0
News
    Home Berita Featured Lereng Gunung Lawu Lintas Peristiwa Macan Tutul Solo Safari Spesial

    Macan Tutul Lereng Gunung Lawu Dievakuasi ke Solo Safari - Tempo

    5 min read

     

    Macan Tutul Lereng Gunung Lawu Dievakuasi ke Solo Safari



    Macan tutul yang dievakuasi oleh tim gabungan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Karanganyar dan Balai Konservasi dan Sumber Daya Alam Surakarta di wilayah Dukuh Sendang, Desa Sepanjang, Kecamatan Tawangmangu, Jawa Tengah, 3 Maret 2026. Dok. Relawan Karanganyar
    Perbesar
    Macan tutul yang dievakuasi oleh tim gabungan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Karanganyar dan Balai Konservasi dan Sumber Daya Alam Surakarta di wilayah Dukuh Sendang, Desa Sepanjang, Kecamatan Tawangmangu, Jawa Tengah, 3 Maret 2026. Dok. Relawan Karanganyar
    Logo

    TIM gabungan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karanganyar dan Balai Konservasi dan Sumber Daya Alam (BKSDA) Surakarta mengevakuasi seekor macan tutul yang meresahkan warga di lereng Gunung Lawu, tepatnya di Dukuh Sendang, Desa Sepanjang, Kecamatan Tawangmangu, Selasa, 3 Maret 2026. Satwa liar tersebut selanjutnya dibawa ke Solo Safari untuk penanganan lebih lanjut.

    Kepala Pelaksana Harian BPBD Karanganyar Hendro Prayitno mengonfirmasi evakuasi macan tutul tersebut. Kegiatan dilakukan sekitar pukul 15.00 WIB setelah tim melakukan koordinasi lintas instansi menyusul laporan warga terkait ternak yang mati diduga dimangsa macan tutul. Beberapa kambing milik warga dilaporkan hilang dan ditemukan dalam kondisi mengenaskan, sehingga memicu keresahan masyarakat setempat.

    Ia menjelaskan proses penangkapan dilakukan secara hati-hati dengan metode pembiusan. Petugas medis dan pawang satwa yang terlibat memastikan tidak ada penggunaan peluru tajam dalam proses tersebut. “Teknik yang digunakan murni pembiusan. Prosesnya kurang lebih 30 menit sejak persiapan hingga satwa tertidur,” ujar kepada wartawan. 

    Setelah terbius, macan tutul tersebut dimasukkan ke dalam kandang angkut berukuran besar untuk kemudian dibawa ke Solo. Hendro mengatakan pembiusan bersifat sementara guna memudahkan proses eksklusi atau pemindahan satwa dari area permukiman warga.

    Keberadaan macan tutul di kawasan tersebut sebelumnya terdeteksi dari temuan jejak kaki di sekitar permukiman. Berdasarkan hasil identifikasi awal, diduga terdapat dua ekor macan tutul yang berkeliaran di area lereng Lawu. Namun, hingga saat ini baru satu ekor yang berhasil diamankan.

    Petugas masih melakukan pemantauan lanjutan untuk memastikan situasi benar-benar aman. Warga diimbau tetap tenang, namun meningkatkan kewaspadaan, terutama saat beraktivitas di luar rumah atau menggembalakan ternak. “Kami minta masyarakat segera melapor jika menemukan jejak atau tanda-tanda keberadaan satwa liar lainnya,” kata Hendro.

    Ia menyebut langkah evakuasi ini diambil sebagai upaya mencegah konflik lanjutan antara manusia dan satwa liar, sekaligus memastikan keselamatan warga maupun kelestarian macan tutul yang merupakan satwa dilindungi.

    Komentar
    Additional JS