan dan memasang garis polisi.
Dari lokasi kejadian, seorang anak berinisial GL (9) ditemukan meninggal dunia. Selain itu, dua orang lainnya, RL (25) dan Rondiyah (50), mengalami luka lecet akibat insiden tersebut.
Beli Bahan Petasan Secara Online

Paman korban, Taufik, mengungkapkan bahwa keponakannya sempat membeli bahan petasan secara daring beberapa hari sebelum kejadian.
"Beberapa hari lalu, beli obat mercon melalui COD online. Iya, belinya lewat online," kata Taufik.
Saat ini kondisi keluarga masih diliputi trauma setelah peristiwa tragis tersebut.
"Saat ini masih trauma. Yang meninggal keponakan saya masih kelas 2 SD, yang luka ada 3 orang," jelasnya.
Sementara itu, Kapolsek Gayamsari Kompol Yuna Ahadiyah mengatakan pihaknya masih melakukan langkah awal penanganan di lokasi kejadian, termasuk berkoordinasi dengan Polrestabes Semarang dan Brimob Polda Jawa Tengah untuk penyelidikan lebih lanjut.
"Kami sudah datangi TKP, mengumpulkan keterangan dari saksi saksi, memasang garis polisi, dan berkoordinasi dengan pimpinan untuk upaya penyelidikan selanjutnya," kata Kompol Yuna.