0
News
    Home Amerika Serikat Berita Dunia Internasional Featured Iran Konflik Timur Tengah Spesial

    Mengapa Intelijen AS Sebut Invasi AS Tidak Akan Capai Tujuan Utama? - SindoNews

    7 min read

     

    Mengapa Intelijen AS Sebut Invasi AS Tidak Akan Capai Tujuan Utama?

    Senin, 09 Maret 2026 - 19:30 WIB

    Intelijen AS sebut invasi AS tidak akan capai tujuan utama. Foto/X/@CVN_72

    TEHERAN - Sebuah laporan intelijen rahasia AS menyimpulkan bahwa kampanye militer yang dipimpin Amerika Serikat terhadap Iran mungkin tidak akan mencapai tujuan politik untuk menggulingkan rezim Iran, bahkan jika operasi militer diperluas secara signifikan.

    Iran Klaim Tangkap Beberapa...

    Penilaian ini muncul ketika pemerintahan Presiden AS Donald Trump memberi sinyal bahwa konflik tersebut dapat berlangsung lama sebagai bagian dari operasi militer yang menurut pemerintahan tersebut "baru saja dimulai".

    Mengapa Intelijen AS Sebut Invasi AS Tidak Akan Capai Tujuan Utama?

    1. Struktur Pemerintahan Iran Terlalu Kokoh

    Menurut laporan jurnalis Warren P. Strobel di The Washington Post, penilaian rahasia yang disiapkan oleh Dewan Intelijen Nasional – badan yang mengoordinasikan perkiraan komunitas intelijen AS – menyimpulkan bahwa bahkan serangan skala besar terhadap Iran pun tidak mungkin menggulingkan struktur kokoh yang menopang rezim tersebut, yang diwakili oleh lembaga-lembaga keagamaan dan militer Republik Islam.

    Penilaian tersebut, yang diselesaikan sekitar seminggu sebelum dimulainya perang pada 28 Februari, meneliti beberapa skenario yang mungkin terjadi. Ini termasuk kampanye militer terbatas yang menargetkan para pemimpin senior rezim, dan serangan yang lebih luas terhadap lembaga-lembaga negara dan struktur kepemimpinan.


    2. Iran Memiliki Kesinambungan Kekuasaan

    Dalam kedua skenario tersebut, analisis intelijen mencapai kesimpulan yang hampir sama: rezim Iran memiliki mekanisme kelembagaan yang memungkinkannya untuk mempertahankan kesinambungan kekuasaan bahkan jika pemimpin tertinggi dibunuh.

    Sumber yang mengetahui laporan tersebut mengatakan kepada surat kabar bahwa badan-badan intelijen AS percaya bahwa lembaga keagamaan dan keamanan Iran akan mengandalkan prosedur yang disetujui secara internal untuk memastikan transfer kekuasaan yang cepat dan mencegah runtuhnya sistem.

    Laporan itu juga menyatakan bahwa "tidak mungkin" oposisi Iran yang terpecah akan berkuasa jika perang AS pecah, baik konflik itu singkat maupun berkepanjangan.

    (ahm)

    wa-channel

    Follow WhatsApp Channel SINDOnews untuk Berita Terbaru Setiap Hari

    Follow

    Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!

    Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya

    Infografis

    Waswas Invasi China,...

    Waswas Invasi China, Taiwan Akan Beli 300 Rudal Patriot AS

    Komentar
    Additional JS