Luhut di Hadapan Prabowo: Iran Itu Bangsa Arya, Tak Mudah Ditaklukkan - Liputan6
Luhut di Hadapan Prabowo: Iran Itu Bangsa Arya, Tak Mudah Ditaklukkan
Ketua Dewan Ekonomi Nasional Luhut Binsar Panjaitan menyoroti eskalasi konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran dalam sidang kabinet paripurna.
- Siapa yang membahas konflik Amerika Serikat dan Israel dengan Iran?
- Bagaimana Luhut menilai bangsa Iran dalam konteks konflik?
- Apa target serangan Amerika Serikat dan Israel ke Iran?
Liputan6.com, Jakarta - Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Panjaitan berbicara soal perang Amerika Serikat (AS) dan Israel dengan Iran.
Luhut mengatakan Iran merupakan bangsa Arya yang tidak mudah ditaklukkan.
Hal ini disampaikan Luhut saat mengikuti sidang kabinet paripurna bersama Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara Jakarta, Jumat (13/3/2026).
Luhut menyebut masyarakat Indonesia tak perlu khawatir berlebihan dengan eskalasi konflik di Timur Tengah.
"Kalau kita lihat operasi fury, dan luring lion serangan khas Amerika Serikat dan Israel ke Iran, itu mereka menargetkan ada 3, yaitu melumpuhkan pertahanan udara iran, melumpuhkan kapasitas Iran, dan seterusnya," kata Luhut saat berbicara di depan Prabowo dan anggota kabinet Merah Putih.
"Bangsa iran ini sebenarnya bangsa Arya, jadi tidak mudah juga ditaklukkan," sambungnya.
Menurut dia, jumlah rudal yang ditembakkan Iran menurun tajam. Namun, kata Luhut, Iran sudah membuat drone-drone yang mampu ditembakkan ke mana saja.
"Jumlah rudal yang ditembakkan Iran menurun tajam. Karena 50 persen peluncuran rudal dilaporkan telah dihancurkan. Tapi juga jangan lupa, mereka sudah membuat drone-drone yang murah, yang bisa ditembakkan hampir dari mana saja," jelasnya.
Perang Teknologi
Luhut menilai eskalasi konflik di Timur Tengah merupakan perang teknologi.
Dia menyebut drone Iran menurun karena AS menargetkan untuk menghancurkan pabrik drone.
"Kalau kita lihat jumlah drone yang ditembakkan iran menurun, terus menurun. Karena Amerika memang dari sumber data yang kami dapat, memang menargetkan untuk menghancurkan pabriknya, menghancurkan arsenal nya dan tempat-tempat peluncurannya. Namun juga iran cukup cerdik. Mereka melakukan mobile peluncuran," tutur Luhut.