Mengenal Kecanggihan Rudal Iran yang Mampu Menjangkau Semua Wilayah Israel dan Pangkalan AS - Viva
Mengenal Kecanggihan Rudal Iran yang Mampu Menjangkau Semua Wilayah Israel dan Pangkalan AS
Teheran membangun jaringan kota rudal di terowongan bawah tanah yang terlindungi.
REPUBLIKA.CO.ID,TEHERAN — Gugurnya Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei dalam serangan udara gabungan Amerika Serikat (AS) dan Israel pada Sabtu (28/2/2026) telah mengubah doktrin militer Iran dari sekadar pencegahan menjadi perlawanan demi eksistensi Republik Islam. Presiden Masoud Pezeshkian menegaskan bahwa membalas dendam atas kematian Khamenei adalah "tugas dan hak yang sah" bagi Teheran.
Berbeda dengan perang singkat pada Juni 2025, Teheran kini memandang konfrontasi dengan AS-Israel sebagai pertempuran hidup-mati. Tanpa kekuatan angkatan udara yang modern, Iran mengandalkan arsenal rudal terbesar di Timur Tengah sebagai tulang punggung serangannya. Berikut rincian kekuatan rudal Iran yang dikutip Republika dari Al Jazeera.
Palu gada rudal balistik
Analis pertahanan menyebut rudal Iran dirancang untuk menjangkau target strategis tanpa membutuhkan pesawat tempur. Rudal balistik Iran memiliki daya jangkau antara 2.000 km hingga 2.500 km. Daya jelajah rudal tersebut mampu menghantam seluruh wilayah Israel dan pangkalan AS di Teluk, namun tidak cukup untuk mencapai daratan Amerika Serikat.
- Rudal Jarak Pendek (150-800 km): Varian Fateh (Zolfaghar, Qiam-1) digunakan untuk serangan cepat terhadap pangkalan militer terdekat seperti Ain al-Assad di Irak. Kemampuannya diluncurkan dalam jumlah besar (volleys) mempersempit waktu peringatan bagi sistem pertahanan lawan.
- Rudal Jarak Menengah (1.500-2.000 km): Meliputi Shahab-3, Sejjil, dan Kheibar Shekan. Sejjil menjadi ancaman serius karena menggunakan bahan bakar padat, yang memungkinkan kesiapan peluncuran jauh lebih cepat dibandingkan rudal berbahan bakar cair.
Halaman 2 / 3
Rudal jelajah dan drone
Selain rudal balistik, Iran menggunakan rudal jelajah seperti Soumar (jangkauan 2.500 km) dan Paveh yang terbang rendah mengikuti kontur medan, sehingga sulit dideteksi radar.
Strategi ini dikombinasikan dengan gelombang pesawat nirawak (drone) bunuh diri yang murah namun efektif untuk membebani sistem pertahanan udara lawan (saturation tactic). Taktik ini bertujuan melumpuhkan bandara, pelabuhan, dan fasilitas energi selama berjam-jam.

Kota Rudal bawah tanah
Kekuatan utama Iran bukan hanya pada jumlah, melainkan pada daya tahan. Teheran telah membangun jaringan "kota rudal" di terowongan bawah tanah dan pangkalan tersembunyi yang sangat terlindungi.
Jaringan ini memastikan Iran tetap bisa meluncurkan serangan balasan meskipun telah menerima gelombang serangan udara besar-besaran dari lawan.
Guncangan di Selat Hormuz
Teheran tidak memerlukan blokade formal untuk mengacaukan pasar global. Melalui Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), Iran menggunakan rudal anti-kapal, ranjau laut, dan kapal cepat untuk mengancam jalur pelayaran energi.
Dampaknya sudah terasa: raksasa pelayaran Denmark, Maersk, telah menangguhkan seluruh pelayaran melalui Selat Hormuz. Selain itu, IRGC mengklaim telah menghantam tiga kapal tanker minyak yang berafiliasi dengan AS dan Inggris di dekat selat tersebut.
Halaman 3 / 3
Dengan konsentrasi kekuatan militer AS terbesar di kawasan dalam beberapa tahun terakhir, Iran mengirim pesan tegas bahwa setiap serangan ke tanah mereka akan memicu perang regional yang luas, bukan operasi terbatas.
Eskalasi ini diprediksi akan semakin melebar melalui keterlibatan "Poros Perlawanan," termasuk Hezbollah di Lebanon dan Houthi di Yaman, yang telah menyatakan kesetiaan penuh untuk membela Teheran pasca-kematian Khamenei.